Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
H-2 Birthday


__ADS_3

Hampir satu tahun yang lalu bayi 'mungil' yang di beri nama Giftania Artayudha lahir ke dunia dari rahim Gania. Tubuh yang dulu mungil kini tumbuh menjadi montok berisi.


Kini Baby Gift sudah pandai menirukan dan mengucapkan beberapa kata, memanggil kedua orangtuanya, berdiri sendiri serta berjalan satu atau dua langkah meski nanti terjatuh lagi. Dan juga sudah punya enam gigi hihihi.


H-2 perayaan ulangtahun pertama putri mereka, Gibran dan Gania sibuk mempersiapkannya. Mereka tak merayakannya di luar, cukup menyulap taman serta kebun rumah yang memang sudah indah.


"Mommy menepati janji" ucap Gania sambil mencium pipi chubby Baby Gift


"janji?" tanya Gibran sambil mengerutkan dahinya


"iya Mas, apa kamu ingat dulu waktu acara tujuh bulanan kehamilanku semeriah apa perayaannya? Dan saat itu Baby Gift berkali-kali menendang perutku karena mendengar riuhnya acara" ucap Gania


"dan waktu itu aku berjanji pada diriku serta putri kita, jika dia sudah lahir ke dunia aku akan membuatkan acara meriah juga" imbuh Gania


Gibran yang sedang memompa balon pun segera menghampiri serta minciumi pipi sang istri.


"lihatlah betapa senangnya dia" gumam Gibran sambil mengamati Baby Gift yang asyik bermain balon


Gania tersenyum melihatnya.


"Mommy" panggil Baby Gift, ia sudah jelas mengucapkan kata 'Mommy' tapi belum begitu jelas jika mengucapkan 'Daddy'.


"apa sayang?" jawab Gania


"piii...boo" ucap Baby Gift sambil menutup wajahnya dengan balon yang sedang dimainkannya


"ahaha, peek a boo" Gania menirukannya


"aaaakk" teriak Baby Gift sambil membuka balon yang menutup wajahnya


"aaa, Gift dimana ya" Gibran menggoda putrinya


Lalu Baby Gift kembali menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Gift dimana yaa" goda Gibran lagi


"aaakk" teriak Baby Gift sambil membuka tangan


"aaa anak pintarnya Daddy disini" ucap Gibran gemas kemudian meraup Baby Gift yang jaraknya tak jauh dari dirinya berada


"ahahakk" tawa Baby Gift ketika tubuhnya diangkat Daddynya


"pintar sekali kamuu" ucap Gibran gemas sambil mencium pipi serta sedikit menggelitik perut Baby Gift


"eeemmmhh" Baby Gift berusaha melepaskan dirinya

__ADS_1


"udah Mas anaknya geli" ucap Gania lalu berdiri


"emmhh..emmhh" Baby Gift menepuk wajah Daddynya lalu merentangkan kedua tangan ke arah Mommy Gania


"sama Mommy?" tanya Gania


Lalu Gania mengambil alih Baby Gift dari gendongan sang suami.


"makanya jangan jahil jahil" ucap Gania pada suami jahilnya


"gemes Yang" jawab Gibran


"cucucu" Baby Gift menepuk ASI Mommynya


"mau minum cucu?" tanya Gania


Kemudian Baby Gift membenamkan wajahnya di dada Mommynya.


"ini punya Daddy" goda Gibran sambil memeluk Gania dari belakang


"nyo" ucap Baby Gift sambil melihat sang Daddy


"NO sayang, bukan NYO" sahut Gania


"kamu ajarin apa aja Yang sampai dia bisa bilang gini?" tanya Gibran gemas


"banyak, dari dulu kan aku selalu ajarin Mas. Dia terbiasa mendengar, jadi pas dia bisa bicara dia menirukannya" jawab Gania


"cucucucu" Baby Gift memberontak


"ah iya iya, kita masuk ya"


Gania membawa Baby Gift masuk kedalam rumahnya. Gibran pun mengekorinya.


Lalu Gania membuka b*anya dan menyusui Baby Gift.


"apa ini salah satu alasan kamu ngga mau pakai baby sitter?" tanya Gibran


"iya, aku kan ngga ada kegiatan, kalau aku bisa kenapa harus ada baby sitter? Lagian Nenek juga selalu bantu. Dan satu lagi, aku ngga mau anakku lebih dekat dengan oranglain daripada Mommynya sendiri" jawab Gania


"istri kecil yang dewasa" ucap Gibran sambil tersenyum melihat Gania


Gania membalasnya dengan senyum juga.


"Ddy" panggil Baby Gift pada Daddy sambil melepaskan hisapannya di ASI Mommy Gania

__ADS_1


"apa sayang?" jawab Gibran


Baby Gift berusaha duduk lalu merentangkan kedua tangan.


"tut.." ucap Baby Gift


"ikut?" tanya Gibran


"iya" jawab Gania


"aaargh" Gibran menggendong putrinya


"mau kemana?" tanya Gibran


Lalu Baby Gift menunjuk taman belakang yang terlihat tempat mereka duduk.Kemudian Gibran membawanya kembali kesana.


"Mas, udah jam empat lebih" teriak Gania


"mandi?" tanya Gibran


Kemudian Gania mengangguk.


aha! Gibran punya ide untuk memandikan Baby Gift dengan menggunakan selang yang terpasang di taman.


"ayo" ajak Gania sambil menghampiri mereka


"aku mandiin disini aja" jawab Gibran sambil melepas pakaian Baby Gift


"hah" Gania menganga


"kamu ambilin baju ganti biar aku yang mandiin" ucap Gibran sambil menghidupkan kran


Baby Gift tak henti-hentinya tertawa karena air selang yang membasahi tubuhnya.


Lalu Gania masuk dan naik ke atas untuk mengambilkan baju ganti.


Brrrr!


Melihat Baby Gift bergidik, Gibran pun menyudahi aktivitas mandi sore ini. Ia segera menarik handuk yang sudah disiapkan disana lalu menghanduki tubuh Baby Gift hingga kering dari air. Setelah itu juga Gania kembali dan memakaikan baju untuk Baby Gift hingga terlihat sangat cantik.


***


Segini dulu yaa.


Kira-kira kalau pisah sama mereka kalian bakal kangen ngga? 😌

__ADS_1


__ADS_2