Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bonus 11


__ADS_3

Enam bulan berlalu kini si cantik Gift sudah berusia 1 tahun 6 bulan atau bisa dibilang satu setengah tahun.


Pertumbuhan serta perkembangannya terbilang cukup baik. Ia dapat berbicara dengan baik meski belum terlalu jelas pengucapannya.


"Mommy" panggil Gift saat ditinggal sendiri


"iya sayang" jawab Gania yang baru keluar dari kamar mandi


"Daddy?" Gift menanyakan Daddynya


"Daddy nyuci mobil di bawah" jawab Gania sambil menghampiri sang putri


"ituttt (ikuttt)" rengek Gift


"yuk" ajak Gania kemudian menurunkan Gift dari ranjang


Gania menuntun Gift, sesekali Gift juga berlari.


"jangan lari Nak, nanti jatuh" ucap Gania


"Daddy!" seru Gift yang melihat Daddy Gibran mencuci mobil kesayangan


"halo" teriak Gibran dari luar


"Baby mau ikut" teriak Gania


"IFT!" ucap Gift tegas


"Gift Mom, bukan Baby" ledek Gibran


"iya iya, Gift"


Kemudian Gift bergabung dengan Daddy Gibran.


"bilas pakai selang Nak" ucap Gibran sambil memberikan selang ke Gift


"aaaakkk" teriak Gift kegirangan


"sekalian mandiin ya Dad" teriak Gania dari pintu utama


Kemudian Gibran mengangguk mengiyakan.


***


Siangnya, Gibran keluar sebentar untuk mengantar berkas yang kurang. Ia sengaja tak memanggil asisten atau sekretarisnya karena tak ingin merepotkan mereka walaupun sudah tugasnya.


"Ddy" teriak Gift setelah merasa bosan dengan mainan


"we.. a yu?" teriak Gift lagi


"Daddy to the office, dear" jawab Gania


Lalu Gift melemparkan mainan yang ia pegang.


"Gift kok nakal" ucap Gania sambil mendekati putrinya


"Gift ngga boleh nakal sayang" imbuh Gania


"hmmhh" Gift kembali melemparkan mainan

__ADS_1


"Gift.." Gania menahan pelan tangan sang putri agar tidak melempar mainannya lagi


"huaaaaaa" tangis Gift menggema


"uhh sini Mommy gendong" ucap Gania lalu meraupnya


"Daddy nakal ya, ke kantor ngga pamit sama Gift" ucap Gania lagi sambil mengusap keringat di dahi sang putri


Setelah itu Gania membawanya ke bawah.


"kenapa sayang?"


"nih Daddy pulang"


"nangis, cari Daddy" imbuh Gania


"tuyunn.. (turun)" pinta Gift


Kemudian Gania menurunkannya.


"Gift, Daddy beliin makanan. Mau?"


"emm" jawab Gift sambil menganggukkan kepala


Lalu Gibran mendudukkan sang putri di High Chair.


"ini dia" Gibran meletakkan sesuatu yang di bungkus tissue



"apa itu Mas? baunya kayak..."


"hhsshh" Gift mengendus setelah mencium bau buah itu


"wekkk" ucap Gift sambil menjauhkan duriannya


"di makan Nak"


"no" tolak Gift


Setelah beberapa saat Gift pun memberanikan diri menjilatnya.



"coba di makan" ucap Gania



Gift pun mencuilnya.


"enak?" tanya Gania


"hmhmm" Gift menahan tawa


"Mommy pegangin"



"hap!" goda Gibran

__ADS_1


"di kunyah sayang" ucap Gania saat melihat Gift tidak mengunyah duriannya



Gift bergidik setelah menelan suapan durian.


"kenapa sayang?" tanya Daddynya


"hihihi" tawa Gift


Selang beberapa menit -


"want.. want" ucap Gift kemudian


"do you want more?" tanya Mommynya


"want mou" ucap Gift


"i want more" ucap Gania membenarkan


"i want mou"


"i want mou"


Gift meminta lebih! Ia memberontak sambil menepuk nepuk High Chairnya.


"oke dear" jawab Gania kemudian kembali menyuapkan durian





Gift memakannya dengan rakus, ia sampai mencekal tangan Mommynya agar dapat terus menikmati durian itu.


"pelan pelan sayang" ucap Gania sambil berusaha melepaskan tangannya


"aaaa" rengek Gift yang masih menginginkan


Gift berebut durian dengan Mommy Gania.



"Mas tolong dong, ini gimana ngga mau di ambil duriannya" gerutu Gania


"Gift, besok lagi ya Nak" ucap Gibran


"no!" tolak Gift dengan lantang


Gania menyuapkan sekali lagi, setelah itu ia memakan habis duriannya agar tidak di makan lagi oleh sang putri.


"habis" ucap Gania


"yeaayy" teriak Gibran sambil bertepuk tangan


"eeyyy" Gift juga ikut senang


Beruntung Gift tidak menangis dan meminta lebih. Gania sengaja tak ingin memberinya terlalu banyak, ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada sang putri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2