
Hari selanjutnya, Gania dan baby Gift sudah diperbolehkan pulang. Dalam perjalan pulang, tak henti hentinya Gania mencium putri kecilnya. Matanya selalu berbinar saat melihat wajahnya.
"sayangnya Mommy kapan bangun?" gumam Gania sambil mengusap lembut pipi baby Gift
"Mommy ngga sabar mau ngajak main ya?" sahut Gibran
"hehe iya Mas"
Setibanya di rumah, Nenek dan Bi Asih langsung menghampiri mereka. Nenek mengambil alih baby Gift, sedangkan Gibran membopong Gania, dan Bi Asih membawa barang yang kemarin di bawa.
"kamar atas ya Mas" pinta Gania
"kuat kan? hihi" imbuhnya
"kuat dong" kemudian Gibran benar benar membopong Gania naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya
Setibanya di kamar, tangan Gania meraih gagang pintu lalu membukanya. Dan...
"bagus bangettt" ucap Gania saat melihat kamarnya di hias sedemikian rupa
Banyak balon dan juga kado disana, tak lupa juga dengan adanya tulisan "Welcome Baby Gift"
Kemudian Gibran menurunkan Gania di ranjang empuknya yang sudah dua minggu lamanya tak mereka sapa haha.
"selamat datang di rumah kita, Princess Giftania" ucap Nenek kemudian menyerahkan kembali baby Gift ke Mommy muda Gania.
"wah anak Mommy bangun ya?" gumam Gania yang melihat baby Gift membuka mata
"mau main sama Mommy sama Daddy?" tanya Gibran pada baby mungilnya
Kemudian Gibran menusuk nusuk lembut pipi baby Gift dengan jari telunjuknya dan membuat baby Gift memainkan lidahnya.
"lucunya" ucap Gania
__ADS_1
"ya sudah, Nenek turun lagi ya" ucap Nenek kemudian meninggalkan mereka
"menurutmu baby lebih mirip siapa Mas?" tanya Gania
"emm, susah jawabnya"
"mirip aku deh kayaknya, cantik soalnya hahaha"
"bisa aja yang, tapi emang iya sih. Lebih mirip kamu"
"tuh kannn"
Mommy dan Daddy baru itupun saling bersenda gurau. Mungkin karena merasa terabaikan atau terganggu dengan suara berisik Mommy Gania dan Daddy Gibran, baby Gift pun mulai rewel dan wajahnya memerah seperti hampir menangis.
"cup cup sayang, jangan nangis ya Nak" Gibran menenangkan kembali baby Gift, ia mengelus lembut tubuh mungil itu
Oekkk.. Oekkk..
Bukannya diam, baby Gift malah menangis dengan kencang.
Tapi tangisan itu tak kunjung berhenti.
Hingga akhirnya, Gania mencoba membuka p*y*d*r* yang sudah keluar ASInya kemudian mengarahkan ke bibir mungil baby Gift kesana.
Seketika baby Gift langsung melahapnya, ia menghisap dengan kuat dan cepat hingga terdengarlah suara decitan.
"pelan pelan sayang, ternyata kamu haus ya" ucap Gania sambil mengelus pipi sang buah hati
"emhh geli" ucap Gania lirih
Gibran yang melihat pemandangan itu pun berkali kali menelan salivanya.
"geli ya sayang? Pantas kalau aku..."
__ADS_1
Belum sampai Gibran melanjutkan ucapannya, ia sudah mendapat pelototan mata dari Gania.
"hahahaha" Gibran tertawa terbahak-bahak
"sssttt" Gania mencubit paha suaminya
"pelan pelan sayang, kali ini Daddy ngga minta kok" ucap Gibran pada baby Gift yang menyusu di tempat favoritnya
"tapi ngga tahu kalau nanti malam" imbuhnya lirih
"sayang, keluarkan tendanganmu. Tendang Daddymu" ucap Gania
Setelah puas, baby Gift pun melepaskan hisapannya dari p*y*d*r* Mommy Gania.
"bobo sini lagi ya" ucap Gania sambil menidurkan kembali baby Gift di antara dirinya dan Gibran
"Mas, aku ngga pernah nyangka kalau di usiaku yang masih dua puluh tahun ini aku sudah memiliki anak dan suami" ucap Gania sambil melihati baby Gift yang menggerak-gerakkan tangan
"apa kamu menyesal karena menikah muda?" tanya Gibran
"tidak Mas, maaf maksudku bukan begitu. Sekarang aku sangat bersyukur karena meski awalnya kita di paksa, tapi pada akhirnya kita sangat bahagia. Ternyata benar apa yang di ucapkan Papa saat itu, tidak salah Papa memilihmu" ucap Gania dengan mata berkaca-kaca
"di luar sana, mereka yang seusiaku pasti masih mencari kebahagiaan masing masing. Sedangkan aku disini sudah kamu dibahagiakan" imbuhnya
"aku bingung harus menjawab apa" jawab Gibran datar
"ih Mas Gibran ih" Gania mengerucutkan bibirnya
"bibirnya ngga usah gitu yang, biar apa? Biar aku pengen?" ledek Gibran
Dengan gemas, Gania pun mendaratkan beberapa cubitan kecilnya di lengan Gibran.
"sayang, cepet gede ya. Bantu Mommy menghukum Daddy"
__ADS_1
Kemudian mereka tertawa bersama.