Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
MPASI


__ADS_3

Empat bulan telah berlalu, tumbuh kembang Baby Gift pun terbilang cukup baik. Tepat hari ini usianya sudah menginjak 6 bulan, ia memiliki berat badan 8 kilogram dan sudah belajar merangkak.


"sini sayang, ambil mainannya" ucap Gania yang meletakkan mainan karet di depannya agar Baby Gift terangsang merangkak untuk mengambilnya.


Cit Cit Cit... Gania membunyikan mainannya.


Baby Gift pun gemas dibuatnya, ia mengerang lalu mencoba mengangkat dan menggerakkan kaki serta tubuhnya namun masih susah baginya.


Cit Cit Cit... Gania membunyikannya lagi.


Baby Gift yang semakin gemas pun hanya mengangkat tubuhnya dan terus mengerang.


"sini, ambil" ucap Gania untuk merangsang putrinya


Baby Gift menurunkan tubuhnya hingga kembali tengkurap lalu mengangkat kedua tangan ke depan serta menggerakkan jari-jarinya.


Gania tersenyum melihat tingkah putrinya, karena dilihatnya Baby Gift sudah lelah akhirnya ia memberikan mainan karetnya.


Baby Gift pun menerima mainan karetnya dengan wajah gembira lalu memainkan lidahnya.


"iii anak Mommy gemesin" Gania gemas lalu meraupnya dan menggendong serta mencium pipi chubbynya


"iii" Gania masih gemas dan menciuminya


"ehekk.." suara Baby Gift tertawa karena mendapat ciuman bertubi-tubi dari Mommy Gania

__ADS_1


"iii ketawa" goda Gania yang masih saja menciuminya


Setelah puas, Gania mengentikan ciuman itu lalu mendudukkan Baby Gift di sofa.


Cit Cit Cit... Gania membunyikan mainan karetnya


Awalnya Baby Gift mengamati cara membunyikannya dan lama lama ia juga bisa melakukan hal yang sama. Ia asyik dengan suara berisik yang di buatnya.


Nenek yang mendengar suara decitan mainan dari atas pun tersenyum kemudian naik ke atas untuk ikut bermain bersama cicitnya.


"siapa yang berisik?" tanya Nenek sambil membuka pintu


"Baby Gift" jawab Gania dengan suara buatannya untuk mewaliki putrinya, ia menjawab sambil mengacungkan jari Baby


"lucu ya mainannya?" tanya Nenek pada Baby Gift


"Nek, hari ini Baby sudah enam bulan" ucap Gania mewaliki putrinya


"wah sudah bisa makan dong ya?" tanya Nenek


"iya, siang ini aku mau buatin dia MPASI" jawab Gania


"sudah pasti lahap makannya, tadi pagi waktu Imunisasi di ukur berat badannya kan? Berapa?" tanya Nenek penasaran


"delapan kilogram"

__ADS_1


"huh baru minum ASI saja beratnya sudah segitu, apalagi kalau makan nasi hihi" ucap Nenek


"jangan dimakan sayang, ini mainan" ucap Gania mengingatkan putrinya yang memasukkan mainan karetnya kedalam mulut


"No, this is not food" ucap Gania lagi seraya mengambil mainan karet itu dari tangan Baby Gift


Baby Gift pun merengek karena mainan karetnya di ambil Mommy Gania.


"Ga, jangan di ambil. Sebaiknya kamu segera buatkan dia makan" ucap Nenek


Lalu Gania mengembalikan mainan itu dan ia segera turun untuk membuatkan MPASI untuk Baby Gift.


"buat apa dulu ya" gumam Gania sambil membuka kulkas besarnya


"cari apa Non?" tanya Bi Asih yang menghampirinya


"mau cari sayur Bi, buat MPASI" jawab Gania


"wah Nona kecil sudah enam bulan ya, coba buat MPASI pisang saja Non"


"kata Dokter lebih baik di kenalkan sayur dulu Bi, kalau Baby langsung di kenalkan buah kan hampir semua buah rasanya manis, takutnya nanti dia terbiasa dengan rasa itu dan kedepannya akan menolak yang tidak ada rasanya (tawar)" jawab Gania


"wah iya juga ya Non, kalau begitu coba saja bubur beras merah dan wortel atau brokoli"


"iya Bi" jawab Gania lalu mengambil satu buah wortel

__ADS_1


Pertama, ia mencuci beras merah hingga bersih. Lalu memasaknya hingga teksturnya lunak seperti bubur. Di lain panci, ia juga merebus wortel yang sudah ia potong dadu sebelumnya.


__ADS_2