
Keesokan harinya Gania bangun tidur dengan kondisi badan yang tidak enak. Ia mengeriyitkan dahinya kemudian berlari begitu cepat menuju kamar mandi.
hoek hoek
Terdengar suara itu dari luar kamar mandi sehingga membuat Gibran ikut terbangun lalu menyusul Gania.
"sayang kenapa?" kemudian ia mengelus tengkuk leher Gania
Setelah selesai, Gania membalikkan tubuhnya dan mengusap bibirnya yang basah.
"gatau mas, em aku mandi dulu ya"
Kemudian Gibran keluar dari kamar mandi untuk membiarkan Gania mandi sendiri pagi ini.
20 menit kemudian Gania keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat.
"sayang kamu pucat. Apa kamu sakit?" tanya Gibran sambil memegangi wajah Gania lalu mendudukkannya di tepi ranjang.
Gania hanya menggeleng dan sedikit memanyunkan bibirnya karena kesal pagi pagi sudah mual.
"mau periksa?"
Gania menggeleng lagi.
"yaudah aku mandi dulu ya"
"masss" tiba-tiba Gania merengek
Gibran kemudian membalikkan tubuhnya ke arah Gania.
"apa hm?"
"pengen seafood"
__ADS_1
"yaudah aku kebawah dulu ya bilang ke Bi Asih"
"engga mau, aku mau yang lain"
"yaudah kita beli ke tempat makan kesukaan kamu ya?"
"engga mau" Gania menggeleng
Gibran menaikkan satu alisnya,
"lah terus gimana sayang?"
"pengen makan seafood yang langsung dari pantai" ucap Gania sambil menunduk
Gibran kembali mendekat ke arah Gania lalu menaikkan dagunya.
"apa kamu ngidam?" tanyanya sambil mengembangkan senyuman
Gania membulatkan matanya dan menggeleng cepat.
"belum mas"
"yaudah aku mandi dulu terus kita periksa ke dokter dulu ya"
"terus ke pantainya gimana?"
"ya abis periksa. Aku pengen tahu dulu apakah disini ada dede bayinya atau belum. Kalau misalkan sudah kan aku harus hati-hati membawamu" ucap Gibran sambil mengelus perut rata Gania.
Gania terdiam sejenak lalu mengangguk mengiyakan kemauan suaminya. Tapi dalam hati ia sangat tidak tenang, ia takut pemeriksaannya akan sangat menakutkan.
***
Tibalah keduanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak.
__ADS_1
"kenapa mukanya tegang?" tanya Gibran sambil mengambil nomor antrian
"takut mas, tuh lihat banyak ibu hamil. Ada yang kesakitan tapi ada juga sih yang biasa aja" jawabnya
"ngga usah takut, ada aku" ucap Gibran sambil mengelus pundak Gania.
Kemudian keduanya duduk sambil menunggu nomor antrian Gania dipanggil.
30 menit kemudian Gania dipersilakan masuk ke ruang periksa. Disana ada satu Dokter Kandungan dan satu Bidan. Gania ditanyai mengenai terakhir haid dan keluhan.
Kemudian Gania tes urine untuk mengetahui apakah dirinya benar-benar hamil atau belum.
Setelah Bidan itu mengeceknya, testpack yang dipegang pun menunjukkan dua garis yang dapat diartikan hasilnya positif atau hamil.
"wah selamat ya" ucap Bidan itu sambil menyerahkan testpack hasil positif ke Gania
Gibran dan Gania sama-sama menganga dan membulatkan matanya seperti tidak percaya.
"hasilnya positif ya mba, usia kandungannya memasuki usia empat minggu atau satu bulan" ucap Dokter Kandungan
Gibran dan Ganua masih terdiam dan terus tersenyum karena bingung akan berkata apa.
"karena usia kandungannya masih kecil, mba nya jangan capek capek dulu ya. Banyak banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi, jangan lupa minum susu juga. Walaupun muntah, harus tetap makan ya biar perutnya ngga kosong"
"baik Dok" jawab Gania singkat
"mas nya jangan bosan menuruti kemauan istrinya ya, banyak-banyak sabar karena mba nya kan masih muda jadi hormonnya masih fluktuasi"
"iya Dok siap" jawab Gibran
"oh iya, mas nya juga harus puasa dulu. Kalo masih kecil gini jangan dulu di tengok"
Kemudian semua yang ada diruang periksa terkekeh bersama.
__ADS_1
Setelah selesai kemudian mereka diarahkan ke instalasi farmasi untuk menebus vitamin.