Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Serangan Pertama


__ADS_3

Gibran menggiring Gania kemudian medudukkannya di atas ranjang, Gibran pun juga mendudukkan dirinya disamping Gania, tapi tiba tiba..


*kring kring kring* salah satu ponsel mereka berbunyi


Namun Gibran tak menghiraukannya, Gania yang merasa terganggu pun segera beranjak dari ranjangnya dengan maksud mengambil ponsel itu. Tapi Gibran dengan cepat menarik tubuh Gania hingga terjatuh lagi di ranjang.


*kring kring*


"mas lepasin dong, angkat dulu telponnya" ucap Gania sambil berusaha melepaskan diri


"ngga penting" jawab Gibran santai


"mas! itu loh udah 2 kali bunyi. Masa iya ngga penting" ucap Gania dengan nada meninggi


Gibran mengendus kesal kemudian berjalan mencari sumber suara ponsel. Setelah menemukan, ia menatap layar ponselnya dengan tatapan tajam.


Kemudian Gibran mengangkat panggilan itu,


"apa lagi?" tanyanya ketus


.......


"gila ya! Lu kan udah tahu gue punya istri. Stop. ganggu gue lagi" kemudian Gibran mematikan ponselnya dan melemparkannya ke sofa.


***

__ADS_1


Di seberang sana


"aarghh!" ucap seseorang kemudian membanting ponselnya begitu saja.


"bodoh banget sih gue! Gue kan udah punya rencana buat ngancurin mereka! Ngapain gue ngajak Gibran kencan" ucapnya lagi sambil memukuli kepalanya sendiri.


"tapi gapapa. Dengan ini pasti bocah itu tanya siapa yang menelpon Gibran barusan ahahahaha" Pricilla tertawa dan menenggak minuman yang berada di tangannya.


***


Gania menyipitkan matanya, seolah bertanya tanya siapa penelpon itu sampai membuat Gibran kesal.


Gibran menatap dan menghampiri istrinya, ia tahu apa yang sedang dipikirkan Gania.


"sayang, bukan siapa siapa kok" ucap Gibran sambil memegang tangan Gania, tapi sorot mata Gania memperlihatkan ketidak percayaan dan membuat Gibran jujur hingga mau menceritakan semua tentang Pricilla.


"sayang, jangan dulu" ucap Gibran saat melihat Gania menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"aku ngantuk mas" tolak Gania


"sayang ayolah" kemudian Gibran menghujani Gania dengan ciuman hingga akhirnya Gania luluh dan terhanyut dalam pemanasan.


Gibran memulai permainan dengan sangat pelan dan lembut karena ia tidak ingin menyakiti istri kecilnya itu. Tapi bagaimanapun juga, jika baru pertama kali melakukan pasti akan terasa sakit. Begitu juga dengan Gania, hingga beberapa air matanya menetes. Mengerang kesakitan pun tak menyurutkan niat Gibran untuk menghentikan permainan. Hingga akhirnya mereka merasakan puncak kenikmatan yang selama ini belum pernah mereka rasakan.


Setelah puas, mereka membaringkan tubuh polos mereka dan akhirnya terlelap bersama.

__ADS_1


***


Seperti biasa Gania bangun lebih awal dari Gibran, ia menangkis selimut yang ia gunakan dan terlihatlah tubuh mulusnya masih polos setelah bertempur semalam. Ia mendudukkan tubuhnya di kepala ranjang, kemudian mulai beranjak turun. Namun ia merasakan sakit dan perih di area bawahnya, ia juga menemukan bercak darah disana.


Gania menutupi tubuhnya dengan handuk kemudian menjalankan kakinya dengan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah dirasa bersih ia segera menyudahi aktivitas mandinya pagi ini.


Saat Gania keluar, dilihatnya seseorang yang tidur bersamanya sudah bangun.


"Gania sayang" panggil Gibran dengan suara yang masih serak.


"sudah bangun mas?" tanya Gania sambil mengambil baju gantinya di almari.


"heem. Aku perhatikan jalanmu terlihat aneh? Apakah sakit?" tanya Gibran sambil beranjak dari ranjang dan menghampiri Gania.


Gania hanya mengangguk kecil, hal itu membuat Gibran khawatir karena semalam ia terus memaksa masuk meski Gania menangis dan mengerang kesakitan.


"maaf ya, harusnya aku ngga maksa" ucap Gibran sambil membelai rambut panjang Gania


Gania membalas ucapan Gibran dengan senyuman tipis, kemudian Gibran segera membersihkan diri.


***


Dear Readers,


Mohon maaf untuk keterlambatan up-nya.

__ADS_1


Sebenarnya episode ini sudah saya serahkan beberapa hari yang lalu tapi reviewnya lama sehingga setiap hari harus saya sunting.


Jangan lupa like ya biar author semakin semangat :))


__ADS_2