Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
2 bulan kemudian


__ADS_3

Hari terus berlalu, kini usia kandungan Gania telah memasuki 12 minggu atau 3 bulan. Perut ratanya kini telah terlihat lebih berisi. Badan Gania juga terlihat lebih bagus, karena ia adalah tipe orang yang susah gemuk tadinya.


Hari ini Gania berencana ziarah ke makam orangtuanya. Dulu sebelum berisi, Gania selalu rutin ziarah sekali dalam satu bulan. Tapi sejak ia berisi, baru kali ini ia mulai ziarah lagi. Ya meskipun sekarang mulai jarang, setidaknya ia selalu mendoakannya setiap hari.


"jalan mas" ucap Gania yang telah selesai memasang slip belt


Kemudian Gibran mengemudi dengan hati-hati.


Dalam perjalanan, Gania terus mengelus perutnya yang kini terlihat membuncit itu.


"kita mau ke rumah Oma sama Opa" ucapnya


Gibran pun tersenyum dan sesekali ikut mengelus baby yang masih berada didalam perut itu.


Setibanya di makam orangtuanya. Gania kembali menangis dan merasa sedih karena tak ada satupun dari mereka yang bisa melihat langsung kehamilan Gania.


"Assalamualaikum Ma, Pa. Gania kesini bertiga sama mas Gibran dan calon baby. Sayang sekali kalian tidak bisa merasakan menimang cucu saat baby ini lahir nanti. Doakan kami sehat selalu ya Ma, Pa"


Kemudian Gibran memimpin doa untuk Almarhum Papa Arya dan Almarhumah Mama Miranda. Dan terakhir, Gania menaburkan bunga untuk kedua orangtuanya.

__ADS_1


Setelah selesai, Gibran menuntun Gania yang masih berlinang air mata itu untuk kembali masuk ke mobil dan pulang.


***


Setibanya di rumah, ada satu motor matic entah milik siapa sudah terparkir di depan garasi.


Lalu Gibran menggandeng Gania dengan hati-hati. Setelah masuk rumah, Gania menghamburkan diri memeluk seorang tamu yang sudah berbincang dengan Neneknya.


"Rere!" ia kembali menangis memeluk sahabatnya yang sudah lama menghilang


"Re lu kemana aja? Kenapa lu ngga pernah kabarin gue!" Gania masih meracau sambil memeluk Rere


"Ga, gue minta maaf ya selama ini gue menghilang. Pertama, gue turut berduka cita ya ternyata Om udah ngga ada. Kedua, gue ikut bahagia dengan kehamilan lu. Ketiga, gue akan cerita" ucap Rere


"Gue dan keluarga menghilang dari sini karena Papa gue hutang bank ratusan juta mengatasnamakan Mama gue terus Papa pergi gitu aja ninggal hutang sebanyak itu. Semua harta benda udah Mama jual termasuk rumah, tapi belum bisa menutup hutang itu. Sampai akhirnya kita ke luar kota buat kerja, kerja halal apapun kita lakuin sampe akhirnya hutang itu lunas"


"Kita kembali lagi kesini tapi sekarang kita cuma tinggal di kontrakan kecil dan cuma punya kendaraan itu"


"Tapi gue bersyukur, gue sama Mama dan adik gue masih bisa hidup sampe sekarang. Dan Papa gue udah ditangkep polisi dan akhirnya Orangtua gue cerai, meskipun menyakitkan tapi ini yang terbaik"

__ADS_1


Rere menceritakan pahit getirnya kehidupan yang ia lalui 8 bulan yang lalu. Kemudian Gania memeluknya hangat.


"Re, kenapa lu ngga kesini sih? Siapa tahu gue bisa bantu"


"udah lah Ga, yang penting gue kembali lagi kesini"


Kemudian keduanya saling berpelukan dan kembali lagi tersenyum.


"gue ngga nyangka loh lu bisa nikah sama Kak Gibran, padahal kan waktu itu lu suka kesel sama dia" Rere meledek Gania


Karena gemas, Gania mencubit kecil lengan Rere.


"awww" teriak Rere


"sudah sudah, kita makan siang yuk" ajak Nenek


Lalu Gania, Gibran, dan Rere makan bersama menuruti ajaran Nenek.


__ADS_1


Ini dia visual Rere hehe :D


__ADS_2