Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bercerita


__ADS_3

Setibanya di kantor, Gibran langsung memasuki lift yang akan membawanya ke lantai 3 di ruang kerjanya.


Ting suara lift, menandakan Gibran telah sampai di lantai tujuan.


Saat ia berjalan, dilihatnya Papa Surya sudah menunggu di depan ruang kerjanya.


"Papa" sapa Gibran kemudian meraih punggung tangan sang Papa untuk di ciumnya.


"baru sampai Nak?" tanya Papa Surya


"iya Pa, ayo masuk"


Kemudian keduanya duduk di sofa.


"ada apa Pa?" tanya Gibran


"Pricilla di penjara ya?"


Gibran memutar bola matanya dengan malas.


"iya" jawab Gibran kemudian


"karena masalah denganmu itu?"


"iya, tapi lebih parah"


"lebih parah?" tanya Papa Surya menyelidik


"iya. Setelah masalah itu kita anggap clear, ternyata bagi Cilla itulah permulaannya. Beberapa hari kemudian dia datang ke rumah membawa testpack dan surat keterangan hamil dari Rumah Sakit"


"lalu?"


"dia bilang dia hamil anakku. Aku ngga percaya gitu aja Pa, tapi beda dengan Gania, Gania malah mempercayainya. Sampai akhirnya aku ajak Cilla tes DNA. Dan dari situ terbongkarlah kebusukannya, dia berbohong agar dia bisa mendapatkanku. Untuk testpack dan surat itu adalah palsu, jadi pihak Rumah Sakit menuntutnya karena sudah merugikan mereka" jelas Gibran


"miris sekali, kenapa Pricilla jadi seperti ini" ucap Papa Surya penuh tanya


"Gibran juga ngga tahu Pa"


"ya sudah, Papa pamit dulu"

__ADS_1


"iya Pa"


Kemudian Papa Surya meninggalkan ruang kerja Gibran.


Seperginya Papa Surya, Gibran pun segera memulai pekerjaannya.


***


Di rumah, Gania berjalan jalan di taman rumahnya. Meskipun terkadang merasa ngos-ngosan, tapi jalan jalan juga baik untuk Ibu Hamil.


"Gania" panggil Nenek


"iya Nek" jawabnya


"sini duduk"


Kemudian Gania menghampiri Neneknya dan duduk bersama.


"Ga, HPL nya kapan?" tanya Nenek sambil membelai perut besar cucunya


"sekitar dua minggu lagi Nek"


"normal atau caesar?"


"semoga ya sayang, makanya mulai dari sekarang jangan banyak aktivitas. Kalau menurut Nenek, sebaiknya kamu tidur di kamar bawah saja"


"emm iya juga ya Nek, ya udah nanti Gania bilang sama Mas Gibran dulu"


Nenek mengangguk dan tersenyum.


***


Saat jam makan siang, Rendra menelfon Gibran dan menagih janjinya untuk ketemuan.


Gibran pun mengiyakan dan langsung meluncur ke Restoran tempat mereka berjanjian.


Setibanya di Restoran, Rendra sudah lebih dulu sampai dan sudah memesankan makan siang.


"sorry ya lama, agak macet" ucap Gibran kemudian duduk

__ADS_1


"iya santai aja" jawab Rendra sambil mengunyah


"btw makasih Ren, malah lo yang traktir gue" ucap Gibran


Karena merasa lapar, Gibran pun juga ikut menyantap makanan yang sudah Rendra pesan.


15 menit kemudian keduanya selesai bersamaan.


"eh gimana kok Cilla bisa masuk?" tanya Rendra


Kemudian Gibran menceritakan semua yang Pricilla lakukan. Skip


"hah? Gila!" Rendra terkejut


"bisa-bisanya dia ngelakuin ini" imbuhnya


"iya, bahkan dia udah kenal Gania lama" ucap Gibran


"maksudnya?" Rendra bingung


"sejak dia tahu gue udah nikah, dia langsung cari tahu tentang Gania. Terus dia deketin Gania dan ngaku kalo namanya Anindita" jelas Gibran


"gila gila gila" Rendra geleng geleng kepala


"shit!" decis Gibran tiba-tiba


"kenapa?" tanya Rendra heran


"gue baru inget, waktu gue jalan sama Gania, Gania pernah di todong sajam. Terus kata Gania, dia di tolongin Anin. Berarti bisa aja itu orang suruhan Cilla, dan Cilla akting sebagai pahlawannya"


"lah? Emang lo kemana?"


"gue ke toilet"


"wah bener bener si Cilla. Gue ngga nyangka dia bakal se gila ini"


"sama, gue juga"


Kemudian keduanya melanjutkan obrolan santai mereka, dan menghabiskan jam istirahatnya.

__ADS_1


***


segini dulu guyss, nanti lagi ya hehe


__ADS_2