
"ngapain Ren senyum sendiri liatin kamera?" tanya Gibran yang sudah menegakkan tubuhnya
"haha engga, cuma liat foto aja" jawabnya
"yuk ah foto bareng" ajak Gibran
Kemudian ketiganya berpose bersama sebelum akhirnya gambarnya diabadikan.
Setelah itu, Rendra pamit pulang lebih dulu karena besok ia masih ada perjalanan ke luar kota.
"Gi, gue balik dulu ya" pamitnya
"yaudah tiati"
Satu persatu sahabat Gibran dan Gania mulai berpamitan pulang juga, sekarang hanya tersisa Rere.
"sayang aku masuk dulu ya, sebentar kok" ucap Gibran
"iya aku disini sama Rere"
Sebelum Gania menghampiri Rere, ia merasa perutnya sangat kencang.
"aduhh anak Mommy kenapa nak" ia memegangi perutnya
Rere yang tadinya sibuk bermain ponsel segera meletakkan ponselnya dan berlari menuju tempat Gania berdiri.
"duh duduk duduk" Rere membantu Gania mendudukkan dirinya
"kenapa Ga?" tanya Rere
"perut gue kenceng banget" jawabnya
"kecapekan kali, udah lu istirahat aja"
Gania mengangguk
"kenapa yang?" tanya Gibran yang keluar dari dalam rumah
__ADS_1
"perutku kenceng banget mas" jawabnya kemudian menoleh ke arah sumber suara Gibran
Gania menganga
"mass, kamu bawa apa?" tanyanya kemudian membalikkan seluruh badannya
"hadiah buat sayangnya Daddy" jawab Gibran kemudian menekuk lututnya untuk mencium sang buah hati
Saat Gibran menciumnya, baby langsung bereaksi dengan menendangkan kakinya dinding perut sang Mommy dengan kencang dan berkelanjutan.
"Dad, udah dulu kasian Mommy" ucap Gania
Kemudian Gibran menegakkan badannya dan menyerahkan satu paperbag besar dan mendekatkan kotak yang sangat besar.
"aku buka ya"
Gania membuka paperbag itu, ia menganga melihat beberapa baju baby berwarna pink. Ia mengambilnya dan menempelkannya diperutnya.
"sayang, Daddy kasih kamu baju lucu" ucapnya
"makasih mas, aku tercengang haha" ucapnya lagi
"itu apa?" tanya Gania seraya menunjuk kotak besar disamping Gibran
"buka dong"
Gania beranjak dari kursinya lalu membuka kotak itu. Bungkusnya berlapis-lapis hingga ia lelah membukanya. Tapi setelah terbuka, ia kembali menganga dibuatnya.
"seperti box baby" gumamnya
"memang" jawab Gibran sambil tersenyum
"terimakasih Daddy" ucapnya kemudian menghamburkan dirinya untuk memeluk sang suami
"sama sama sayangnya Daddy"
"aaa gue iri" ucap Rere sambil merengek
__ADS_1
Gibran dan Gania melepaskan pelukannya dan tertawa bersama.
"makanya cepetan nyusul" jawab Gania dengan selingan tawa
"iya besok pagi haha, eh btw gue harus pulang nih"
"yahh, besok kesini lagi ya"
"iya deh gampang"
Setelah kepulangan Rere, rumah menjadi lebih sepi. Gibran kemudian membawa Gania dan hadiah darinya tadi masuk kedalam rumah dan menyuruhnya mandi karena sore ini ia banyak bergerak.
"mandi dulu gih"
"yaudah aku mandi dulu ya"
Kemudian Gania masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Gibran kembali turun kebawah untuk membantu Bi Asih dan yang lainnya membersihkan dan membereskan taman.
20 menit telah berlalu, Gania keluar dari kamar mandi dan Gibran kembali masuk ke kamar.
"dari mana mas?" tanyanya
"dari bawah, nih kado dari Rere tadi" jawab Gibran sambil menyerahkan kado berukuran besar itu
"oh iya lupa"
Kemudian Gania membuka kado itu, isinya antara lain adalah bantal, guling, dan alat makan baby.
"lucu sekali" gumam Gania gemas
Tak terasa air matanya menetes, tapi kali ini air mata bahagia yang mengiringinya.
"nangis?" tanya Gibran kemudian meraih dagu Gania
"terharu mas, aku jadi Ibu" jawabnya
"aku ngga nyangka" imbuhnya
__ADS_1
Senyum Gania terus mengembang mengingat tak lama lagi ia bisa menimang sang buah hati.