
Kemudian Gibran memberikan putrinya ke Gania.
Gania yang sudah menerimanya langsung menggendong dan membawa sang putri ke ranjang.
"ngantuk ya" gumam Gania
Puk Puk Puk... Gibran menepuk pelan bokong Baby Gift
Cekittt
"sshahh" desis bercampur desah Gania
Gibran yang mendengar langsung membelalakkan matanya.
"kamu kenapa Yang?" tanyanya
"Baby gigit" jawab Gania sambil meringis
"kenapa mendesah?" tanya Gibran sambil mengerutkan dahinya
"ishhh" Gania mencubit hidung Gibran
"emang iya aku gitu?" tanya Gania
"iya, kamu bilang 'ahh'" ledek Gibran
Gania membulatkan matanya memelototi sang suami yang selalu berbicara nyleneh tanpa rem.
"sejak ada gigi, Baby nakal sering gigitin Mommy" ucap Gania
"bakat menurun dari Daddy" jawab Gibran tanpa dosa
"terus terusin aja nylenehnya, habis ini kamu ngga akan ku kasih lagi"
"Yang, jangan dong. Aku kan bercanda" Gibran memohon
Mendengar orangtuanya berdebat, Baby Gift pun melepaskan hisapan dari p*y*d*r* Mommynya.
"aammh" Baby Gift kembali bergumam sambil meraih hidung mancung Daddynya
"rasain tuh" ledek Gania sambil tertawa
"sakit sayang" racau Gibran yang merasakan remasan Baby Gift pada hidungnya
__ADS_1
"kuku kamu panjang ya" tebak Gibran sambil melepaskan remasan itu dan melihat kuku Baby Gift
"iya, coba kamu potong Mas. Dari kemarin nangis terus kalau mau ku potong"
Lalu Gania bangun dari tidurannya dan beranjak dari ranjang untuk mengambilkan potongan kuku.
Setelah ditemukan, Gania memberikan ke Gibran.
Gibran memangku Baby Gift dan sesekali menyanyikan lagu lagu anak agar Baby Gift tenang.
Akhirnya Baby Gift menurut dengan Daddynya, ia tak menangis sama sekali hingga kuku nya benar-benar bersih.
"yeayyy!" sorak Gibran sambil mengangkat kedua tangan Baby Gift
"bobo yuk, udah jam delapan lebih" ajak Gania sambil memainkan pipi chubby sang putri
Lalu Baby Gift merentangkan kedua tangannya agar di raup Mommy Gania.
"hemmm" Gania meraupnya lalu mencium kedua pipi itu
Gania lalu menidurkannya di sampingnya lalu memberikan susu formula sambil menepuk-nepuk bokongnya.
Kurang lebih 15 menit kemudian, Baby Gift tertidur lelap.
"kamu mau kemana Yang?" tanya Gibran heran
"mau pakai masker" jawab Gania sambil berjalan ke meja make up nya
Gibran tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
***
Keesokan harinya, Gibran menepati janji untuk membawa Gania dan si buah hati ziarah ke makam mendiang mertuanya.
"siap?" tanya Gibran yang bersiap melajukan mobilnya
"lets go!" sorak Gania dengan menangkat kedua tangan Baby Gift
"ooo" celoteh Baby Gift menirukan Mommynya
"hahaha" kedua orangtua itu tertawa bersama
Selama di perjalanan, Baby Gift ceria dan aktif menirukan beberapa kata yang diucapkan Mommy dan Daddynya.
__ADS_1
"sampai" ucap Gibran sambil memarkirkan mobilnya
Kemudian mereka turun dan berjalan bersama.
Setibanya di pusara orangtuanya, Gibran dan Gania mencabuti rumput yang tumbuh disana.
Baby Gift yang merasa asing pun hanya diam dan mengamati keadaan sekitar.
"ini rumahnya Oma sama Opa" ucap Gania sambil memegang tubuh montok putrinya yang sedang belajar berdiri berpegangan tangannya
Baby Gift menoleh dan mengamati bibir sang Mommy.
"paaa" celotehnya
"iya sayang, Opa" sahut Gibran
"sama Oma" sahut Gania
"maaa" celoteh Baby Gift lagi
Kemudian Gibran dan Gania bersama-sama mencium kedua pipi sang putri. Setelah itu mereka berdoa dan menaburkan bunga.
Dalam perjalanan pulang, Baby Gift terus mengoceh tiada henti.
"Mas, mungkin kalau dulu kita menyebut diri kita Mama dan Papa akan lebih mudah baginya untuk menyebutkannya" ucap Gania sambil mengamati Baby Gift
"iya Yang, tapi gapapa. Dia sudah pintar memangilmu 'Mom' kan?"
"yaa.. masih berlatih" jawab Gania
"anak kita mau berlatih, jadi kenapa kita mencemaskannya"
"iya Mas, tapi.. "
"mmomom" celoteh Baby Gift sambil menepuk paha Gania
"tuh kan, 'Momom' katanya hahaha" Gibran tertawa
Akhirnya Gania ikut tertawa juga. Tak terasa ketiganya sudah sampai rumah, mereka langsung bergegas kembali ke kamar atas untuk membersihkan diri masing-masing.
Baby Gift gemesin ngga nih? hihihi
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu Like! 💕