Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
5kg


__ADS_3

Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor Gibran selalu menyempatkan waktu untuk berjemur bersama Baby Gift. Baby Gift yang kini sudah berusia 2 bulan itu telah tumbuh menjadi Baby montok dengan berat badan 5 kilogram.


"Baby montoknya Mommy habis berjemur sama Daddy ya" sapa Gania sambil meraih Baby Gift dari gendongan Gibran


"uuhh berat" imbuhnya


Kemudian ia menidurkan Baby Gift di ranjang lalu mengusap minyak telon ke seluruh tubuh Baby Gift agar tetap hangat.


"gimana ngga berat, nyusunya setiap saat" ledek Gibran


Memang benar, Baby Gift sangat kuat menyusu. Setiap malam pun ia selalu terbangun dan menangis minta susu.


"Daddy iri yaa" ledek Gania dengan suara buatannya untuk mewakili Baby Gift yang belum bisa berbicara


"banget" jawab Gibran malas


Gania kemudian tertawa sambil menggelengkan kepala.


"princess Mommy udah cantik" ucap Gania yang sudah selesai memakaikan set pakaian dan juga bandana di kepala Baby Gift


"Mas, sarapan yuk" ajak Gania sambil menggendong Baby Gift


"ayo sayang" jawab Gibran sambil menautkan tangannya di pinggang Gania kemudian berjalan bersama


Setibanya di bawah, Nenek langsung menyambut mereka.


"hallo" sapa Nenek dengan senyumnya

__ADS_1


"hallo Nenek" jawab Gania sambil menggerakkan tangan Baby Gift


Setelah itu Gibran menyiapkan kursi untuk diduduki sang Istri.


"terimakasih Daddy" ucapnya


Gibran membalasnya dengan senyuman.


Baby Gift pun menggerak gerakkan bola matanya melihat suasana ruang makan yang jarang ia lihat sebelumnya.


"ini ruang makan sayang, besok kalau Baby Gift udah besar makannya disini" ucap Gania sambil membelai lembut pipi chubby Baby


Tangan Baby Gift pun tak tinggal diam, kini tangan itu mengarah dan memukul mukul p*y*d*r* Mommy Gania.


"Baby mau sarapan juga?" tanya Gibran pada Baby Gift kemudian tertawa


Pukulan itu tak berhenti, malah semakin menjadi-jadi.


Gibran melihatnya dengan berkali-kali menelan saliva.


"Daddy Gibran pengen nih" ledek Nenek


"nih buat Daddy" ucap Gania sambil menyodorkan segelas susu hangat untuk Gibran


"yaelah, ini ngga enak yang" protes Gibran


"iiihh" Gania gemas lalu mencubit paha suami omesnya hahaha

__ADS_1


Baby Gift yang tadinya menyusu dengan sangat kuat pun kini menyudahi hisapannya. Ia kemudian memainkan jari jarinya di p*y*d*r* Mommynya.


Glek Gibran semakin tak bisa lepas dari pemandangan itu.


Gania yang merasa di perhatikan pun segera mengingatkan.


"udah siang Mas. Jangan lihatin ini terus"


Gibran kemudian tersadar dari angan angannya yang sudah meninggi.


"eh iya, yaudah aku berangkat ya" pamitnya kemudian mengecup dahi Gania dan Baby Gift, tak lupa juga ia bersalaman dengan Nenek.


Di dalam mobil ia terus menggerutu dan merutuki diri sendiri.


"duh gara gara Baby Gift nih" gerutunya sambil melihat yang di bawah sana


Butuh waktu lama ia menjinakkan juniornya yang sempat meronta.


Ting ponselnya berbunyi


Gibran sengaja belum membukanya karena dapat membahayakan dirinya maupun pengguna jalan lainnya jika ia memainkan ponsel, toh juga ia sudah hampir tiba di kantornya.


Setelah tiba, ia membuka ponselnya.


"Gi, lu mau ngga jenguk Pricilla?" tulis Rendra dalam pesannya


Gibran menghela nafasnya. Sebenarnya Gibran meninginkannya tapi ia takut Gania tak mengizinkan.

__ADS_1


"nanti gue kabarin ya" jawab Gibran


"oke" jawab Rendra


__ADS_2