Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Gigit


__ADS_3

Hari selanjutnya Baby Gift sudah sembuh dari demamnya. Pagi pagi begini, ia sudah bangun lalu Gania mengajaknya menonton kartun.


"kemana Gania" gumam Gibran yang baru saja membuka mata


Ia mengucek-ngucek mata lalu menoleh ke box tempat Baby Gift biasanya berada.


"Gift juga ngga ada" gumamnya lagi


Lalu ia mendudukkan diri.


"sayang" panggil Gibran, tapi tak ada jawaban


"twinkle twinkle little star..."


Terdengar suara nyanyian dari lain ruangan.


Gibran menajamkan pendengarannya lalu berjalan mencari sumber suara itu. Setibanya di depan pintu kamar Baby Gift, ia tersenyum lalu membuka pintu itu.


"kalian disini" ucapnya kemudian menghampiri Gania yang sedang memangku putri mereka


"hmm..mhh" gumam Baby Gift sambil menepuk paha Mommynya


"iya, Daddy udah bangun" jawab Gania


"bangun jam berapa princess Daddy ini?" tanya Gibran sambil mencium pipi Baby Gift yang chubby


"belum lama sih Mas, sekitar dua puluh menit yang lalu" jawab Gania


"tumben kesini?" tanya Gibran


"iya, cari suasana baru. Biar dia juga terbiasa di kamarnya"


Gibran kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya.


"udah jam enam lebih Mas, kamu belum mau mandi?"


"gendong Baby dulu, baru mandi" jawab Gibran kemudian meraup putrinya

__ADS_1


"ututut si gendut" goda Gibran sambil mencium perut gendut Baby Gift


"ehehekk" Baby Gift tertawa sambil memukul wajah Daddynya


"aaeehhh" celoteh Baby Gift sambil mendekatkan bibir mungilnya yang terbuka ke hidung mancung Daddynya


"ngga boleh sayang, jorok" ucap Gibran sambil menutupi hidungnya


"sayang, tolong ambilin mainan gigitnya di laci" suruh Gibran


Kemudian Gania mengambilnya dan memberikan ke Baby Gift untuk merangsang pertumbuhan gigi.


"mainannya bentuk Strawberry" ucap Gania sambil memberikan mainan gigitnya


"thankyou Mommy" ucap Gibran untuk mengajari sang putri


"mmomhh" gumam Baby Gift lirih menirukan Daddy seraya mengambil mainan gigitnya dari tangan Mommy Gania


"dia latihan bilang 'Mom' loh Yang" ucap Gibran dengan wajah berbinar


"hmmm siapa dulu yang buat" sahut Gibran sambil tertawa geli


"hisss, Mas ih" Gania gemas lalu mencubit paha suaminya


"ahaha ampun sayang" Gibran melarikan diri membawa sang putri


"ehehekk.. ehekk.." gelak tawa Baby Gift terdengar ketika Daddy melarikan diri membawa dirinya


"hwwhh mmhh" gumam Baby Gift yang kembali menggigit mainan gigitnya


"iieehh" gumamnya lagi dengan gemas


"duh aku jadi was-was Mas, gimana kalo dia nyusu terus gigit anu ku kayak gitu" Gania bergidik ngeri membayangkannya


"hahahaha" tawa Gibran menggema


Gania menatap heran suaminya.

__ADS_1


"bukannya aku sudah sering melakukannya?" bisik Gibran tepat di telinga Gania


"bahkan aku menggigitnya kecil dengan gigi" imbuhnya


"dan kamu selalu menikmatinya" imbuh Gibran lagi


Seketika wajah Gania pun memerah, pipinya juga terasa hangat. Lalu ia memalingkan wajahnya.


"iya kan?" tanya Gibran sambil meraih dagu Gania dan mengedipkan satu matanya


"dasar mesum" Gania menjewer telinga suaminya


"aaah sakit Yang" racau Gibran


"ada anak juga masih kelewatan mesumnya" imbuh Gania sambil menguatkan jewerannya


"kan kamu yang mulai" protes Gibran sambil berusaha melepaskan tangan Gania dari telinganya


Gania kemudian melepaskan jewerannya lalu memeluk anak dan suaminya.


"aaaku ngga bisa marah sama kamu" ucap Gania sambil menggantungkan tangannya di leher Gibran lalu mengangkat kedua kakinya hingga menggantung


"sayang, aku ngga kuat" Gibran merintih karena menahan berat badan Baby Gift 8 kilogram yang berada dalam gendongannya, sedangkan Gania 47 kilogram yang sedang menggantung di lehernya.


"aku gemes sama kamu" ucap Gania sambil melepaskan dirinya


"ngga salah aku masih nganggep kamu istri kecil" jawab Gibran sambil tertawa


"kenapa?!" protes Gania sambil membulatkan mata


"yaa.. karena kamuu.." Gibran bingung menjelaskannya


"eh sayang udah jam setengah tujuh, aku mandi dulu" elak Gibran kemudian memberikan putrinya ke istri kecilnya


"yaudah sana" jawab Gania


"yuk duduk" ucap Gania sambil kembali mendudukkan dirinya dan buah hatinya di matras untuk bermain bersama.

__ADS_1


__ADS_2