Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Pemeriksaan


__ADS_3

Sorenya, Gibran benar-benar menepati janjinya untuk menemani Gania ziarah ke makam almarhum Papa Arya dan almarhumah Mama Miranda.


Dengan kandungan yang sudah besar, jalan Gania pun tak se lincah dulu. Terkadang, nafasnya pun juga mudah ter engah-engah.


Setibanya di makam, Gibran terus menuntun Gania dan membantunya duduk di samping pusara kedua orangtuanya.


"assalamualaikum Mama, Papa. Gania datang lagi kesini. Ma, Pa doain persalinan Gania bulan depan lancar ya. Doain Gania bisa melahirkan normal seperti impian setiap Ibu di luar sana. Oh iya, doain juga rumah tangga Gania dan Mas Gibran bisa bertahan hingga tua"


Tak terasa air mata Gania berjatuhan membasahi kedua pipinya. Gibran dengan sigap mengusapnya lalu mengelus bahu Gania untuk menguatkannya.


Setelah itu Gibran memimpin doa dan terakhir keduanya menaburkan bunga.


Dalam perjalanan pulang, Gania masih diam tak berbicara.


"sayang kok diam?" tanya Gibran sambil membelai rambut Gania yang tertutup jilbab


"Mama sama Papa ngga bisa lihat cucunya secara langsung" jawab Gania dengan suara bergetar


"sayang, percayalah mereka akan melihatnya dari surga"


"semoga" jawab Gania lirih


Kemudian Gibran mengalihkan pembicaraan tentang pemeriksaan baby.


"ngomong-ngomong kapan yang mau periksa baby lagi?"


"sekarang mau?"


"ya sudah ayo"


Gibran mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Setibanya di rumah sakit, keduanya menunggu antrian pemeriksaan. Pemeriksaan kali ini cukup memakan waktu yang lama, karena sore hari bisanya banyak Ibu Hamil yang juga memeriksakan kandungan mereka.


"sabar ya sayang"


"iya mas"


Tak lama kemudian Gania di panggil untuk masuk ke ruang periksa.


"selamat sore mba Gania, apakah ada keluhan?" tanya Dokter


"tidak Dok"


"menurut HPL, persalinan akan dilakukan 4 minggu lagi ya. Sekarang saya akan memeriksa kesehatan mba Gania dulu agar nanti bisa menentukan persalinannya apakah normal atau caesar"


"baik Dok"


Setelah itu Dokter memeriksa kesehatan Gania.


"jadi saya bisa melahirkan normal Dok?" tanya Gania dengan wajah berbinar


"insyaallah bisa, tapi nanti saya diskusikan dulu dengan tim. Karena usia mba Gania kan juga masih muda"


Gania menghela nafasnya.


"mari, saya periksa babynya" Dokter membantu Gania naik ke bed pemeriksaan


Dokter melakukan USG kembali untuk melihat posisi baby apakah sudah siap untuk lahir atau belum.


"hmm posisinya sudah bagus" ucap Dokter ketika melihat posisi baby dari layar USG


"berat dan panjangnya berapa Dok?" tanya Gibran penasaran

__ADS_1


"untuk beratnya 2,8 kilogram, panjangnya 47 centimeter"


"normal ya Dok?" tanya Gania


"iya, sebaiknya mulai membatasi makanan atau minuman manis. Takutnya baby bisa bertambah beratnya dengan pesat. Karena setiap hari baby akan bertambah berat 28 gram"


"baik Dok" jawab Gibran dan Gania bersamaan


"apa air ASI sudah keluar?" tanya Dokter


"belum Dok, apakah normal?"


"sebenarnya ASI sudah mulai diproduksi saat kehamilan sampai pada trimester kedua. Tapi mba Gania kan usianya masih muda, dan ini juga kehamilan pertama. Hormonnya belum maksimal, jadi jangan khawatir. Jangan lupa selalu mengkonsumsi sayur, tetap olahraga ringan, dan apabila setelah bayi lahir ASI belum juga keluar, nanti bisa di pompa" jelas Dokter


"baik Dok terimakasih" ucap Gania


"Dok, contoh olahraganya apa saja?" tanya Gibran


"seperti ini" ucap Dokter sambil memperlihatkan contoh olahraga


"kalau olahraga ranjang apakah masih boleh?" tanya Gibran nyeleneh tanpa dosa


Gania reflek membelalakkan matanya dan mencubitnya.


"boleh boleh saja, tapi harus di pertimbangkan. Karena sp*rm* mengandung senyawa prostaglandin yang dapat merangsang persalinan"


Jawaban Dokter membuat Gibran sedikit kecewa.


"harus sabar dulu" nasehat Dokter


Kemudian Gania dan Gibran menyudahi pemeriksaan dan kembali pulang.

__ADS_1


__ADS_2