
Hari selanjutnya Gibran bangun lebih pagi dari sang istri, ia memandangi wajah Gania yang belum membuka mata. Sesekali ia juga memainkan jari jarinya di pipi dan hidung yang tak terlalu mancung itu.
"kalau Baby Gift mirip aku, pasti hidungnya mancung kaya hidungku" guman Gibran
Merasa ada suara suara dan sentuhan di wajahnya, Gania pun mulai mengerjapkan mata.
"eughh" ia melenguh dan menggeliat
"melenguh aja suaranya seksi kaya gini" gumam Gibran lagi
"apa?" tanya Gania dengan suara seraknya
"semalam kamu.."
"eemh jangan di bahas" potong Gania sambil memanyunkan bibirnya
"bibirnya ngapain manyun gitu? kamu menggodaku?" tanya Gibran sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Gania
"masss" Gania mendorong pelan wajah suaminya
"sayang lihat tuh wajahmu memerah" ledek Gibran
"isshh kamu" Gania memalingkan wajahnya
"kamu enak" bisik Gibran nakal
"ah udah ah, mandi gih udah jam enam" Gania mengalihkan pembicaraan.
Gibran yang sudah puas menjahili Gania pun segera beranjak dari ranjang lalu membersihkan dirinya.
Gania menengok box Baby Gift lalu menghampirinya.
"hah sayang" Gania kaget ternyata Baby Gift sudah membuka mata dan menggerak-gerakkan tangannya
"kapan bangunnya, tumben ngga nangis" gumam Gania kemudian menggendongnya
"uuu anak pintar" gumamnya lagi lalu membawanya ke ranjang utama
"minum cucu ya"
Gania membuka kancing piyama dan b*anya, tapi Baby Gift belum menginginkannya.
Mendengar gumaman sang istri dari luar kamar mandi, Gibran buru-buru menyudahi aktivitas mandinya pagi ini.
"loh Baby udah bangun?" tanya Gibran
"iya, ngga tahu kapan. Aku lihat di box tiba-tiba udah bangun aja" jawab Gania yang juga memainkan rattle
__ADS_1
"wah pasti dia dengar obrolan absurd kita"
"kita? kamu aja" cibir Gania
"gara gara kamu yang" elak Gibran
Gania hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa.
"yang, cat nya kan udah selesai. Nanti aku akan pulang lebih awal buat menata furniturenya" ucap Gibran sambil memakai kemeja
"iya Mas, nanti kalau Baby tidur siang aku juga akan hias kamarnya"
Setelah selesai berpakaian, Gibran bermain sebentar dengan putrinya karena ia sedang di tinggal Gania cuci muka.
"anak pintar jangan nakal ya kalau ditinggal Daddy kerja" gumam Gibran sambil memainkan jarinya di telapak tangan Baby Gift, dan Baby pun menggengamnya.
Cring Cring Cring ... Daddy Gibran memainkan rattle itu
Kemudian ia menyembunyikannya di jas nya lalu memunculkannya kembali, berulang sampai beberapa kali hingga membuat Baby Gift gemas dan ingin meraihnya.
"ututu ini sayang" Gibran memberikan kembali rattle itu
"yuk sarapan" ajak Gania yang keluar dari kamar mandi
"digendong Daddy ya" ucap Gibran sambil menggendong Baby Gift
"biar aku aja Mas, nanti kemejamu lecek loh"
Setibanya di bawah, Nenek sudah menyiapkan roti untuk sarapan.
"hari ini sarapannya roti ya, tukang sayur libur soalnya" ucap Nenek
"iya Nek" jawab Gibran dan Gania bersamaan
"bentar Mas biar aku ambilin strollernya" ucap Gania lalu mengambil stroller Baby Gift yang ia simpan di garasi
Tak lama kemudian ia kembali ke ruang makan.
"emhh anak pintarnya Mommy disini dulu ya" ucap Gania yang menggendong Baby Gift dan bermaksud untuk menempatkannya di stroller
"hik.. hik.." Baby Gift merengek
"oh ngga mau ya? Mau minum cucu?"
Kemudian Gania menyusuinya.
"dia belum minum dari tadi" jelas Gania pada Gibran yang terus melihatinya
__ADS_1
"pantesan kuat banget minumnya"
"sshh pelan pelan sayang, perih" desis Gania
"perih?" tanya Nenek heran
"iya Nek, ada yang lecet" Gania keceplosan
"lecet? Kok bisa? Kan Baby belum ada gigi?" tanya Nenek menyelidik
Seketika Gania membelalakkan matanya.
"hahahahaha" Gibran tertawa terbahak-bahak
"ehehehe" Gania meringis sambil kakinya menyenggol kaki Gibran
"pasti Daddynya yang bikin lecet" tebak Nenek
Gania masih tak bergeming tapi Gibran mengangguk kecil.
Beberapa saat kemudian setelah menghabiskan sarapan, Gibran pamit untuk berangkat ke kantor. Sedangkan Gania kembali ke kamarnya untuk mandi bersama Baby Gift.
Cit Cit Cit suara mainan karet berbentuk bebek yang Gania masukkan kedalam ember Baby Gift.
"cit cit cit, lucu ya sayang" gumam Gania yang sibuk membasuh tubuh Baby Gift
20 menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi bersama
"brrr dingin ya, waktunya kita berjemur" ucap Gania sambil berjemur di balkon
Cup kecupan mendarat di pipi chubby Baby Gift. Kecupan itu Gania ulang beberapa kali hingga Baby Gift merengek dibuatnya.
"pakai baju yuk" Gania memakaikan baju untuk Baby Gift
Setelah selesai, Gania merebahkan tubuhnya di samping Baby Gift. Ia menatap langit-langit kamarnya, tiba-tiba ia teringat tugasnya untuk menghias kamar Baby Gift. Dan ting ide baru pun muncul
"sayang ikut Mommy yuk" ajak Gania sambil menggendong putrinya dengan gendong
Ia mengajak Baby Gift ke kamar yang akan digunakannya kelak.
"ini kamar Baby" gumamnya
Gania mengambil stiker dinding yang Gibran beli, kemudian ia menempelkannya di area yang masih bisa ia capai.
"oh di kamar sini ternyata" ucap Nenek yang masuk ke kamar itu
"eh Nenek, iya. Nek, tolong gendong Baby dulu ya, aku mau pasang ini" ucap Gania sambil memperlihatkan stiker dindingnya
__ADS_1
"yuk" Nenek meraih Baby Gift dari gendongan Mommynya
Setelah itu Gania menempelkan stiker dinding lebih tinggi dengan bantuan kursi.