Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Renovasi


__ADS_3

Hari selanjutnya Gibran tidak datang ke kantor, ia akan memantau pekerjaannya dari rumah. Hari ini ia sibuk membeli baby furniture yang akan digunakan Baby Gift nantinya.


Ia berbelanja sendiri, karena jika membawa Gania dan Baby Gift pasti akan repot jadinya. Gania hanya memantau apa yang suaminya beli lewat panggilan video call.


Setelah selesai, Gibran pulang lebih dulu sebelum nantinya pihak toko mengantar barang ke rumah.


"sayang, Daddy udah pulang" ucap Gania yang mendorong stroller Baby Gift ke depan garasi


"hallo cantik, belum bobo?" tanya Gibran pada Baby Gift yang mengamatinya


Gibran menekuk lututnya lalu mencium perut gendut Baby Gift yang tepat berada di depannya.


Baby Gift yang merasa geli pun memukul mukul kecil kepala sang Daddy.


"Dad, geli" ucap Gania


Kemudian Gibran menyudahi ciuman itu.


"ayo masuk, kita ke kamar Baby" ajak Gibran sambil mengangkat Baby Gift dari stroller lalu menggendongnya


Gania pun mengikuti ajakan sang suami, ia kemudian mendorong stroller kosong itu dan memasukkannya ke dalam garasi.


"ini kamar Baby" ucap Gibran sambil masuk kedalam


Baby Gift pun melihat kamar asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Matanya melirik kesana kemari.


"barangnya datang jam berapa Mas?" tanya Gania yang masuk kedalam kamar


"mungkin sebentar lagi yang" jawab Gibran


"aku akan merenovasinya sendiri" imbuhnya


"sendiri? serius?"

__ADS_1


"emangnya suamimu yang tampan ini pernah bohong sama istrinya yang seksi?" bisik Gibran


"issshh" Gania mendorong wajah Gibran yang hampir menempel wajahnya


"Baby, lihat sayang, wajah Mommy seperti kepiting rebus" ledek Gibran sambil mendekatkan Baby Gift ke Gania


Baby Gift pun mengarahkan tangannya ke wajah Mommy Gania untuk di remasnya.


"Baby gemes sama Mommy?" tanya Gania sambil menggelitik perut gendut Baby Gift


Baby Gift pun memukul tangan Mommy yang menggelitik perutnya, kemudian Mommy Gania menghentikannya.


"Gibran, furniturenya sudah sampai" teriak Nenek dari luar kamar


Kemudian Gania membukakan pintu dan mereka turun bersama.


"sini Mas biar Baby sama aku" ucap Gania kemudian meraih Baby Gift dari gendongan Daddynya


"di atas bisa Pak?" tanya Gibran


"bisa"


Kemudian kedua pengantar itu mengangkat furniture untuk di letakkan di kamar atas Baby Gift.


Skip


Setelah semua selesai, Gibran membayar semua yang ia beli. Kemudian pengantar itu pamit kembali.


"mahal semua Mas ternyata" gumam Gania


Gibran tersenyum sambil mengacak-acak rambut Gania.


"ngga papa sayang, aku rela mengeluarkan uangku berapapun demi kalian" ucapnya kemudian mencium kening Gania

__ADS_1


"hikkk.. hikkk..." suara Baby Gift yang mulai rewel


"Baby ngantuk ya?" tanya Gibran pada princess montoknya


"bobo dulu gih, Daddy mau renovasi kamar Baby" imbuhnya


Kemudian Gania mengajak Baby Gift ke kamarnya kemudian tidur siang bersama.


***


Gibran memulai mengecat tembok dengan cat warna yang Gania inginkan. Ia benar benar melakukannya sendirian.


Kring Kring Kring ponselnya berbunyi


Buru-buru Gibran mengangkat panggilan itu.


"hallo" ucapnya


"Gi kamu libur? Papa ke kantor katanya kamu ngga masuk?" tanya Papa Surya dari seberang sana


"iya Pa, Gibran sibuk di rumah" jawabnya


"*sibuk apa? tadinya Papa mau nitip mainan buat cucu Papa"


"kenapa ngga langsung ke rumah aja*?" tanya Gibran


"iya nanti pulang dari kantor Papa ke rumah kalian. Ya sudah"


Kemudian Papa Surya menutup panggilan teleponnya.


"Papa aneh" gumam Gibran sambil geleng geleng kepala


Kemudian ia melanjutkan pekerjaan mengecatnya.

__ADS_1


__ADS_2