
Hari selanjutnya aktivitas Gania masih sama seperti sehari sebelumnya. Ia terus merangsang Baby Gift untuk belajar merangkak.
"ayo ambil mainannya" ucap Gania sambil meletakkan mainan karet di depannya
Baby Gift yang semula tengkurap pun kini mencoba mengangkat tubuhnya. Tapi tak lama setelah itu ia kembali menurunkannya.
Cit Cit Cit... Gania membunyikan mainan karet itu.
Baby Gift kembali terangsang dan tersenyum. Ia kembali mengangkat tubuhnya lalu menggerakkan tangan serta kakinya ke depan.
"ii pintar, ayo sayang" Gania menyemangati putrinya
Buggg... Tubuh Baby Gift terjatuh dan kembali tengkurap.
Baby Gift yang gemas pun mengerang dan terus mengoceh.
"aaaooo... aaaaa..." ocehnya
"aaa sini" ucap Gania yang masih menunggu putrinya
Baby Gift tidak patah semangat, ia kembali mencoba hingga akhirnya bisa bergerak maju.
Buggg... Baru beberapa rangkak, ia kembali terjatuh.
"hik.. hikk.." ia merengek
"loh kok nangisss" Gania kemudian meraupnya dan memberikan mainan karet yang ingin Baby Gift ambil
Baby Gift langsung mengambil mainan karetnya dari tangan Mommy Gania.
"ehekk.. ehekk.." gelak tawa Baby Gift
"oh kamu menggoda Mommy, kamu pura pura nangis biar Mommy kasih mainan ini" ucap Gania gemas lalu mencium perut gendut Baby Gift hingga tawa Baby tak terhenti
"ehek.. ehek.. ehekk.."
Krukkk.. Perut Baby bunyi.
"ahaha anak Mommy lapar? Mau makan?" tanya Gania sambil menggendongnya untuk dibawa ke bawah
__ADS_1
Saat Gania menuruni tangga, dilihatnya sang suami sudah berada di sana.
"Mas kok udah pulang?" tanya Gania heran
"eemmhh...aaeehhh..." oceh Baby Gift sambil memukul bahu Mommy Gania karena melihat Daddynya
"aku mau makan siang di rumah yang, sekalian tadi bawain High Chair (meja makan) buat Baby" jawab Gibran yang kemudian meraih Baby dari gendongan sang istri
"Baby kan udah mulai makan, aku kepikiran pasti kamu kesusahan. Jadi aku beliin High Chair buat dia, biar kamu lebih mudah menyuapinya" imbuh Gibran sambil menggoyangkan tubuh Baby Gift
"terimakasih Mas" ucap Gania lalu mencium pipi sang suami
"ehekk.. ehekk.." tawa Baby Gift saat melihat Mommy Gania mencium Daddynya
"ih ketawa" ucap Gibran sambil mencium pipi chubby putrinya
"yaudah aku buatin MPASI buat Baby dulu ya"
Gibran mengangguk lalu mencoba mendudukkan Baby Gift di High Chair barunya, tapi Baby Gift tak mau lepas dari Daddynya.
Di dapur, Gania membuatkan bubur kentang plus ayam yang sudah di lumatkan, sambil membuatkan minuman untuk Gibran yang sepertinya lelah dengan pekerjaan.
"ini buat Daddy, ini buat Baby" ucap Gania sambil meletakkan minuman di depan Gibran dan mengaduk bubur milik Baby Gift
"duduk di High Chair baru yukk" ajak Gania yang meraup putrinya lalu mendudukkannya di High Chair barunya
Kali ini Baby Gift langsung mau, setelah itu tangan kecilnya memukul meja itu. Sebelum makan, tak lupa Mommy Gania memasangkan Baby Bib di lehernya.
Puk Puk Puk
"bagus ya" ucap Gania sambil menyuapkan bubur kentang plus ayam buatannya
"bubur apa yang?" tanya Gibran sambil mengunyah makanan
"kentang plus ayam Mas"
Tak ada penolakan dari Baby Gift, malah ia lahap memakan bubur buatan Mommynya.
"lahap banget makannya" ucap Gibran yang masih makan sambil mengamati putrinya
__ADS_1
"iya kan bareng Daddy" jawab Gania dengan suara buatannya
"Gift anak pintar" imbuh Gania
Setelah selesai dan merasa kenyang, Gibran pun tak sengaja bersendawa.
"ehek.. ehek.. ehek.." gelak tawa Baby Gift saat melihat dan mendengar Daddynya bersendawa
Setelah tertawa Baby Gift tak mau lagi membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Mommy Gania.
"ngga mau? tinggal dikit lagi Nak" ucap Gania
"Daddy kan udah selesai, jadi dia ikutan udahan" sahut Gibran kemudian tertawa
"lumayan nih, habis enam suapan besar" ucap Gania kemudian memberi air minum pada Baby
"pintar banget anaknya Mommy sama Daddy" ucap Gibran gemas sambil mencium kedua pipi chubby sang putri
"yang, aku kerja lagi ya" pamit Gibran kemudian mendaratkan kecupan di dahi sang istri
"iya Mas, pamit juga sama anaknya"
"Daddy kerja lagi ya, Baby di rumah sama Mommy" pamit Gibran sambil melambaikan tangan
Baby Gift memasang ekspresi datar, entah ekspresi apa yang akan ia pasang setelahnya.
"kok diem aja, jangan jangan mau nangis" gumam Gania
Tapi gumaman Gania salah, setelah itu Baby Gift menirukan Daddy Gibran melambaikan tangan.
"daaaahh.." Gibran kembali melambai
"dadaahh.. Hati-hati Dad" ucap Gania
"iya sayang" teriak Gibran yang sudah sampai depan
Gania kemudian tersenyum lega karena Baby tak menangisi kepergian Daddy Gibran.
Setelah itu ia membawa Baby Gift ke ruang TV dan mengajaknya menonton kartun bersama.
__ADS_1