
Diana, Andy dan Rossa lalu duduk diruang tamu dirumah panggung milik Rossa. Mereka bercanda dan tertawa karena sudah lama tidak bertemu. Hari sudah semakin sore, Diana berpamitan pada Rossa.
"Aku pulang dulu, hari sudah mulai gelap," kata Diana sambil mencium Eduardo.
"Aku akan mengantarmu," kata Andy berdiri disamping Diana.
Diana tersenyum pada Andy dan menatapnya lembut," Tidak usah, aku akan menginap dirumah Naina. Kau menginaplah disini," kata Diana.
"Tapi...."
"Eduardo pasti ingin tidur dengan ayahnya. Kalian baru bertemu setelah beberapa bulan." kata Diana lalu membuka pintu.
"Baiklah," Andy mengangguk pelan.
Rissa sedang menimang-nimang Eduardo dan Andy mengantarkan Diana sampai di halaman rumah. Andy kembali setelah Diana tidak kelihatan lagi.
Andy lalu masuk kedalam dan menutup pintunya.
"Banyak nyamuk, sebaiknya aku menutupnya," kata Andy.
"Ya, beberapa hari ini nyamuknya sangat banyak. Pipinya penuh dengan bintik nyamuk." kata Rossa.
Andy lalu mengajak Rossa untuk tidur dikamar mereka dan menempatkan bayinya ditempat tidur terpisah.
***
Beberapa bulan kemudian, Rossa hamil lagi dan ini adalah anak keduanya dengan Andy. Kehamilanya disambut dengan pesta meriah yang diadakan oleh tetua. Karena kali ini Tetua ingin anak yang sehat dan tidak cacat sebagai penerus dipulau itu.
__ADS_1
Andy sendiri tidak terlalu tertarik dengan pesta kali ini, karena seakan menganggap anaknya yang cacat sebagai orang lemah. Bagi, Andy sendiri, meskipun anak pertamanya lahir dengan satu tangan, tapi dimatanya dia tetap anak yang tidak cacat.
Kali ini Andy hanya datang sebentar lalu pergi. Untuk pertama kalinya dia tidak sepemikiran dengan Tetua.
Rossa masih disana karena dia sedang berada ditengah pesta. Andy memilih untuk menggendong Eduardo ditemani oleh Diana.
"Kau cepat kembali?" tanya Diana kaget saat melihat Andy sudah ada dipintu.
"Ya, aku tidak tertarik dengan acara kali ini. Aku tahu ini demi keselamatan kandungan Rossa, tapi Eduardo dianggap sebagai pria cacat dan lemah, aku tidak setuju. Bukankah awalnya dia yang akan dinobatkan sebagai penerus pemimpin pulau ini?" ujar Andy sambil menatap putranya yang sedang minum susu.
"Sepertinya kau sedang marah?"
"Aku hanya kecewa. Dimasa depan, aku yakin, Eduardo akan menjadi pria yang kuat, meskipun orang akan menganggapnya lemah karena kekurangan yang dia miliki," kata Andy
Diana lalu membelai pipi suaminya dan menatapnya lembut.
Lalu tiba-tiba Eduardo tertawa seakan dia mengerti apa yang sedang dibicarakan ayahnya serta ibu pertamanya.
Pesta telah selesai dan Rossa pulang kerumahnya. Anaknya sudah tidur saat dia pulang. Sementara Andy sedang tiduran disampingnya, menjaganya.
Rossa tahu jika acara adat kali ini, membuat Andy kecewa, itulah kenapa dia hanya datang sebentar lalu pulang. Meskipun pesta itu diadakan untuk anak keduanya.
"Aku tahu kau tidak suka acara kali ini." kata Diana sambil membawa minuman hangat untuk suaminya.
"Kau pasti tahu alasannya,"
"Ya, tadi mereka mencarimu, tapi karena kau tidak ada disana, lalu tetua yang mewakilimu," kata Rossa.
__ADS_1
"Andi...."
"Ya...." Andy lalu duduk disamping istrinya.
"Aku ingin menyerahkan anak yang sedang aku kandung ini untuk Diana. Diana tidak bisa memiliki anak. Aku mungkin akan kerepotan menjaga keduanya sementara kau tidak ada disini. Bawalah bayiku ini bersamamu keluar dari pulau ini. Aku ingin Diana yang merawatnya," kata Rossa.
Andy sempat menatap Rossa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia katakan.
"Maksudmu? Kau ingin Diana menjadi ibunya?"
"Ya, aku juga ingin dia menjadi seorang ibu dan merawat anakmu. Maka, aku yang akan melahirkanya, namun Diana yang akan membesarkan ya," kata Rossa menggenggam tangan Andy.
Andy lalu merengkuh istri keduanya dengan hati yang senang. Ternyata Rossa memikirkan perasaan Diana hingga ingin memberikan anak keduanya padanya.
"Kau bisa membawanya kemari setelah dia dewasa," kata Rossa.
"Tentu. Diana pasti senang mendengar semua ini. Ibuku, ingin Diana memiliki anak, tapi aku tidak bisa mengatakan jika Diana tidak bisa mengandung."
"Ibumu pasti senang, jika saat kau kembali nanti, Diana membawa seorang cucu untuknya," kata Rossa.
Andy lalu membelai rambut Rossa dan mencium keningnya.
"Sementara, jangan beritahu Diana. Jika anakmu sudah lahir, baru kau beritahu dia." kata Andy pada Rossa.
"Baiklah....."
Mereka lalu tidur dan Rossa menghabiskan malam lebih banyak daripada istri Andy uang lainya. Dalam satu Minggu, Andy bersama Rossa tiga hari dan bersama Naina dua hari lalu Diana dua hari.
__ADS_1
Semua itu karena Rossa sedang hamil dan mempunyai seorang bayi, dan setelah dibicarakan dengan istrinya yang lain, maka mereka sepakat untuk memberikan satu hari yang tersisa untuk Rossa.