Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Senjata makan tuan


__ADS_3

Andy dan Lewis segera turun dari mobil setelah sampai disebuah gedung instansi.


"Kau yakin disini?" tanya Andy pada detektif yang lebih dulu turun dari mobil.


"Dia sedang berjalan keluar," kata detektif itu.


"Oke kita tunggu disini, agar dia tidak curiga dan masuk kedalam," kata Andy dan menyuruh anak buahnya untuk menjauh dari tempat itu agar tidak dicurigai.


Karena saat masuk kedalam, akan sulit bagi Andy untuk mendekatinya. Didalam gedung itu ada ribuan pekerja. Dan dia tidak tahu yang mana musuhnya.


Jika dia keluar maka titik itu juga akan berubah dan berjalan mengikuti ponsel miliknya, lebih mudah untuk mengetahui siapa musuhnya.


Andy dan Lewis menunggu sambil berpura-pura memesan minuman kopi pada abang-abang yang berjualan.


"Kenapa lama sekali?" tanya Lewis pada detektif.


"Dia dititik ini. Mungkin sedang berbicara dengan seseorang,"


"Haruskah kita masuk kedalam?" tanya Lewis pada Andy.


"Tidak. Kita akan disini sampai dia keluar, dia pasti akan keluar, mana mungkin dia akan didalam gedung itu terus. Gedung ini tutup jam 11 malam. Setelah itu semua lampu akan dimatikan. Dan semua lemburan harus dilanjutkan keesokan harinya." kata Andy.


"Darimana kau tahu?" tanya Lewis.


"Saat sekolah atau pernah pkl disini,"


"Pantas saja kau tahu kapan lampu dimatikan," kata Lewis lalu menyeruput kopi hitamnya.


"Titik itu mulai bergerak," kata Detektif.


"Kemana dia?" tanya Andy.


"Pintu belakang," kata detektif.


"Sialan!" Andy segera menaruh kopi yang akan diminumnya dan bangkit. Mereka bertiga lalu berlari kepatutan belakang.


"Dimana dia?" tanya Andy pada detektif. Karena hanya dengan titik itu dia bisa menemukan musuhnya yang tidak dia ketahui tapi menyerang dengan diam-diam.


"Disana!" teriak detektif menunjuk pada sebuah mobil yang meninggalkan parkiran.


"Mana?"


"Mobil itu!" kata detektif menunjuk pada mobil yang pergi seusia gerakan pada ponselnya.


"Kejar dia!" kata Andy dan mereka bertiga segera masuk kedalam mobil lalu mengejar penjahat itu.


Awalnya penjahat itu tidak menyadari dan mengira jika Andy dan Lewis sudah tiada. Namun saat dia melihat kaca spion dia menjadi ketakutan.


Sementara dia hanya berdua dengan sopir didalam mobilnya. Dan dibelakangnya Andy beserta anak buahnya ada puluhan orang.

__ADS_1


"Kencang! Lebih kencang lagi!" Teriak Thomas. Thomas sendiri tidak bisa bela diri, dan berkelahi. Dia menjadi pemimpin karena kekuasaannya dan uang yang dia miliki. Dia bisa punya anak buah dan membayarnya. Karena itulah dia tidak pernah ada disetiap markas. Melainkan lebih senang mengendalikan anak buahnya dari jarak jauh.


Mobil yang dikendarai Thomas terus berjalan sangat kencang, dan Andy juga terus mengejarnya sambil tersenyum.


Thomas memanggil anak buahnya didekat pintu keluar tol. Dan mengatakan jika butuh bantuan mereka.


Begitu sampai dipintu keluar tol, Thomas berdecak dan tersenyum. Dia berfikir dengan banyak anak buah yang sudah berkumpul maka dia akan selamat. Dan anak buahnya akan mengalahkan Andy serta Lewis.


Andy lalu keluar, semua anak buah Andy keluar dan mereka berhadapan dengan para penjahat itu.


Dug!


Buk!


Brakkkk!


Mereka terlibat perkelahian sengit. Sementara Andy dan Lewis pergi kearah mobil milik Thomas. Dan dengan kekuatanya, Andy mencopot pintu mobil lalu menarik Thomas keluar.


Andy sangat kaget saat tahu musuhnya ternyata orang yang sering dia temui untuk mengurus berkas perusahaannya.


"Kau!" Andy terkejut.


Setelah menariknya keluar dari mobil lalu menghempaskanya.


"Kau punya masalah denganku? Aku tidak menyangka kau ada dibalik semua ini?" teriak Andy.


"Karena kau membunuh Tom adikku." kata Thomas berterus terang.


"Apa? Jadi Tom adalah adikmu? Dia berkhianat pada ayahku. Dia mati karena bunuh diri dan terjun dari apartemennya" kata Andy.


"aku tidak percaya. Kau dan anak buahmu yang membuatnya melakukan itu. Kau pantas mati!" Dan disaat yang sama dia dengan cepat mengambil pistol dan sebuah tembakan mengenai lengan Andy.


Andy segera mengejarnya dan menendang pistolnya. Sementara Lewis sedang bertarung dengan pimpinan para penjahat itu.


Detektif juga membatu mereka dan akhirnya seluruh penjahat itu terkapar. Tinggal Thomas yang masih hidup.


Dia menjadi ketakutan dan gemetar. Dia mengarahkan sebuah pistol lainya karena satu pistol terlempar saat ditendang oleh Andy.


Thomas mengarahkan pistol dara mereka bertiga secara bergantian. Karena sangat kesal, dan ingat pada kematian Sony, Lewis segera maju dan menendang Thomas.


Dia kehilangan pistolnya dan terjungkal dihadapan Andy.


Andy juga sangat kesal saat teringat bagaimana sahabatnya tiada, maka dia menendang Thomas dengan sangat kuat.


Thomas terjungkal dihadapan Detektif. Dia menendangnya kehadapan Lewis.


"Ampun..." teriak Thomas setelah darah keluar dari hidung dan mulutnya.


"Larilah....cepat!" kata Andy.

__ADS_1


Dan saat Thomas berlari, Lewis segera menembaknya berulang kali hingga dia tewas ditempat.


Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.


Andy dan lewis pergi kerumah sakit karena Andy tangannya terluka.


"Kau harus segera kerumah sakit," kata Lewis.


"Tanganmu berdarah," kata Lewis.


Andy lalu mengambil kalungnya dan mengusapnya pada lukanya. Sebuah keajaiban terjadi, kalung itu mengeluarkan cahaya kebiruan dan membuat luka itu tertutup oleh cahaya. Setelah cahaya itu menghilang, kulit lengan Andy utuh seperti sediakala.


Lewis sangat terkejut dengan kekuatan kalung itu dan keajaiban yang dua kali dia saksikan.


"Darimana kalung ini? Ini sangat hebat," kata Lewis sambil menyentuh lengan Andy.


"Kalung ini sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang lain. Dia akan memanfaatkanya untuk kejahatan." kata Andy.


Lewis tersenyum lalu melihat pada jendela. Dalam hati, jika dia punya kalung seperti itu, maka dia akan mendapatkan segalanya dan berhenti menjadi anak buah. Dia akan menjadi bos dan menjadi yang terkuat, itu yang Lewis pikirkan.


Namun sayangnya, Andy tidak memberitahunya darimana mendapatkan kalung ajaib itu.


Mereka sampai dirumah sakit. Presdir sedang dirawat disebuah ruangan. Dan sebelum menemui mereka Andy mengatakan pada Lewis jika Zafira adalah mata-mata sebelumnya.


"Kau membawanya dekat denganmu, dan kita kehilangan Sony," kata Andy menyesalkan kecerobohan Lewis.


"Awalnya aku tidak tahu siapa dia. Aku jatuh cinta padanya,"


"Tanyakan siapa dia dan apa hubungannya dengan mereka?" kata Andy saat melihat Zafira berdiri dari kamar dan akan menemui mereka.


Zafira sudah lebih baik sekarang, dan ingin mengakui semuanya didepan Lewis. Dia tidak ingin hidup dalam ketakutan dan kebohongan lagi.


"Aku akan mengatakanya," kata Zafira tiba-tiba.


"Aku adalah istri Tom. Dan awalnya aku ingin balas dendam. Tapi aku jatuh cinta padanya, dan itu bukanlah kebohongan, namun kakak ipar selalu mengancamku dan aku tidak bisa melawannya," kata Zafira masih tetap ditempatnya berdiri.


Dia tidak ingin lagi menipu orang yang dicintainya. Dan setelah pengakuan ini, jika Lewis tidak bisa menerimanya maka dia akan pergi dari hidupnya selama-lamanya.


Lewis seakan limbung saat mendengar pengakuannya. Dan Andy langsung memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kau telah menipuku....kau telah mengkhianati ketulusanku. Aku memilihmu diantara banyak wanita, tapi....aku dikhianati oleh istriku sendiri....." Lewis tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan rasa kecewanya.


Andy diam saja melihat drama suami istri itu. Dia sendiri kesal dengan Lewis, karena kecerobohannya, dia sudah membahayakan banyak nyawa.


Tiba-tiba Zafira bersujud di kaki Lewis.


"Aku bersumpah, jika aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku. Aku tidak berterus terang padamu sejak awal," kata Zafira namun airmatanya tidak bisa meluluhkan kemarahan dan rasa kecewa Lewis padanya.


Lewis berdiri seperti patung dan tidak berekpresi apapun.

__ADS_1


__ADS_2