
Robert masuk kedalam mobil dan pergi kerumah Norman. Saat itu Norman sudah pergi ketempat lain. Hanya ada anak buahnya dirumahnya untuk berjaga.
Dua anak buah yang berjaga dipintu mengangguk padanya. Robert membuka kaca jendela dan ingin bertemu dengan Norman.
"Bos Norman baru saja pergi Tuan. Dan tidak mengatakan pergi kemana." Kata anak buahnya pada Robert.
"Kurang ajar!"
Robert lalu putar arah dan pergi ke pelabuhan. Disana dia mencari Bondan. Bondan baru saja berganti baju dan akan pulang.
Tiba-tiba dia dikagetkan dengan Robert yang sudah berdiri dihadapannya.
"Kau tahu kemana Andy pergi?" tanya Robert langsung tanpa basa-basi.
"Tidak. Aku tidak bertemu lagi dengannya sejak saat itu,"
"Mungkin dia mengatakan padamu kemana dia pergi."
"Sayangnya dia tidak mengatakanya. Kami tidak berbicara lagi sejak saat itu." Kata Bondan dan menatap Robert dengan selidik. Dia berfikir kenapa Robert terlihat sangat khawatir dan memang kemana Andy pergi?
"Ohh, shiittt, sial!"
Robert lalu menjauh dari Bondan. Robert menelpon seorang anak buahnya yang tadi melihat Andy untuk terakhir kali.
"Kemana Andy pergi? Siapa saja yang dia bawa?"
"Dia berlayar kearah selatan. Dan dia bersama seorang perempuan." kata anak buahnya.
"Kearah selatan? Siapkan kapal, aku ingin tahu kemana dia pergi?" tanya Robert lalu pergi kepelabuhan.
Robert menggunakan kapal boat dengan kecepatan tinggi untuk mengejar kapal Andy. Tapi sayangnya kapal itu hanya muat empat orang penumpang.
Robert segera meninggalkan pelabuhan dan mengejar kapal Andy. Andy menggunakan kapal pesiar yang jalanya tidak secepat kapal boat. Andy sengaja menggunakan kapal itu agar Naina nyaman bersama bayinya.
Didalam kapal pesiar itu, Andy juga sudah membawa banyak alat yang bisa dia gunakan dipulau terpencil.
Saat ini hampir pagi dan Robert berhasil menemukan kapal yang di naiki Andy dan Diana.
Robert segera merapatkan kapal boatnya dan dia melompat kedalam kapal pesiar itu.
"Dimana Andy?" tanya Robert pada seorang pelayan.
__ADS_1
"Tuan Andy didalam bersama tamunya." kata pelayan itu hormat pada Robert. Karena Robert adalah kakak tiri Andy dan juga merupakan anak Tuan Malik.
Diana dan Naina masih tidur. Andy melihat dari layar cctv dikamarnya.
"Robert? Untuk apa dia kemari?" Andy lalu keluar dan mengunci kamar dari luar.
Andy berjalan menjauh dari kamarnya untuk menemui Robert. Robert adalah saudara tirinya, ayahnya sangat menyayanginya.
Sebagai mana ayahnya mencintai istrinya, dia juga menerima Robert dan memperlakukanya seperti anaknya sendiri. Apalagi sejak Robert mulai tumbuh dewasa dan tertarik pada bisnis ayahnya. Ayahnya semakin menyayanginya.
Andy lebih banyak menghabiskan waktu didepan komputer karena kecewa dan kesepian. Andy masih kecil saat ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Dan karena ibunya tidak ada disampingnya, entah benar-benar meninggal atau pergi, tapi yang jelas, cerita tentang ibunya sudah lama dikubur didalam keluarga itu.
Andy menerima ibu barunya dan berharap akan menyayanginya, tapi ternyata dia kecewa saat tahu jika ibunya itu tidak menyukainya. Dia sering bermuka dua didepan dirinya dan didepan ayahnya. Hingga ayahnya lebih mempercayai Robert daripada dirinya. Sejak saat itu Andy hidup dengan komputer.
Sepanjang hari dikamar dan menatap layar komputer. Berulang kali ayahnya memberikan kesempatan untuk mengelola cabang bisnis keluarga, tapi entah kenapa selalu saja gagal karena ibu tirinya ada dibalik semua itu.
"Hai adikku!" Sapa Robert dengan senyuman khas yang dibuat-buat.
"Kenapa pergi tiba-tiba? Kau mau kemana?" Tanya Robert dan merangkul Andy. Andy diam dan membiarkanya.
Mereka lalu duduk berhadapan.
"Kenapa kesini?" tanya Andy menatap muka Robert dengan kesal.
"Bukan urusanmu kemana aku pergi. Aku akan baik-baik saja. Jadi sebaiknya pergilah dari sini. Urus saja urusanmu sendiri?"
"Hoho, rupanya sekarang kau sudah banyak berubah. Tentu saja semua urusanmu akan menjadi urusanku. Kita adalah keluarga. Jadi kemana kau akan pergi aku harus tahu." Kata Robert menyeringai dan meremehkan Andy yang baginya terlihat kecil dan seperti pria tak berkekuatan.
Badan Robert besar dan berotot. Mungkin sekali pukulannya akan membuat Andy terlempar keluar dari kapal pesiar.
"Sudah kubilang, ini bukan urusanmu. Pergilah!" Kata Andy pada Robert.
"Katakan! Kenapa foto Naina ada dikamarmu? Apakah kau membawanya bersamamu? Untuk apa?"
"Aku tidak mengenal Naina, siapa dia?" Andy sengaja berpura-pura.
"Jangan berbohong. Hanya kau yang mungkin bisa mengubah kesepakatan ku dengan Norman. Siapa lagi? Aku sangat menyesal baru menyadari ini. Dan bajing*n itu! Entah pergi kemana!?"
"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan. Pergilah dari sini?!" Andy tetap tidak mau semakin lama berdebat dengannya. Dia takut Naina terbangun dan ketakutan. Atau bayinya menangis dan Robert mendengarnya.
"Serahkan dia padaku maka aku tidak peduli meskipun kau tidak kembali." kata Robert yang benar-benar terobsesi dengan Naina.
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan! Pergilah! Atau...."
"Atau apa?" Robert meremehkan kekuatan Andy yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Hahahaha, kau akan melawan kakakmu demi perempuan itu?"
"Tidak ada pilihan lagi!" Andy segera bangun dan mereka berdiri berhadapan. Andy memang tidak setinggi Robert tapi tidak berarti dia akan kalah meskipun secara fisik badan Robert lebih tinggi dan lebih kekar.
"Kau maju duluan. Aku ingin melihat kekuatan adikku bercinta ini, hahahaha!" Robert tertawa dan seakan meremehkan kekuatan Andy.
Andy yang diremehkan mulai memasang kuda-kuda dan tiba-tiba badanya berputar dan kakinya menampar pipi Robert. Kekuatanya sungguh dahsyat dan Robert tidak sempat menghindar.
Pipinya merah dan darah segar keluar dari sudut bibirnya. Robert terbelalak kaget dan tidak menyangka jika Andy bisa bela diri.
"Kurang ajar! Ternyata kau tidak bisa diremehkan! Rasakan ini!" Robert mulai menyerang Andy dan Andy sempat mundur kebelakang.
Beberapa pukulannya tidak berpengaruh pada badan Robert.
"Hahahaha," Robert tertawa menyeringai.
"Ohh!" Andy merasakan sakit dipunggungnya terkena tendangan Robert.
"Hahahaha, kau pikir siapa dirimu? Kau seperti jari kelingking dihadapan ku! Sudahlah! Serahkan gadis itu sebelum aku mematahkan semua tulangmu!" Teriak Robert melihat Andy memegang perutnya.
Jika bertarung jarak dekat, memang Andy mengalami sedikit kesulitan, akibat badan Robert yang kuat dan Andy berfikir akan menyerangnya dengan sekali pukulan dan mengirimnya kembali.
Andy lalu berputar dan plak! plak! plak!
Andy menghajar kepala Ribery berulang kali dengan gerakan memutar dan kakinya yang menamparnya.
Dan yang terakhir Andy menghajar kakinya hingga Robert tidak bisa berdiri.
Saat itulah Andy memanggil dua orang anak buahnya untuk menyeretnya kekapal miliknya.
"Bawa dia!" Robert pingsan dan dia dibawa pergi oleh anak buahnya. Andy tidak bisa meneruskan perjalanan dengan kapal pesiar lagi. Dia lalu mengeluarkan kapal boat tercepat dan muat untuk 6 orang.
Andy segera membangunkan Diana dan Naina dan mengajak mereka berpindah kapal. Andy tidak ingin keberadaanya diketahui oleh orang lain.
Mereka lalu naik kapal boat yang sudah ada didag kapal dan sudah dipersiapkan Lewis untuk berjaga-jaga.
"Maafkan aku. Kita harus menggunakan ini untuk melanjutkan perjalanannya." Kata Andy pada Diana dan Naina.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Diana penasaran.
"Nanti aku ceritakan," kata Andy dan fokus untuk melajukan kapalnya yang kecepatannya mirip pesawat terbang.