Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Bangun tidur


__ADS_3

Diana membuka matanya perlahan dan kaget saat Andy tidur dengan memeluknya. Tadinya Diana akan bangun, tapi tanganya masih dipegang kuat oleh Andy. Diana lalu mengurungkan niatnya untuk bangun dan menatap wajah Andy.


Jika di lihat dengan seksama, wajahnya dingin dan sedikit ekspresi. Wajahnya terlihat kesepian meskipun dia tinggal dengan keluarga dan banyak pelayan yang siap melayaninya.


Diana tersenyum menatap wajah Andy yang masih terpejam sangat lama. Dia juga membiarkan Andy tetap memeluknya seperti itu.


"Ini pasti alam bawah sadarnya yang bekerja. Saat sadar, Dianalah yang lebih agresif, sedangkan Andy, bersikap dingin dan tidak pernah bersikap seperti seorang kekasih," Diana bergumam.


Tidak lama kemudian Andy membuka matanya dan terkejut saat tanganya memeluk Diana sangat erat dan posisi mereka sangat dekat.


Andy langsung melepaskan pelukannya dan duduk dipinggur ranjang. Sementara Diana sudah menduga jika ekspresi nya saat bangun akan seperti itu.


"Maafkan aku," kata Andy dan justru membuat Diana bangun dan sikap bar-bar nya mulai menggelitiknya.


Diana bangun dan malah memeluk Andy dari belakang.


"Kenapa? Kau hanya memelukku, dan aku tidak keberatan, tidak perlu minta maaf, aku suka kau seperti ini." Kata Diana dan malah memeluk lebih erat lagi. Kepalanya dia sandarkan dipunggung Andy.


"Tidak Diana. Aku tidak boleh melakukanya. Kita belum menikah,"


"Aku bosan kau selalu mengatakan itu," Diana tetap memeluk Andy dan malah semakin erat.


Diana bisa mendengar jantung Andy yang berdetak lebih cepat. Dan menurut novel yang sudah dia baca, jika jantungnya berdetak lebih cepat artinya ada rasa yang bergelora didalam hati Andy.


"Aku mau mandi," kata Andy dan saat Diana memeluk seperti itu seorang pelayan mengetuk pintu.


"Masuk!" Diana melepaskan pelukannya karena Andy menyuruh pelayan itu masuk. Sedangkan Andy sengaja agar terlepas dari sikap Diana yang agresif.


Akhirnya Diana melepaskan pelukannya dan duduk disamping Andy.

__ADS_1


Seorang pelayan membawakan susu dan juga sarapan untuk mereka berdua.


Satu pelayan lagi datang dengan baju untuk Diana. Dan dibelakangnya seorang pelayan membawakan baju untuk Andy.


Diana sampai terpaku dan menghitung orang yang melayani Andy.


Dibelakangnya pelayan yang lainya membawa bunga hias dan menggantinya.


Dan yang terakhir membawakan buket bunga untuk Diana.


"Selamat pagi, semoga kau selalu bahagia," pelayan itu menyerahkan buket bunga yang indah dipangkuan Diana dan pergi setelah mengangguk pada mereka berdua.


"Terimakasih," kata Diana dan menatap Andy. Andy terlihat biasa saja tanpa ekspresi.


"Kau hidup seperti seorang pangeran berkuda didalam novel. Banyak pelayan yang mengelilingimu. Rumah besar, mobil mewah, dan kau benar-benar layaknya seorang pangeran. Pantas saja kau tidak bisa memanjat pohon seperti kami," Diana tersenyum dan Andy menoleh kearahnya.


Mereka lalu sarapan dan Andy mandi setelah menyelesaikan sarapanya. Sementara Diana keluar dan akan mandi ditempat lain. Saat itu Robert melihat Diana melintas disalah satu ruangan.


Rumah mewah itu sangat besar layaknya istana. Setiap ruangan begitu besar hingga jika baru datang pertama kali pasti akan tersesat.


Robert mengikuti Diana dan berjalan dibelakangnya. Diana menutup pintu lalu mandi. Robert tetap berdiri disana, menunggu dia selesai mandi.


"Aku berusaha mencarinya tapi merpati ini malah datang sendiri," gumam Robert dan masih sabar menunggu Diana keluar dari kamar mandi.


Tidak lama kemudian Diana keluar dan kaget saat melihat pria yang pernah dia temui, saat ini ada satu ruangan bersamanya. Sikap bar-bar yang menempel kuat di sanubarinya membuat dia tidak merasa takut saat bertemu dengan Robert.


"Hai,...." Sapa Robert ramah dan manis.


Diana mengangguk dan tersenyum. Tiba-tiba Robert mengeluarkan setangkai bunga mawar dari punggungnya dan dia berikan pada Diana.

__ADS_1


"Ini untukmu, dan untuk kedua pertemuan kita. Aku senang bisa berkenalan denganmu," kata Robert dengan manis dan hangat.


Diana melambung melihat sikap manis pria dihadapannya ini. Sangat jauh berbeda dengan Andy. Diana lalu menerima setangkai mawar yang indah dan wangi lalu berlalu.


"Tunggu!" kata Robert dan Diana menghentikan langkahnya.


"Namaku Robert, dan ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?" Tanya Robert pada Diana.


"Aku datang bersama Andy,"


"Andy? Lalu kau tidur dimana?"


"Aku tidur dikamar Andy,"


Robert nampak mengangguk dan dia lalu berjalan disamping Diana.


Robert sangat mengenal siapa Andy, dia tidak pernah pacaran dan tidak mungkin Diana adalah kekasihnya. Baginya Andy seperti pria cupu.


"Kau sudah sarapan?" tanya Robert melihat rambut yang menetes dibahu Diana membuatnya ingin mengusapnya dan menyentuh bahu yang putih itu.


Tapi Robert menahanya, dia benar-benar tertarik pada Diana dan tidak akan membuat kesalahan.


Sementara Andy keluar dari kamar mandi dan matanya mencari kesekeliling kamarnya.


"Diana, mandilah, aku sudah selesai," tapi dia tidak melihat Diana dan mendengar dia menjawabnya.


Andy lalu sadar jika Diana tidak ada dikamarnya, Andy segera mengambil langkah seribu untuk mencarinya.


Dan saat keluar dari kamar, dia hampir saja bertabrakan dengan Diana.

__ADS_1


__ADS_2