
Kapal boat yang dinaiki Andy dan Diana terus menjauhi pulau wisata itu dan mencari jalan lain ke pulau terpencil.
Andy tidak membawa peta, karena petanya tertinggal saat dia buru-buru untuk mencari Diana waktu itu.
Ini adalah jalan yang berbeda dari rute sebelumnya. Andy hanya mengikuti instingnya saja. Sementara Diana tidak tahu sama sekali jika jalan yang diambil kali ini adalah jalan yang berbeda dari yang biasa mereka lewati sebelumnya.
Dari jauh Andy melihat sebuah pulau. Andy mempercepat kapal boatnya dan mereka melompat turun lalu beristirahat setelah sampai.
"Ini pulau kita?" tanya Diana.
"Entahlah, kita istirahat dulu. Aku tadi membungkus makanan ini untukmu, makanlah,"
Andy membuka kotak makanan yang dia ambil dari restoran dan menyimpan makanan yang sudah dipesan dan belum sempat dimakan.
Diana mengangguk dan mereka mulai makan. "Habiskan saja, jika tidak maka akan basi,"
Diana mengangguk lagi dan mereka bangkit untuk melihat sekeliling pulau ini.
"Sepertinya tidak ada kampung dipulau ini," kata Andy.
"Ayo kita berjalan kedalam," kata Diana dan mereka berjalan semakin kedalam. Melihat sekeliling dan pulau itu sepertinya luput dari manusia. Tidak ada tanda ada kehidupan disana.
"Tak ada siapapun sepertinya," mereka berjalan semakin ketengah hutan.
"Ada sumur!" Teriak Diana saat mengedarkan pandangannya ke arah yang berbeda dengan Andy.
"Sumur?" Andy berlari mendekati sumur itu.
Andy lalu menyalakan obor dan melihat kedalam sumur itu.
"Ada banyak peti didalam," kata Andy menoleh pada Diana.
"Peti?" Diana mencari pohon yang bisa digunakan sebagai tali.
Diana lalu menarik akar pohon itu kepinggir sumur.
"Gunakan ini untuk melihatnya," kata Diana memperlihatkan sebuah akar pohon yang bergelantungan dan jika di kepang maka akan menjadi seperti tambang. Cukup kuat untuk pegangan turun kebawah.
"Ya, kita akan melihatnya," Andy lalu turun kebawah dengan tali yang dikepang oleh Diana dan masuk kedalam sumur itu.
"Andy, hati-hati, mungkin ada ular didalamnya,"
Tidak ada suara. Andy sedang mengikat tali itu pada peti dibawah sana.
__ADS_1
"Aku akan naik!' Setu Andy setelah mengikat satu peti dan mulai naik keatas sumur. Diana berusaha menariknya dengan sekuat tenaga sambil melilitkan tali itu pada pohon agar kuat saat menarik Andy.
Andy berhasil naik dengan satu peti dibawahnya. Andy melompat dan segera melepaskan ikatan akar itu pada peti yang dia bawa dari bawah.
"Bagaimana cara membukanya? Peti ini terkunci," kata Andy.
Diana nampak berfikir dan mencari cara membuka peti itu. Andy mengambil batu dan memukul gemboknya dengan batu. Jika tidak bisa dibuka maka dia akan merusaknya.
Andy mulai memukul berulang kali, tapi gembok itu masih belum menunjukan tanda bisa dibuka.
"Kalungmu," kata Diana melihat ke leher Andy.
"Maksudmu?"
"Didalam kalung itu ada keajaiban. Aku akan berdoa dan siapa tahu kalung itu mengeluarkan keajaibanya."
"Mana mungkin," Andy masih tidak percaya pada apa yang Diana katakan.
"Cobalah. Kita juga tidak pernah menyangka jika kalung itu bisa menyembuhkan luka, itu juga tidak masuk akal bukan?"
"Baiklah,"
Andy lalu melepaskan kalung yang dia pakai. Batu itu sekarang berwarna biru kemerahan. Andy juga tidak tahu sejak kapan batu itu berubah warna.
Dan tiba-tiba sebuah cahaya putih keluar seperti petir dari batu itu saat menempel pada gembok.
"Sudah ku bilang ini batu ajaib!" Teriak Diana girang. Andy ikut senang meskipun hati nuraninya mengelak pada keajaiban yang terjadi didepan matanya.
Andy sendiri jarang menggunakan batu itu untuk hal apapun. Karena dia masih ragu dengan berbagai keajaiban dari sebuah batu biasa.
Andy lalu memakai kalung itu dan membuka peti yang gemboknya sudah terbuka.
"Emas! Emas batangan!" Teriak Andy dan dia sangat senang sekali. Dengan emas sebanyak ini, dia bisa membayar banyak orang untuk menjadi pengikutnya dan membebaskan ayahnya.
Dia juga bisa membeli senjata dan amunisi. Karena saat ini tabungannya pasti sudah dibekukan oleh Amaya dan Robert. ATM miliknya kemungkinan juga sudah tidak bisa dipakai lagi. Dia benar-benar hanya memiliki satu koper uang yang dia bawa dari ruang penyimpanan ya.
Dan sekarang dengan jumlah emas batangan yang sangat banyak ini, dia akan mulai membebaskan ayahnya dan mencari pengikut setia.
"Untuk apa semua ini?" Diana yang terlahir dari pulau, merasa bahwa emas batangan tidak berguna sama sekali. Dipulaunya tidak ada emas dan tidak ada mata uang. Mereka hanya butuh alam dan semua yang ditumbuhkan oleh alam untuk bertahan hidup.
"Ini sangat berharga dan bernilai didunia modern. Sudah kubilang, jika berkuasa didunia Modern, kau hanya perlu mengumpulkan uang dalam jumlah banyak, maka kau bisa membeli orang dan keinginan mereka." Kalung dileher Andy mulai berwarna merah menyala. Warna biru itu sudah mulai pudar. Mata Andy juga mulai berubah, sudah tidak teduh dan polos seperti dulu lagi.
Sorot matanya tajam dan mulai penuh ambisi.
__ADS_1
"Andy," Diana mulai menyadari perubahan batu dan juga tubuh Andy.
Diana mundur satu langkah. Dadanya berdegup kencang dan dia benar-benar tidak menyangka, sebuah kekuatan mulai terserap oleh otot dan saraf Andy.
Ototnya mulai membesar dan badanya seperti berubah dua kali lipat.
"Andy?!" Diana semakin ketakutan dan Andy hanya diam dan kadang menggelengkan kepalanya saat merasakan massa di ototnya semakin kuat. Jari-jarinya juga berubah menjadi lebih kuat.
"Lepaskan kalung itu!" Mungkin kau berubah karena kalung itu.
Perlahan-lahan, Andy mendengar suara Diana yang gusar dan penuh kekhawatiran. Tapi Andy mesin berjuang mensinkronkan sebuah energi yang terserap ketubuhnya.
"Andy lepaskan kalung itu," Diana semakin menjauh dan ketakutan karena tubuh Andy yang berubah dengan dada berotot, perut sixpack, lengan berotot, dan baju yang terkoyak semua akibat perubahan bentuk fisiknya.
Semua proses penyerapan sudah terlewati. Didalam otaknya seperti ada tulisan Penguasa dan Balas dendam!
Tulisan itu semakin jelas dan Andy tahu apa yang harus dia lakukan. Andy melihat badanya berubah total. Kalung dilehernya menjadi berwarna merah. Dia berjalan dan kecepatannya seperti anak panah.
Dia menyadari sekarang kekuatan lain sudah menguasai tubuhnya. Dan dia tidak memikirkan kekuatan apa itu, dia segera mengedarkan pandangannya dan menyadari Diana tidak ada disana.
"Diana!?" Andy berteriak mencarinya.
Diana berlari sekuat tenaga menjauh dari Andy. Dia sangat ketakutan, dan saat ini dia berlindung dibalik sebuah pohon besar.
Andy berlari melesat tak terlihat dan terasa ringan meskipun badanya besar dan kuat. Dia mulai berusaha mengendalikan kekuatan yang tiba-tiba dia miliki.
"Diana!? Keluarlah!? Tidak papa, jangan takut!"
Andy terus berteriak dan melihat rambut Diana yang tersangkut di pohon. Andy segera menyadari jika Diana ada disekitarnya. Dia hanya bersembunyi karena ketakutan.
Akhirnya Diana keluar dan berdiri menatap Andy.
"Kenapa dengan tubuhmu? Apa yang terjadi?"
"Aku juga tidak tahu. Kemarilah, jangan takut,"
Diana berjalan kearah Andy dan Andy memegang pinggangnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?!" Diana memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Mungkin ini efek dari kalung itu saat pikiran, hati dan tekad serta keinginan menyatu dalam satu misi. Maka kalung itu memberikan responnya. Lihatlah, kalungnya berwarna merah seperti darah." Kata Andy memperlihatkan kalung yang dia pakai.
"Kau benar, kalung itu berubah warna," kata Diana dan mereka berjalan kembali kedekat sumur itu.
__ADS_1
"Hidupku akan berubah. Aku akan menjadi penguasa. Dan aku akan membasmi manusia-manusia laknat yang mengotori bumi."