Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Penyesalan


__ADS_3

Zafira mendongakkan kepalanya dengan berlinang airmata, dan masih terduduk dikaki suaminya. Lewis masih tidak bergeming, dia tidak menatapnya sama sekali.


Dia benar-benar patah hati dan kecewa setelah mengetahui kebenaran jika istrinya adalah bekas istri Tom.


Tidak terbesit didalam hatinya sama sekali jika mereka adalah sebuah keluarga dimasa lalu. Dan dia mencintai wanita yang saat ini sedang terduduk dikakinya dengan cinta buta.


Tidak mengetahui asal usulnya, keluarganya, kehidupanya sebelumnya, dan memutuskan menikah karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan setelah pernikahannya, dia kehilangan Sony dan semua kekacauan ini.


Bagaimana harus memaafkan ya? bisik hati kecil Lewis.


Cinta dan kebencian sedang mendominasi hatinya dengan sangat kuat. Cintanya pada istrinya begitu besar. Sebesar rasa kecewa yang saat ini dia rasakan hingga membuat hatinya seakan remuk redam.


Zafira bangkit perlahan setelah Lewis tidak bergeming sama sekali. Artinya, Lewis tidak memaafkan kesalahannya. Dan artinya Zafira harus pergi dari kehidupannya.


Zafira perlahan bangkit dan berdiri dihadapan Lewis.

__ADS_1


"Aku minta maaf atas semua yang sudah terjadi. Aku tahu, aku bersalah, dan aku tidak bisa mengembalikan sahabatmu yang sudah tiada. Tapi, mencintaimu, aku tidak pernah menyesalinya dan itu benar-benar tulus. Aku mencintaimu sejak kita menikah dan hidup bersama, aku pergi...." Lewis masih tidak bergeming, setitik airmata yang menggenang dari sudut mata Lewis jatuh dilantai.


Hancur, kecewa, patah hati, membuatnya tidak menyadari jika matanya menangis.


Andy masih diam melihat mereka berdua, tiba-tiba Zafira datang dihadapanya dan minta maaf padanya.


"Maafkan aku, aku telah melakukan kesalahan, aku tidak bisa mengembalikan sahabatmu....aku hanya bisa minta maaf padamu atas semua kekacauan ini...." kata Zafira. Andy diam saja dan membiarkan dirinya, tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya.


Jika mengenang apa yang sudah terjadi pada Sony, jelas dia sangat marah, namun saat melihat airmata Lewis yang jatuh dilantai, dia tidak bisa membiarkan semua ini menjadi sebuah kesalahan berikutnya.


Pria yang patah hati menjadi sulit berkonsentrasi dan kehilangan semangat hidupnya. Dia tidak ingin Lewis menjadi lemah karena frustasi dan kecewa.


"Kau mencintainya bukan? Jika begitu, pergilah, dan maafkan kesalahannya. Aku tidak mau kau menyesali keputusanmu hari ini karena memutuskan dalam keadaan marah," kata Andy menepok pundak Sony lalu mereka berpelukan.


Lewis menatap Andy dan akhirnya mengangguk lalu mengejar Zafira. Sebenarnya cintanya begitu besar pada Zafira, namun dia sendiri bimbang, saat ada dihadapan Andy. Dia tidak tahu harus memilih persahabatan atau cinta.

__ADS_1


Dilain pihak, cintanya telah membutakan matanya dan membuatnya kehilangan sahabatnya. Disisi lain, dia benar-benar tidak bisa hidup tanpa dirinya, karena sangat mencintainya.


"Zafira!" Lewis memanggil istrinya dan mereka lalu berpelukan.


"Pulanglah, aku sudah memaafkanmu. Andy juga sudah memaafkanmu. Dan jika kau pergi, bagaimana aku akan hidup, kau juga sedang mengandung anakku..." kata Lewis memeluk Zafira.


Zafira hanya bisa menangis didada Lewis dan tidak bisa mengatakan apapun selain hanya merasa bahwa dia benar-benar beruntung karena suaminya memaafkan kesalahannya.


"Iya, mari kita pulang...." kata Zafira dan mereka melambai pada Andy.


Andy mengangguk dan berjalan keruangan ibunya. Saat ini ibunya masih dalam pengaruh obat tidur agar emosinya stabil. Dia sempat mengalami trauma dan kebingungan bahkan rasa cemas yang sangat tinggi membuat nya tidak ingin didekati oleh siapapun termasuk dokter.


Hal itu yang membuat dokter memberikan suntikan obat penenang untuk ibunya.


"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Andy saat bertemu dokter disamping ibunya.

__ADS_1


"Sebentar lagi akan siuman." kata dokter.


Andy lalu duduk disamping ibunya dan menunggunya dengan sedih.


__ADS_2