
Robert mengganti sebagian awak kapal yang yang dia tengarai sebagai anak buah Lewis. Dia mengganti sebagian mereka dengan anak buahnya. Mereka dipindahkan ke kapal pesiar lainya.
Dengan begitu maka Robert lebih tenang bersenang-senang dengan Diana. Tidak akan ada yang menguping pembicaraanya maupun melapor pada Andy tentang gadis yang bersamanya.
"Bangun honey," bisik Robert pada Diana. Diana kaget saat melihat Robert ada disamping ranjangnya.
"Jangan takut, kita memang tidur bersama, tapi aku bersumpah tidak melakukan apapun padamu," kata Robert sambil mendekatkan sarapan pada Diana.
"Honey, apa maksudmu?" Diana terusik dengan panggilan itu.
"Honey, artinya kau sangat manis. Tidak masalah bukan jika teman memanggilmu dengan sebutan itu." Ribert menaikan alis matanya.
"Setahuku, panggilan honey hanya untuk sepasang kekasih. Aku membacanya dari sebuah novel."
"Ohh, kau benar. Baiklah, aku tidak akan memanggilmu honey lagi jika kau keberatan. Oh ya, aku punya banyak novel di rak itu jika kau suka maka bacalah,"
Diana mengikuti arah mata Robert. Dan benar saja ada rak buku disudut ruangan itu. Setidaknya membaca membuatku terbebas dari rasa jenuh sambil menunggu kapal ini sampai ke pulau.
"Itu hadiah dari beberapa temanku, kau bisa membacanya jika kau mau, setidaknya kau tidak bisa sambil menunggu pulau itu ditemukan." Kata Robert duduk disebelah Diana.
Mereka lalu makan dan Robert terlihat senang menikmati kebersamaanya dengan Diana. Kali ini untuk menaklukan seorang gadis semanis Diana, maka dia akan menggunakan cara yang berbeda.
Dia yakin, trik kali ini yang dia gunakan akan berhasil membuatnya percaya padanya.
Diana berjalan mendekati rak buku setelah selesai makan.
Dia mengambil buku dan melihat sekilas isinya. Dia ambil lagi buku yang lainya dengan judul yang berbeda.
"Semua isinya hanya tentang hasrat bercinta." Kata Diana lalu menaruh buku itu lagi.
"Kenapa memangnya? Pria dan wanita dewasa, suka dengan cerita tentang hasrat bukan?"
"Tidak. Aku tidak begitu tertarik dengan cerita mirip blue film seperti itu."
"Hahahaha, oke, bagaimana jika nanti aku mengajakmu membeli beberapa novel yang kau suka."
"Tidak. Aku hanya ingin pulang,"
__ADS_1
"Setidaknya kau tidak hanya berdiam diri dikamar saja bukan? Kapal ini akan segera menepi. Kita bisa berjalan-jalan sebentar. Nakhoda nya juga butuh istirahat bukan?"
Akhirnya Diana mengangguk.
"Yes! Tidak lama lagi aku akan mendapatkannya bukan hanya tubuhnya, tapi hatinya juga," kata Robert lalu pergi menemui anak buahnya.
Saat itu ibunya menelpon dan mengatakan jika ada Andy dirumah.
"Sebaiknya kau pulang, ada Andy dirumah. Kita sudah tidak bisa menyepelekan dirinya lagi."
"Tapi sekarang ngga bisa ibu, aku sedang berlayar jauh. Dan sepertinya akan lama kembali,"
"Kau bersama seorang gadis?"
"Tidak, dia bukan gadis seperti yang biasa aku bawa. Dia calon istriku," kata Robert.
"Benarkah? Jika kau sudah bosan kau juga akan mencampakkannya seperti yang sudah-sudah. Ibu tidak percaya padamu, sampai kau membawanya pada ayahmu dan kalian menikah. Kau akan mendapatkan aset lebih banyak jika kau menikah," kata Ibunya mengingatkan Robert jika usianya sudah 30 lebih.
Tapi putranya itu sangat sulit diatur jika sudah bersama seorang wanita. Dia terlalu asik bermain-main dengan mereka dan enggan untuk menikah.
"Ibu saja yang menanganinya kali ini. Aku sepertinya tidak akan kembali dalam waktu dekat," kata Robert.
"Ma, sini kita makan bersama. Ada Andy juga, mana Robert?"
"Robert sedang ada urusan bisnis keluarĀ negeri. Seperti nya perginya agak lama. Kali ini dia benar-benar sedang bekerja keras dan tidak suka duduk diam dirumah," kata Amaya sambil duduk didekat suaminya.
Bagi Andy perkataan ibu tirinya itu memang sudah tidak mengusiknya lagi. Dia sering memuji Robert saat didepan ayahnya. Andy sudah tahu apa yang dikerjakan Robert, dia penyuka wanita. Maka hobinya tidak jauh dari membuang waktu bersenang-senang dengan mereka.
"Ohh, jika begitu, sayang sekali, padahal kita bisa makan bersama kali ini."
"Oh ya, Khan, bagaimana kabarmu? Aku dengar kau berbisnis dengan seseorang, siapa dia?" Tanya ibu tirinya penuh selidik.
Ayahnya menatap Amaya lalu beralih pada Khan.
"Iya, ayah juga tidak tahu, dengan siapa ku berbisnis. Bagaimana, apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Ayahnya bertanya pada Andy.
"Ya. Semuanya baik. Keuntungannya lumayan besar. Dia bukan pemain baru," ujar Andy lalu menaruh sendok dan garpu ya.
__ADS_1
Dia mulai malas makan jika ibu tirinya sudah menyinggung soal bisnis dan apalagi jika dia tahu demi Naina Andy sudah memberikan beberapa asetnya pada Norman.
"Seperti nya aku lupa jika ada janji dengan seseorang. Ayah, aku pergi dulu,"
"Ya," jawab ayahnya.
"Dia selalu menghindar jika aku bertanya soal bisnis seperti apa yang dia jalankan. Dia tidak berpengalaman, bagaimana jika dia rugi dan membuat kita dalam masalah?"
"Jangan terlalu khawatir Amaya. Jika dia rugi maka dia akan belajar dari kesalahannya. Jika dia untung, maka dia akan mengembangkan ya. Jika dia tidak mencoba, maka hidupnya akan sia-sia."
Suaminya lalu beranjak dan meninggalkan meja makan dan keluar untuk menemui Bondan.
Sementara Amaya terlihat tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya.
"Khan mulai mempengaruhinya, suamiku mulai menyayanginya lagi. Lihat saja. Kau pasti melakukan kesalahan. Aku akan menyelidikinya," kata Amaya lalu pergi menemui Tom.
"Aku sedang kesal! Sangat kesal!" Kata Amaya bertemu dengan Tom diruang tertutup.
Tom mendekatinya dan menyibakan rambutnya. Usia Amaya sekitar 47 tahun, tapi wajahnya terlihat awet muda dan seperti berusia 35 tahun. Dia hamil Robert saat usianya 16 tahun.
Tom lalu mendekat dan mereka berdiri menempel ditembok. Tom mulai mendekatkan wajahnya hendak mencium bibirnya. Amaya mengelak ya.
"Aku sedang kesal," kata Amaya.
"Siap yang sudah membuatmu selesai ini?"
"Khan,dia mulai membuat suamiku menyayanginya lagi,"
"Anak itu tidak usah dihiraukan. Dia hanyalah anak muda yang tidak tahu apa-apa," kata Tom berbisik ditelinga Amaya hingga membuat Amaya menggelinjang.
Tom lalu memeluknya dan menciumnya.
Mereka melakukan hubungan terlarang dengan rapi. Tidak ada yang tahu dan jika tahu tidak ada yang berani mengadukannya.
Nyawa mereka bisa melayang, Tom adalah orang kepercayaan Tuan Harun Malik, jika ada yang berkata buruk tentangnya dianggap sebagai orang yang iri terhadap keberhasilanya.
Dan Amaya adalah istri kesayangannya, kata-kata Amaya seperti sihir yang akan membuat Harun Malik melakukan apapun untuknya.
__ADS_1
Meskipun mereka tahu, mereka lebih memilih tidak peduli, daripada kehilangan pekerjaannya.