Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Curiga


__ADS_3

Sony dimakamkan dan semuanya diurus oleh Andy. Caroline juga hadir disana setelah meminta ijin pihak rumah sakit. Dia sudah mulai pulih dan sudah boleh melakukan rawat jalan. Sementara Andy duduk diatas makam Sony bersama Lewis dan Diana serta ibunya.


Ibunya pergi lebih dulu dan langsung kekantor, sementara Andy dan Diana juga tidak lama kemudian meninggalkan makam. Lewis masih disana bersama Zafira yang memakai kacamata hitam. Caroline ditemani papahnya dan berdiri disamping makam suaminya.


Dua orang tidak dikenal mengikuti proses hingga pemakaman selesai. Mereka mengabarkan apa yang mereka lihat pada bosnya.


Lewis berdiri dan menyentuh bahu Caroline.


"Kau harus kuat, Sony sudah tenang disana, aku pergi dulu," kata Lewis berpamitan.


Caroline mengangguk dan mengusap airmatanya yang terus menetes.


Zafira berjalan disamping Lewis dan pergi meninggalkan makam. Malam harinya, Zafira menerima telepon dari kakak iparnya.


"Tugasmu belum selesai. Masih ada satu orang lagi yang harus kau habisi," kata kakak iparnya melalui telepon.


Dan tanpa sepengetahuan Zafira, ternyata ada orang lain yang sudah mengamati gerak-gerik nya. Dia adalah detektif dan suaminya sendiri.


Lewis, pura-pura tidur saat istrinya menerima telepon dari pria yang tidak dia kenal. Setelah kejadian dirumah sakit, detektif melihat kamera yang ada dirumah sakit, dan diam-diam dia mengamati gerak-gerik setiap orang.


Didalam kamera itu terlihat jika orang terakhir yang keluar dari kamar Sony dua jam sebelum kematiannya adalah Zafira. Awalnya Detektif merahasiakan semua ini karena kecurigaannya tidak beralasan.


Namun dia butuh bantuan Lewis untuk mengungkap siapa yang mengendalikan Zafira.


Kilas balik.


Beberapa jam yang lalu.....


Lewis ditarik oleh detektif saat keluar dari kamar jenasah Sony. Detektif itu mengajaknya berbicara hal yang penting dan pergi untuk melihat cctv.


"Itu istrimu bukan?" tanya detektif sambil memperbesar gambar istrinya yang keluar dari kamar Sony dengan tenang sebelum penjaga datang.


Didalam kamera terlihat penjaga datang setelah Zafira pergi. Sehingga mereka tidak tahu jika Zafira datang kekamar Sony.


"Iya, itu Zafira. Dia bilang dari kamar kecil. Dia tidak bilang dari kamar Sony. Beberapa menit sebelumnya aku kekamar Sony. Dia dikamar Caroline. Mereka sedang berbicara saat aku pergi. Dan aku bertemu dengannya diloby. Istriku bilang dia dari kamar kecil,"


"Kau sudah lama mengenalnya?" tanya detektif meruntutkan setiap kejadian yang mencurigakan.


"Tidak."


"Siapa keluarganya?" tanya detektif.

__ADS_1


Lewis menggelengkan kepalanya.


"Artinya kau menikah dengan wanita yang tidak kau kenal sejak lama. Kau bahkan tidak tahu kehidupan sebelumnya, apa yang sudah dia alami dan siapa keluarganya."


Lewis menggelengkan kepalanya lagi.


"Kau harus mulai mencari tahu siapa dia. Kau telah melakukan sebuah kesalahan besar. Kau membawanya sangat dekat denganmu. Dan mungkin ada orang lain lagi yang sedang dia incar." Kata Detektif.


"Aku tidak setuju kau menuduhnya. Dia pasti tidak melakukanya. Itu hanya sebuah kebetulan. Mungkin kabel itu putus, atau dia terkena serangan jantung. Aku tidak percaya Zafira tega melakukan semua ini. Untuk apa? Dia tidak mengenal Sony sebelumnya. Untuk apa membunuhnya?" Lewis mulai meninggikan suaranya.


"Tenang kawan. Kau harus tenang. Aku sedang mencoba memecahkan apa yang menyebabkan peristiwa kebakaran itu. Jika bukan istrimu, akan ada orang lain yang mengendalikan dirinya. Dan dia yang memberikan laporan apa saja dan dimana saja kalian berada setiap waktunya. Maksudku, mata-mata," kata Detektif perlahan agar Lewis mengerti maksudnya.


"Tidak. Mata-mata tidak pernah jatuh cinta dengan musuhnya. Bahkan Zafira mengandung anakku. Jika dia seorang mata-mata, untuk apa dia mengandung anak dari musuhnya?"


"Kesalahannya dan kelalaiannya mungkin yang menyebabkan dia hamil,"


"Tidak, kau, kau terlalu memaksakan untuk urusan ini. Bukan istriku, pasti bukan dia."


"Oke. Bukan istrimu. Setidaknya, bantu aku, awasi dia sehari saja dan perhatikan baik-baik apa yang dia lakukan, siapa yang dia telepon, kemana dia pergi. Setelah itu, jika benar pendapat mu, maka aku akan menyerah dengan gambar cctv ini. Dan menganggap dia tidak bersalah. Sebelum semuanya terlambat kawan. Pikirkanlah, jika kau atau Andy yang menjadi korban selanjutnya, maka....mungkin semua sudah terlambat. Musuh yang dekat, sulit dikenali, tapi sangat berbahaya," kata detektif mengingatkan Lewis.


"Oke. Aku setuju."


Sepanjang jalan dia tidak bisa tenang dan terus memikirkan apa yang dikatakan detektif itu.


Sulit mempercayai nya, tapi dia harus mendengarkan pilihan kedua. Jika dia tidak mengawasi Zafira, maka mungkin akan ada korban selanjutnya.


Hingga saat menemui Zafira dirumah untuk berganti baju, Zafira sangat terkejut melihat sikap Lewis yang menatapnya dengan aneh.


"Apa yang terjadi?" tanya Zafira pura-pura tidak tahu.


"Sony meninggal. Aku ingin berganti baju. Setelah itu kemakam. Kau mau ikut?" Lewis menatap istrinya dengan bingung. Antara percaya dan curiga. Dia tidak tahu harus bersikap bagaimana.


"Aku akan menyiapkanya untukmu," kata Zafira dengan lembut.


Zafira menaruh teleponya dimeja dan pergi kekamarnya.


Saat Zafira meninggalkan teleponya, Lewis sempat membukanya dengan cepat dan memindahkan beberapa nomor di log panggilan masuk.


Setelah itu Zafira keluar dengan memakai baju hitam.


"Ini....."

__ADS_1


"Kau sudah makan?" tanya Zafira.


"Aku sedang tidak berselera," kata Lewis.


"Jika begitu aku akan membuatkan minuman untukmu," kata Zafira dengan lembut.


"Ya...."


Lewis sudah selesai mengganti bajunya. Dan akan minum minuman yang dibuat istrinya. Diapun menjadi ragu untuk meminumnya karena perkataan detektif itu.


Akhirnya dia menaruh kembali minumanya. Dan dia beralasan sudah kenyang, Zafira bingung dengan sikapnya kali ini.


"Aku sudah kenyang, nanti baru aku minum," kata Lewis beralasan.


...Aku benar-benar gila kali ini, bahkan aku tidak berani minum air dirumahku sendiri, gara-gara detektif sialan itu! gumam Lewis dalam hati....


"Ayo kita pergi sekarang," ajak Lewis.


"Baiklah," kata Zafira dan berjalan disampingnya.


***


Zafira terus berbicara dengan pelan ditelepon karena takut suaminya terbangun.


Lewis tidak bisa mendengar pembicaraanya. Namun dia juga mulai bertanya-tanya, siapa yang ditelepon istrinya malam-malam begini?


Ini tengah malam, haruskan dia menelpon malam-malam begini, kenapa tidak besok siang saja? gumam Lewis dalam hati. Dan saat Zafira kembali merebahkan dirinya disamping suaminya, Lewis pura-pura tertidur pulas.


Akhirnya Zafira tertidur juga. Dan keesokan harinya, Lewis pergi pagi-pagi sekali untuk bertemu dengan detektif dan ragu untuk menyerahkan salinan panggilan milik istrinya.


Namun demi sahabatnya yang sudah tiada, maka dia akhirnya memberikan salinan telepon itu.


"Ini,"


"Oke," jawab Detektif.


"Aku akan menunggu kabar darimu. Sekarang aku harus pulang," kata Lewis.


"Aku akan mencari tahu siapa pemilik nomor ini," kata detektif.


"Ya, aku tunggu kabar darimu," Lewis lalu pergi dan kembali untuk menemui istrinya.

__ADS_1


__ADS_2