
Andy pulang kerumah besar, didalam sudah duduk ibunya yang tidak sabar ingin bertemu mereka. Gina duduk dan berulang kali melihat kepintu.
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil terparkir. Andy keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Diana. Saat pintunya dibuka tiba-tiba Nicolas menangis dengan keras.
Tangisannya terdengar hingga keruang tamu. Ibunya lalu tersentak kaget dan langsung berdiri mencari suara itu.
Apakah itu suara cucuku? gumam Gina. Karena tidak sembarangan orang bisa masuk kerumah besar, maka Gina segera berfikir jika itu adalah tangisan cucunya.
Diana nampak sedang berusaha menenangkan bayinya. Karena tidak sabar menunggu mereka masuk, maka ibunya lalu keluar dan dari jauh melihat Diana sedang berjalan kearahnya sambil menggendong bayi.
Senyum Gina langsung mengembang dan menangis melihat anak dan cucunya datang setelah mereka pergi satu tahun lamanya.
"Cucuku......" tiba-tiba Gina langsung mendekat dan ingin menggendongnya. Tanpa diberi tahupun dia sudah menduga jika yang digendong adalah cucunya. Maka Diana tidak mengatakan apapun selain menyerahkan Nicolas pada mertuanya.
Nicolas nampak diam digendong oleh Gina, Andy dan Diana lalu masuk kedalam. Beberapa pelayan berbaris dan menyambut kedatangan mereka setelah sekian lama.
Mereka juga ikut bahagia karena Presdir sudah mempunyai seorang cucu sekarang.
"Namanya Nicolas...." kata Andy yang duduk disamping ibunya yang sedang menimang-nimang cucunya.
"Dia laki-laki?" tanya Gina menoleh pada Andy dan Diana.
"Iya...dia laki-laki...." ucap Andy.
"Bagaimana kabar ibu?" tanya Andy karena sudah meninggalkan ibunya lumayan lama.
"Ibu baik, tapi ibu selalu merindukan kalian." kata ibunya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana kabar keluargamu Diana? Lain kali, undanglah mereka kemari, kita akan duduk dan makan bersama disini," kata Gina.
"Iya...." Diana nampak mengangguk.
Drt....
Ada pesan masuk dihandphone Andy. Andy segera membukanya.
Jones dari Negara MX mengirim kabar padanya untuk segera datang. Ada beberapa masalah disana yang membuatnya sangat kerepotan.
Andy menarik nafas dalam dan panjang, lalu menatap ibunya.
"Jangan bilang jika kau harus pergi lagi, aku baru saja bertemu cucuku, dan kau akan pergi?" tebak Gina yang tahu jika Khan punya bisnis dinegara MX.
Khan menyandarkan kepalanya dikursi, seakan berfikir sangat keras.
Diana mengangguk dan Gina lalu tersenyum.
"Kapan kau akan pergi?"
"Besok pagi," jawab Andy.
"Ada masalah?" tanya ibunya.
"Sedikit...." kata Andy lalu memejamkan matanya dikursi.
"Jika mengantuk, pergilah kekamarmu dan tidur, biarkan Nicolas bersamaku," kata Gina menatap wajah Andy yang kelelahan dan mengantuk.
__ADS_1
"Baiklah ibu, Khan pergi tidur dulu, Diana, apakah kau akan tetap disini?"
Belum sempat Diana menjawab, ibunya sudah mendahuluinya.
"Diana juga pergilah tidur dan istirahat. Nicolas biar bersamaku, banyak pelayan yang akan membantuku menjaganya," kata Gina dan membuat Diana kaget.
Diana hanya bisa mengangguk menuruti ibu mertuanya.
Khan membantu Diana bangun dan bergandengan tangan pergi kekamar mereka. Selama dipulau, Diana lebih banyak memberikan waktunya untuk Rossa, sehingga dia jarang tidur berdua dengan Andy.
Kali ini Andy hanya miliknya sepenuhnya, karena Rossa dan Naina ada dipulau. Itulah alasannya untuk memberikan lebih banyak waktu pada istri Andy yang lain selama dipulau, karena jika sudah keluar dari pulau, Andy hanya miliknya seutuhnya. Waktunya hanya untuk Diana seorang, tanpa dibagi pada siapapun.
Andy lalu menatap Diana sebelum tidur.
"Bisa kau memijat kepalaku?" kata Andy mementingkan badannya menatap Diana. Diana segera mangangguk dan memijat kepala suaminya dengan lembut.
Tidak lama kemudian, Diana melihat Andy sudah tertidur. Diana segera berhenti memijatnya dan mematikan lampu kamar mereka.
Diana juga merasa sangat lelah, dan membiarkan Nicolas bersama mertuanya. Dia tidur hingga pagi hari.
Keesokan harinya, Diana akan mengambil anaknya, namun mertuanya tidak memberikannya, sedangkan Andy sudah berangkat ke negara MX.
Diana sangat merindukan Nicolas dan ingin memeluknya, namun mertuanya mengatakan jika dia yang akan mengasuh dan membesarkan Nicolas. Diana sungguh kecewa dengan keputusan mertuanya. Karena Diana sangat ingin menggendong dan menimangnya.
"Diana, kau harus belajar sejak sekarang. Kau akan menjadi seorang ibu, maka tidak mudah menjadi seorang ibu yang bisa membuat anaknya cerdas. Jadi kau akan belajar dengan seorang guru privat yang sudah aku panggil untukmu, tentang banyak hal. Pengetahuan dan yang lainya. Sementara kau belajar, maka Nicolas biar bersamaku," kata Ibunya.
Diana hanya bisa mengangguk pelan tanpa berani menolaknya. Baginya apa yang dikatakan mertuanya, adalah yang terbaik, meskipun hati kecilnya menyangkalnya.
__ADS_1
Padahal sebenarnya yang ada dihadapannya bukanlah ibu mertuanya yang asli melainkan kembaranya. Ada kejadian dipenjara yang membuat keadaan menjadi tertukar sedangkan wajah mereka sama dan polisi tidak mengenalinya. Polisi hanya bisa mengenali mereka dari apa yang dipakai dan dikenakan.