Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Langkah ketiga


__ADS_3

Sony membawa pria yang dia temui ke sebuah tempat di gang sempit. Pria itu dipukul beberapa kali oleh Lewis karena salah menyebutkan nama.


"Sudah kubilang itu namanya!" Kata Pria itu.


"Apakah kau yakin, tidak ada yang tertinggal?"


"Tidak! Untuk apa semua itu?" tanya pria itu sambil memegangi perutnya karena berulang kali terkena pukulan Lewis.


"Ini untukmu! Pergilah berobat!" Sony memberikan sejumlah uang padanya.


"Brengs*k!" Pria itu mengambil uang dengan kasar. Sementara Sony dan Lewis masuk kedalam mobil dan pergi menemui orang lainya.


Mereka sering pergi kemari mengantarkan beberapa pesanan para mafia saat kebetulan kapal mereka singgah. Mereka hafal hampir semua tempat yang merupakan persembunyian para mafia.


"Ini sudah hampir pagi. Tinggal satu informasi lagi," kata Lewis.


"Aku sudah sangat mengantuk, setelah informasi terkumpul, kau saja yang pergi menemui bos Andy." Kata Sony.


"Tidak bisa begitu, kita harus berdua. Kau mau cari mati hah!"


"Ini adalah tempat yang terakhir. Pria botak itu, punya banyak informasi tentang mafia ditempat ini." kata Lewis.


"Ayo kita turun!"


Mereka lalu mendekati pria botak, berbadan tinggi dan berkulit gelap.


"Haiii bro!" sapa pria botak itu yang memang sering melihat Sony dan Lewis datang membawa pesanan.


"Kami tidak datang membawa pesanan," kata Lewis duduk disampingnya. Pria itu mengerutkan dahinya dan menaikkan alisnya.


"Apa yang membawa kalian kemari?"


"Informasi. Berikan informasi tentang semua mafia ditempat ini."


"Hahahaha! Untuk apa?"


"Bos kami yang memintanya,"


"Siapa dia?"


"Jika kau ingin bertemu dengannya, segera berikan informasi yang kami minta. Aku akan mengundang mu dan menemuinya secara pribadi,"


"Aku punya banyak informasi bahkan semua keluarga dan aktivitas nya. Pertemukan aku dengan bos kamu, aku butuh uang!"


"Sial!" Lewis akan memukul kepalanya dan dengan cepat pria itu menahanya dan memegang tangan Lewis lalu memutarnya kebelakang. Kakinya menendang Sony yang akan membantu Lewis. Bang!


Sony terpental mundur dan menghantam kursi-kursi yang ada disana hingga kursi itu berserakan.


"Lakukan sesuai permintaan ku. Sudah kubilang aku butuh uang. Jika aku memberikan informasi ini, aku ingin imbalan uang dari bos kalian!"


"Baiklah! Lepaskan tanganku!"


"Kalian merasa paling hebat hah!"


"Tidak,tidak! Aku akan membawamu pada bos kami," kata Lewis yang jika dia tidak menuruti kemauannya maka dia akan pulang dengan satu tangan.


Posisinya benar-benar dikunci dan tidak bisa membalas gerakanya. Sony bangkit dan akan melemparkan kursi padanya, dalam kecepatan yang ringan, kursi itu bisa ditahan dan dilempar kembali ke arah Sony.

__ADS_1


Bruuukkkk!


Lagi-lagi Sony terkena hantaman kursi dan pria itu sungguh kuat diluar dugaannya.


"Cukup!" Teriak pria itu saat Sony akan mengangkat meja dan melemparkanya padanya dengan penuh kemarahan.


"Ayo kita temui bos kalian!" Pria melepaskan tangan Lewis.


Sony menatap pada Lewis meminta persetujuan. Lewis mengangguk dan Sony lalu mendekat.


"Pria ini punya banyak informasi yang dibutuhkan bos kita. Kita tidak perlu bersusah payah lagi, dia yang akan memberikan informasi itu," kata Lewis dan Sony menatap kesal pada pria itu. Pria itu tertawa menyeringai.


Sony melewati mereka berdua dan masuk mobil lebih dahulu. Dia duduk dibelakang kemudi dan diam tak berbicara apapun. Dia masih sangat kesal dan merasakan sakit pada tubuhnya.


Terlihat Lewis dan pria asing itu mendekat dan masuk juga kemobil. Pria asing itu mengeluarkan pistol dan bermain-main sambil menatap penuh ancaman pada Sony dan Lewis.


Sony dan Lewis duduk didepan sementara pria itu duduk dibelakang.


"Jika kalian menyetujui lebih awal maka tidak perlu berkelahi!" pria itu berbicara santai tanpa nada emosi.


Lewis dan Sony diam saja dan tidak mempedulikannya, dalam hati mereka sangat kesal karena pria itu sudah mengalahkannya.


"Aku punya banyak hutang, besok harus segera dilunasi. Ternyata Tuhan sangat baik, kalian dikirim untuk ku,"


Brengs"k, gumam Lewis dalam hati.


Mereka sampai di rumah yang sudah mereka beli. Andy sedang duduk sendirian menunggu kedatangan mereka. Diana sudah tidur dikamar.


Andy menatap bingung saat mereka datang bertiga.


Lewis mendekat dan membisikkan sesuatu ditelinga Andy.


"Baiklah, akan aku berikan!"


"Kalian boleh pergi tinggalkan kami berdua." Kata Andy dan mempersilahkan pria itu duduk.


Andy menyodorkan sebuah rekaman dan dia ingin pria itu menyebutkan siapa saja yang dia ketahui dengan informasi paling lengkap termasuk keluarganya.


Pria itu lalu menyebut nama satu persatu dan informasi tentang keluarganya. Andy menyalakan rekaman dan menyimpan informasi itu.


"Tidak ada yang tertinggal?" tanya Andy saat pria itu berhenti berbicara.


"Tidak! Sudah semua!"


"Baiklah, katakan berapa yang kau minta untuk data ini?"


"100 milyar," kata pria itu.


"Itu bukan uang yang sedikit. Untuk apa uang itu?"


"Aku berhutang 30 milyar pada seorang mafia rentenir. Karena sering gagal bayar maka hutangku membengkak karena bunga," aku pria itu.


"Aku akan memberimu 40 milyar, katakan padanya ini sudah cukup. Jika dia meminta lagi, suruh dia menemuiku disini," kata Andy dan memberikan uang yang diminta pria itu.


"Siapa namamu?"


"Jones!" jawab pria itu.

__ADS_1


"Kau berhutang 10 milyar padaku, untuk semua informasi itu aku hanya akan membayar mu 30 milyar. Sisanya kau akan mematuhi perintahku," kata Andy memainkan jari tanganya yang bergemeretak.


"Aku punya hutang 100 milyar. Dan kau hanya akan membayar 30 milyar, 10 milyar hutang, mana bisa begitu?"


"Jika kau tidak puas dengan keputusanku, mari kita bertarung! Jika aku menang maka kau akan keluar tanpa uang sepeserpun. Dan jika aku kalah, aku akan memberimu uang 100 milyar," kata Andy menantangnya karena bayaran yang dia berikan tidak membuat pria itu puas.


"Baiklah, mari bertarung tanpa senjata!" Jones lalu memasang kuda-kuda dan menatap Andy seakan mencari titik kelemahanya agar bisa cepat memenangkan pertarungan ini.


Andy berdiri santai dan melihat gerakan kaki jones.


"Kau majulah lebih dulu!" kata Andy.


Jones lalu maju dan menyerang Andy dengan kaki dan tangannya, plak! plak! plak! berulang kali. Andy tetap berdiri tak bergeming. Dia sungguh sangat kuat sekarang, bahkan satu pukulan Jones bisa membuat Sony terlempar 3 meter.


Tapi Andy tetap tegak berdiri dan sekarang giliranya memukul. Jones sangat terkejut saat bertubi-tubi pukulannya tidak berpengaruh apapun pada tubuh Andy.


Jones bahkan sudah terengah-engah dan menatap Andy dengan bingung.


"Bersiaplah! Giliranku!" Kata Andy dan mulai menggerakkan tubuhnya dengan kecepatan tidak terlihat.


Bang!


Jones terlempar keluar dan menimpa Sony dan Lewis yang tertidur dimobil terbuka mereka.


Mereka berfikir jika ada gempa dan terlompat kaget.


"Sialan!" Teriak Lewis dan Jones bangkit tidak mempedulikan mereka berdua yang terus mengumpat.


Jones segera masuk kedalam dan mengaku kalah.


"Aku mengaku kalah dan aku mengakui kau sangat hebat!" Kata Jones yang tidak ingin mati konyol jika terus melanjutkan pertarungan setelah mengetahui kekuatan dari satu pukulan Andy.


"Baiklah! Ini uangnya! Pergilah dan bayar hutangmu! Ini 40 milyar, kau berhutang 40 milyar padaku."


"Apa!? Tadi kau bilang 10 milyar? Kenapa sekarang menjadi 40 milyar?" Jones nampak kebingungan. Padahal dia sudah mengaku kalah dan menyerah agar bisa membawa pulang uang itu.


"Karena aku mengalahkanmu. Sudah kubilang jika aku menang kau tidak akan membawa uang sepeserpun. Tapi aku berbaik hati dan meminjamimu 40 milyar. Kau akan menuruti perintahku mulai sekarang, dan aku akan menganggapnya impas," kata Andy dengan santai.


"Sial!"


"Bagaimana?" tanya Andy.


Merasa tidak punya pilihan maka Jones mengangguk.


"Ya. Aku akan kembali besok." kata Jones.


Andy tersenyum menyeringai.


Dia lebih gila! Aku melunasi hutangku dan aku punya hutang padanya! Dia membeli diriku! Umpat Jones.


Jones lalu mendekati Lewis dan Sony.


Antarkan aku ke Bos Mawar Hitam!


"Kenapa aku harus menuruti perintahmu!"


"Jika tidak maka kita akan bertarung!" kata Jones menirukan gaya Andy.

__ADS_1


Terpaksa Lewis dan Sony yang sudah kalah bertarung dengan Jones, menuruti keinginannya.


Sistem terkuat selalu menjadi pilihan untuk bisa menguasai dan memerintah orang lain.


__ADS_2