Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Pria beruntung


__ADS_3

Didalam ruangan, dikamar rumah sakit, Andy duduk sambil memegang tangan ibunya dengan penuh kasih sayang. Perlahan-lahan tangan ibunya bergerak menandakan jika dia meresponnya. Ibunya lalu menggenggam tangan Andy dan membuat Andy tersentak.


"Dimana ibu?" Andy tersenyum saat melihat mata ibunya yang terlihat tenang.


"Apa yang terjadi?" Andy menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada ibunya.


"Kita lupakan apa yang sudah terjadi. Khan ingin agar ibu lekas sembuh dan pulang kerumah," ucap Andy mencium punggung tangan ibunya.


Ibunya terlihat tidak cemas dan hanya mengangguk.


***


Tiga bulan kemudian....


Andy pergi kepulau untuk melihat keadaan Rossa dan juga anaknya yang masih bayi. Dan mengatakan pada ibunya untuk pergi satu tahun lamanya.


Selama Andy pergi, dia menyerahkan perusahaanya ditangan ibunya dan Lewis. Dia juga merekrut beberapa pegawai yang sudah lama bekerja, seperti Bondan untuk mengawasi perusahaanya.


Bondan mendapat tugas untuk mengajari Haidar tentang banyak hal didalam perusahaan disela-sela kuliahnya. Karena pada kenyataanya teori dan praktek kadang berbeda. Jadi Haidar harus terjun juga kedalam perusahaan sebagai karyawan sambil kuliah.


Dan ide Khan disetujui oleh ibunya. Presdir mengundang Bondan untuk makan malam dirumah besar.


"Silahkan masuk." kata Presdir mempersilahkan Bondan dan didalam ruangan sudah ada Khan serta Diana yang akan pergi kepulau.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Kau bekerja sudah sangat lama disini. Dan aku ingin kau mengajari seseorang." kata Presdir dan dijawab anggukan kepala penuh hormat oleh Bondan.


"Baik. Saya bersedia."


"Haidar. Aku ingin kau mengajari dia semua tentang perusahaan ini. Karena dia....dia adalah putraku yang tertukar. Dan aku ingin kau merahasiakan semua ini sampai aku mengumumkannya suatu saat nanti, ini demi keselamatannya," kata Presdir.

__ADS_1


Bondan menatap Andy dengan tatapan bingung. Jika mereka anak yang tertukar, artinya, Andy bukanlah anaknya, itu yang Bondan pikirkan.


Andy sepertinya bisa membaca apa yang dipikirkan sahabatnya. Dia lalu tersenyum dan mengangguk.


"Karena itu, aku ingin kau mengajarinya banyak hal. Aku akan pergi satu tahun. Dan aku juga akan melihat perusahaanku dinegara MX. Aku sudah lama meninggalkanya," kata Andy.


"Kau tahu, jati diri Haidar sangat penting untuk dirahasiakan selama dia bekerja dan kuliah. Jangan sampai kau mengatakan pada siapapun," kata Presdir mewanti-wanti Bondan.


"Ya, saya mengerti, saya akan merahasiakanya," kata Bondan.


Mereka lalu menikmati hidangan yang disiapkan koki dirumah besar. Diana juga membantu menyiapkan makanan karena dia senang melakukanya. Ibu mertuanya sudah melarangnya, karena itu tugas pelayan, tapi Diana bersikeras untuk tetap melakukannya.


Selain belajar berbagai cara memasak, Diana juga belajar cara menjadikan makanan dengan baik dan terlihat menarik. Dia mempelajari semuanya dari chef dirumah Andy.


***


"Bersenang-senang lah, setelah itu, pulang dan bawalah cucu untuk ibu," kata ibunya berpesan pada Diana dan juga Andy.


Deg. Hati Diana berdebar saat mendengar kata cucu. Dia sendiri sadar jika dia mandul dan tidak bisa memberikan anak untuk Andy.


Sementara Andy mengalihkan pembicaraan dan mengatakan hal yang lainya.


"Ibu, jaga diri ibu baik-baik. Jaga kesehatan dan jangan lupa untuk pergi menemui dokter setiap kali ibu cemas," kata Andy pada ibunya sambil berpelukan.


Ibunya mengangguk dan setelah memeluk putranya, lalu memeluk menantunya.


"Kalian juga jaga diri kalian baik-baik. Ibu akan sangat merindukan kalian...." kata ibunya.


"Kami akan segera kembali...." kata Andy dan menarik koper keluar dari rumah besar.

__ADS_1


***


Andy dan Diana sampai dipulau lebih cepat dari biasanya. Tidak ada ombak dan badai yang berarti. Tidak ada penjahat atau perompak yang mengganggu mereka.


Andy lalu pergi menemui Rossa, sementara Diana pergi kerumah ayahnya. Tetua sedang berburu dihutan selama beberapa hari belum pulang. Tetua sepertinya sedang mencari sesuatu.


Sementara Andy disambut Rossa dengan senyuman yang manis dan dia sedang menggendong putranya.


"Selamat datang, kami sangat kami merindukanmu," kata Rossa dan memberikan bayinya untuk digendong Andy. Andy mengulurkan tangannya dan mencium kening bayinya.


"Apakah dia suka rewel?"


"Tidak. Dia benar-benar tidak merepotkanku," kata Rossa.


"Anak hebat. Kau seperti ayahmu, kau akan menjadi kuat dikemudian hari." kata Andy lalu menimang-nimang bayinya.


"Ini minumlah," kata Rossa datang dengan minuman segar.


Ehm.... Andy meminta Rossa yang memberinya minum karena kedua tangannya sedang menggendong Eduardo, itu adalah nama anaknya.


"Diana, kenapa kau tidak ajak dia kemari? Aku juga merindukanya," kata Rossa.


"Aku disini...." kata Diana dari luar dan akan masuk kedalam. Andy dan Rossa lalu menoleh kearah pintu.


"Hai, aku baru saja menanyakanmu, bagaimana kabarmu? Kau terlihat senang berpetualang bersamanya?" kata Rossa dan memeluk Diana yang merupakan istri pertama Andy.


"Aku membawa ini untukmu? Aku memasaknya bersama chef yang hebat dirumah besar. Makanlah. Aku tadi juga memberikanya pada Naina dan anaknya," kata Diana yang sudah bersusah payah memasak dibantu oleh chef untuk oleh-oleh yang akan dia berikan pada kedua istri Andy yang lain.


Sungguh pemandangan yang membuat Andy tersenyum puas. Ketiga istrinya begitu akur dan seperti sahabat. Andy adalah salah satu pria beruntung karena tersesat dipulau ini.

__ADS_1


__ADS_2