
Andy sudah sampai ditempat yang dituju. Tempat itu nampak sepi. Sepertinya gudang ini sudah lama tidak terpakai. Terlihat dari sampah yang menumpuk dan daun kering yang berserakan.
Andy dan Lewis segera mengirim pesan pada orang tadi. Dan tidak lama terdengar suara teriakan dari dalam gudang.
Maka Andy dan Lewis segera mencari suara itu. Mereka saat ini berada diluar pintu gudang. Sekali lagi terdengar suara teriakan dari dalam gudang.
Drt....
Ada pesan masuk saat Andy akan melangkah masuk kedalam gudang. Isi pesan itu menyuruh mereka berdua masuk kedalam.
"Mereka ingin kita masuk," kata Andy.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lewis.
"Kita tidak punya pilihan lain. Kecuali Detektif sudah menemukan tempat persembunyian mereka," kata Andy.
Drt....
Saat mereka sedang berbicara, sebuah pesan masuk lagi. Rupanya ada kamera pengawas dari sana.
~Apa yang kalian tunggu, cepat masuk kedalam~ kata pesan itu lagi.
"Ada kamera disekitar sini. Mereka mengawasi kita dari tempat lain," kata Andy.
"Ya, aku sudah menduganya," kata Lewis.
"Ayo kita masuk!" kata Andy lalu masuk kedalam. Dan saat mereka berjalan sepuluh langkah kedalam tidak terjadi apapun.
Terdengar suara wanita dari ruangan yang lebih dalam. Andy dan Lewis saling berpandangan.
Mereka segera masuk kedalam lagi, dan saat itulah terdengar pintu gudang ditutup dari luar dengan sangat cepat.
Greeeeekkkkk!
Andy dan Lewis menoleh lalu berlari kearah keluar. Tapi pintu sudah ditutup dan dikunci dari luar. Tercium aroma bensin dari dalam ruangan.
"Ini jebakan," kata Andy.
"Mereka ingin kita mati tanpa jejak," kata Lewis.
"Brengs*k! Kurang ajar! Siapa mereka sebenarnya?" ujar Andy.
"Aku akan mendobraknya sebelum apinya mulai membesar," kata Andy saat para penjahat itu membakar mereka berdua hidup-hidup.
"Aku akan membantumu," kata Lewis.
Sementara dari kamar, Zafira berusaha berteriak saat seorang penjahat memperlihatkan gudang yang dibakar sementara Lewis dan Andy ada didalam sana.
Dia berusaha berteriak dan meronta, tapi sia-sia. Hanya airmata yang keluar dari sudut matanya melihat suaminya ada didalam gudang dan api semakin membesar.
__ADS_1
Digudang, Andy dan Lewis berusaha mendobrak pintu saat para penjahat sudah pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku mulai sesak!" kata Lewis.
"Minta bantuan detektif untuk memadamkan apinya,"
"Tidak ada signal. Dua hp disini tidak ada signal!" kata Lewis.
Andy lalu duduk bersila dan memegang kalungnya. Dia nampak mengucapkan kalimat dengan lirih, dia lalu mencopot kalung itu dan mengarahkannya pada api yang semakin besar dari luar pintu gudang.
Dalam keadaan terdesak hal yang tadinya tidak begitu dia percayai, kali ini dia akan menggunakanya sebagai harapan terakhirnya.
Kalung ajaib itu, tiba-tiba mengeluarkan sebuah cahaya putih dan mulai memadamkan apinya. Seakan cahaya putih itu menyedot api yang semakin besar hampir mencapai atap gudang.
Lewis melihat dari belakang apa yang dilakukan Andy dengan takjub.
Dia tidak menduga ada kekuatan dahsyat dan hebat dari sebuah kalung. Lewis gak berkedip melihat kalung itu mengeluarkan cahaya putih yang terus menyedot api hingga lama-lama api itu mengecil dan padam.
Andy lalu memakai kalung itu kembali dan berdiri. Dia berjalan mundur dan akan mendobrak pintu yang mulai keropos karena api melahapnya.
Braaakkkk!
Akhirnya pintu gudang roboh dan tidak ada siapapun. Andy segera menarik Lewis keluar dari dalam gudang.
"Ayo kita keluar. Kita harus membebaskan mereka." kata Andy dan saat akan masuk kedalam mobil ada pesan masuk.
Pesan itu dari detektif yang sudah menemukan titik dimana Presdir dan Zafira ditahan.
Andy dan Lewis mengangguk dan bergegas masuk kedalam mobil. Api kemarahan mendidih dari dalam tubuh keduanya. Mereka sangat marah hingga tidak berbicara apapun sepanjang perjalanan selain berpikir untuk menghabisi semua musuhnya.
Mereka sampai didepan gerbang rumah besar yang digunakan sebagai markas musuhnya. Disana keluarganya disekap. Andy mengemudikan mobilnya sangat kendang dan menabrak pagar rumah itu!
Braaakkkk!
Pagar itu roboh. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan yang diarahkan kedalam mobil. Tapi mobil Andy adalah mobil mewah anti peluru, sehingga semua peluru itu terpental dan tidak menembus masuk kedalam.
Andy lalu menabrakkan mobilnya pada beberapa orang yang berjaga diluar hingga mereka terpental jauh.
Buuuukkkk!
Mereka sekarat dalam sekali tabrak saja. Dengan penuh kemarahan, Andy menabrak barisan kedua yang akan menyerangnya.
Buuuukkkk!
Mereka terpental kembali dengan sangat keras hingga seakan tulang mereka remuk.
Andy masih dengan kemarahan lalu keluar dari mobil. Dia dan Lewis memakai jaket anti peluru dan segera masuk kedalam rumah besar itu.
Tembakan mulai terdengar didalam rumah, dan para penjahat itu menembaki dengan bersembunyi.
__ADS_1
Andy dan Lewis saling berpandangan dan menoleh pada arah peluru. Andy dan Lewis mengangguk lalu melompat dan menemukan para penjahat yang menembak sambil bersembunyi.
Dug!
Buk!
Braaakkkk!
Andy dan Lewis menghajar mereka tanpa ampun. Tidak memberi kesempatan pada lawan untuk melawan. Mereka sekarat seketika dalam beberapa kali tendangan dan pukulan.
Andy dan Lewis lalu berjalan masuk semakin dalam.
Tiba-tiba ruangan menjadi sepi. Para penjahat itu keluar dari rumah besar. Dan disaat yang sama terdengar teriakan ibunya saat dia terjatuh dari kursi dan kain yang menyumpal mulutnya terlepas.
Andy dan Lewis segera berlari keruangan itu. Mereka melihat ibu dan Zafira terikat. Andy membebaskan ibunya sedangkan Lewis membebaskan Zafira.
"Aku akan segera melepaskan ikatannya," kata Lewis pada Zafira.
Lewis lalu melepaskan ikatan pada istrinya dan bisa membebaskanya. Dia keluar dari kamar dan bertemu Andy serta ibunya diluar kamar.
Saat mereka akan keluar, tiba-tiba terdengar suara mobil meninggalkan rumah besar itu.
"Sialan! Mereka kabur! Pasti ada perubahan rencana. Tetap waspada!" kata Andy memperingatkan Lewis.
Dan rumah itu dibakar dari luar. Api membesar dengan cepat.
"Sudah kuduga, mereka ingin kita mati bersama disini," kata Lewis.
"Bagaimana ini? Aku sangat takut....apinya sangat besar. Mereka membakar rumah ini...." kata Zafira.
"Kita pasti akan keluar," kata Andy sambil memapah ibunya.
Sementara tiba-tiba ada mobil datang, kali ini bukanlah musuh, melainkan anak buah Andy. Mereka segera memadamkan api itu dibagian pintu depan.
Beberapa anak buahnya serta detektif segera masuk kedalam untuk membebaskan Andy dan Lewis. Api berhasil dipadamkan dibagian pintu keluar.
Tap! tap! tap!
Mereka masuk kedalam ruangan tengah dan menemukan Andy dan Lewis sedang berjalan kearah keluar. Mereka segera memberikan bantuan.
Akhirnya mereka berhasil keluar dari rumah besar itu.
Andy menatap tajam pada Lewis. "Ayo kita selesaikan semua ini!" kata Andy dan dijawab anggukan oleh Lewis.
"Kalian bawa ibu dan istrinya kerumah sakit. Aku akan mencari otak penjahat itu dan membuatnya sadar, dengan siapa mereka berhadapan!" kata Andy penuh emosi.
"Aku sudah menemukan titik keberadaanya," kata detektif itu.
"Ayo masuk kedalam mobil," kata Andy lalu segera mengendarai mobil menuju titik selanjutnya dimana para penjahat itu berada.
__ADS_1