
Merekapun menikah sesuai janji Ratu Delilah dan akhirnya kerajaan baru dipimpin oleh raja dan ratu. Maka Eduardo sekarang menjadi raja dan Delilah ratunya.
Andi dan kedua saudara Eduardo kembali ke pulau terpencil dan berpamitan pada semua orang didalam kerajaan itu.
"Ayah, aku akan sangat merindukanmu" kata Eduardo.
"Ya, sekarang kau adalah raja. Dan tanggung jawabmu sangat besar. Maka ingatlah pesan ayah ini. Jadilah raja yang adil dan mendahulukan kepentingan rakyatnya diatas kepentingan keluarga," kata Andi pada Eduardo.
"Ya ayah, nasehatmu akan aku ingat selalu. Dan salam untuk ibu," kata Eduardo lalu berpelukan dengan ayahnya.
"Hai Azam, kemarilah, aku juga akan merindukanmu, kau juga," kata Eduardo memeluk Azam lalu memeluk Alvian.
"Selamat, kau telah menjadi seorang raja di kerajaan yang baru. Dan jangan lupakan kami," kata Alvian.
Mereka lalu berpamitan dan kembali ke pulau terpencil.
Andy datang bersama Azam dan Alvian. Diana, Rossa dan Naina menyambut nya dengan senyum indah di wajah mereka yang mulai menua.
Andy lalu memeluk dan mencium kening istrinya satu-satu. Mereka tidak sabar menunggu Andy dan ingin mendengar kabar tentang kerajaan baru dimana Eduardo sekarang tinggal disana.
Sementara, Delilah mendengar kabar dari keluarganya jika ayah mertuanya punya istri tiga. Hal ini sangat mengejutkan dirinya dimalam pertama.
__ADS_1
Ada rasa cemas dan khawatir jika Eduardo akan mempunyai banyak istri atau selir.
"Aku mendengar kabar jika ayahmu punya tiga istri dan mereka hidup bahagia," kata Delilah saat Eduardo memeluknya dari belakang.
"Ohh, ya, maafkan aku. Aku tidak pernah bercerita padamu jadi kau mendengarnya dari orang lain," kata Eduardo.
"Tidak masalah, jika aku mendengar dari orang lain. Tapi aku menjadi cemas setelah tahu hal itu," kata Delilah dan membalikkan tubuhnya hingga mereka sekarang berpelukan dan bertatap muka.
"Cemas? Apa yang kau cemaskan?" tanya Eduardo seperti berlagak pilon.
"Dirimu!"
"Aku? Aku tidak mengerti, kau bertanya tentang pernikahan ayahku tapi kau mencemaskan aku. Apa yang ingin kau katakan? Jangan membuatku bingung," kata Eduardo menatap lembut wajah Delilah.
"Ohh, my God, aku tahu sekarang. Kau tidak mau dimadu? Begitu kan. Tapi setahuku, setiap raja selalu punya selir selain ratunya," kata Eduardo menggoda Delilah.
"Apa?! Sehari baru menikah kau sudah berbicara tentang selir?" Ucap Delilah dengan nada tinggi.
"Hahaha, kau semakin cantik saat marah, cup," Eduardo tertawa lebar melihat reaksi istrinya dan menciumnya.
"Jika itu sampai terjadi, maka kau harus hati-hati dengan minumanmu!" Kata Delilah ketus.
__ADS_1
"Hahaha, dimalam di malam pertama ratuku sudah berbicara aneh. Bahkan berniat memberi racun pada minuman suaminya. Bukankah harusnya kita bermesraan dan membuat pewaris kerajaan yang banyak?"
"Kau membuatku kesal!" ketua Delilah merajuk.
"Makanya, jangan berpikir yang tidak-tidak. Kita nikmati malam ini dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi nanti. Aku berjanji, hanya kau istriku seumur hidupku, kau puas?" tanya Eduardo lalu membuka gaun istrinya.
"Apakah kau akan menepati janjimu itu?"
"Tentu saja. Pria sejati tidak pernah ingkar janji. Aku hanya akan mencintaimu dan tidak akan ada istri lain atau selir selain dirimu," kata Eduardo meremas dua buah kenyal milik Delilah.
"Aku masih ragu padamu. Bagaimana jika kau mengingkari janjimu?" Delilah menahan kedua tangan Eduardo yang berada diantara kedua kakinya.
"Aku harus hati-hati dengan minumanku. Mungkin saja ada bubuh racun didalamnya," Eduardo berbicara sambil tertawa tipis dan mencium bibir ratunya yang seksi.
"Kau ini!" Delilah lalu memeluk suaminya dengan erat dan tersenyum penuh kebahagiaan.
Delilah terhanyut dengan janji dan kata manis Eduardo namun meskipun begitu, hatinya senang dan puas. Saat suaminya berjanji akan setia padanya, maka dia seperti mendapatkan mahkota termewah dan terindah di dunia.
Karena kesetiaan suami adalah mahkota bagi istrinya. Dan tidak sama dengan Andy, ayahnya yang memang tinggal di pulau terpencil dan poligami adalah sebuah keharusan demi memperbanyak keturunan dan warisan nenek moyang mereka.
Sedangkan Eduardo tinggal disebuah kerajaan yang dibangun oleh Ratunya. Keadaan berbeda maka kehidupannyapun berbeda.
__ADS_1
Setiap orang dihadapkan pada situasi dan keadaan yang berbeda terkait jalan hidup yang diambil.
Tamat