Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Menyerahkanya pada Diana


__ADS_3

Genap sembilan bulan Rossa mengandung dan anak pertamanya sudah berusia satu tahun lebih. Maka tiba hari yang dinantikan. Hari ini Rossa melahirkan anak laki-laki dengan selamat.


Dan seperti yang mereka harapkan, maka anak laki-laki kali ini terlahir dengan tubuh yang sehat dan sempurna tanpa cacat. Dan bahkan dia begitu putih dan tampan. Badannya montok dan suara tangisannya sangat keras.


Tetua yang ikut mendampingi keluarga Andy segera membawa bayi yang masih merah itu kepada Nyi Anker untuk dibersihkan.


"Dia adalah calon pemimpin dipulau ini," kata tetua sangat senang.


Andy masih mendampingi Rossa sementara Diana bersama Eduardo.


Ada Naina serta kedua anaknya juga disana. Mereka ikut berbahagia atas kelahiran anak kedua dari Rossa.


"Selamat, anakmu sangat tampan," kata Naina.


"Terimakasih...bisa panggilkan Diana?"


"Ya...akan aku panggilkan...." kata Naina lalu keluar untuk memanggil Diana.


Bersama itu bayinya sudah dibersihkan dan saat ini sudah rapi dan sedang tidur dengan pulas. Nyi anker membawanya untuk diserahkan pada Rossa.


Rissa menerima bayinya lalu duduk menggendongnya, Diana datang bersama Naina.


Andy berdiri untuk mengambil Eduardo dari gendongan Diana.


Diana lalu mendekat dan mengucapkan selamat pada Rossa.


"Dia sangat manis dan tampan, semoga sehat dan panjang umur," kata Diana.


Dan bersama itu, Rossa menyodorkan bayinya didada Diana.

__ADS_1


"Ini....aku ingin kau yang merawatnya dan sejak sekarang, kau adalah ibunya. Aku sudah punya Eduardo, dan Nicolas adalah milikmu...." kata Rossa sambil tersenyum.


Diana menerimanya dengan air mata kebahagiaan dan rasa syukur yang tidak terkira. Dia tidak pernah menduga akhirnya bisa menjadi seorang ibu meskipun tidak bisa mengandung dan melahirkan.


"Terimakasih...." Diana segera mencium bayi yang masih merah itu dan mengusap dahinya. Dia menggendongnya dengan airmata yang tidak berhenti mengalir karena sangat bahagia.


Rossa mengangguk tersenyum padanya. Diana lalu berpamitan dan akan membawa bayi itu pulang kerumahnya. Dia juga akan mengadakan pesta untuk menyambut kedatangannya.


"Kau bisa membawanya pulang," kata Rossa dan dijawab anggukan oleh Diana.


Nyi anker menemani Rossa dan mengurusnya selama masa habis melahirkan. Eduardo bersama Andy sedangkan Diana pulang ditemani Naina


Tetua yang akan keluar dari rumahnya kaget saat Diana datang dengan seorang bayi. Wajahnya ditutup oleh kain, sehingga tetua tidak tahu jika itu adalah anak Rossa yang baru saja dilahirkan.


"Siapa yang kau gendong?" tanya Tetua.


"Anakku..." jawab Diana sambil tersenyum.


"Anak siapa itu?" tanya ibunya juga kaget.


"Ini adalah anak Diana ibu...." kata Diana.


"Huuss! Anak dari mana? Kau bahkan kemarin masih belum mengandung tapi sekarang bilang punya anak,"


"Kalian pasti terkejut. Ini benar, dia adalah anaku karena Rossa memberikanya padaku untuk menjadi anakku...." kata Diana dan membawa bayinya mendekat pada ibunya.


"Benarkah?" Ibunya sangat senang dengan kemurahan hati Rossa karena memberi kesempatan pada Diana untuk menjadi seorang ibu.


Diana mengangguk dan tersenyum, lalu tetua mendekat dan memeluk mereka berdua.

__ADS_1


"Rumah kita akan ramai mulai sekarang Bu... biar ayah kesana untuk mengucapkan terimakasih pada Rossa," kata tetua.


"Aku ikut pak," kata dirinya lalu mereka berdua keluar untuk pergi kerumah Rossa dan mengucapkan terimakasih padanya.


Diana lalu merebahkan bayinya dan mulai melihatnya beruang kali dan setiap kali menatap wajahnya senyum selalu mengembang dari wajah Diana.


***


Beberapa bulan kemudian, Andy berpamitan pada Tetua karena akan pulang ke negaranya. Dia juga akan membawa serta Nicolas bersamanya.


Dia berpamitan pada ibunya untuk pergi satu tahun lamanya. Namun ternyata dia pergi melebihi satu tahun, bahkan tidak sempat pergi ke negara MX karena Rossa mengandung. Andy harus membantu Rossa menjaga kandunganya serta Eduardo yang masih bayi.


Tetua mencium kening Nicolas sebelum memberikanya pada Diana.


"Kakek akan merindukannya...." kata Tetua dan airmata istrinya juga mengalir karena perpisahan itu.


Kemarin rumah terasa begitu ramai dan bahagia bisa berkumpul bersama anak serta cucunya. Namun saat ini mereka akan keluar pulau lagi, dan perpisahan menjadi berat kali ini.


"Kami akan segera datang lagi. Andy harus pergi ke negara MX. Kami sudah menundanya sangat lama," kata Diana.


Ayah serta ibunya mengangguk lalu mencium kening putrinya.


Sementara kemarin malam mereka berdua sudah berpamitan pada Rossa serta Naina karena akan pergi keluar pulau.


Andy lalu mengajak Diana keluar dan Diana menggendong Nicolas. Sementara Andy membawa koper dan beberapa barang.


"Kalian hati-hati dijalan. Kenapa tidak satu tahun lagi disini. Biar Nicolas agak besar sedikit, ibu sangat khawatir dengan keselamatan kalian ditengah laut, udara dingin, ikan hiu, dan para perompak," kata ibunya sambil mengusap airmatanya.


Andy lalu memeluk ibu mertuanya dan mengatakan akan menjaga Diana serta anaknya dengan baik.

__ADS_1


"Kalian tidak usah cemas. Mereka akan baik-baik saja," kata Andy lalu mengangguk dan menggandeng Diana untuk pergi kekapal.


__ADS_2