
Andy dan Diana sesuai keinginan Tetua, pergi ke rumah Nyi Anker yang merupakan dukun bayi ditempat tersebut. Semua bayi dipulau ini lahir dengan normal, dan semua itu berkat bantuan Nyi Anker.
Tok! tok! tok!
"Ya, masuk," jawab Nyi Anker yang sedang duduk sambik mengunyah daun sirih.
Tetua, Diana dan Andy segera masuk kedalam rumah Nyi Anker.
"Tetua?" Nyi Anker nampak terkejut.
"Ini putriku Diana, kami datang ingin memeriksa kondisinya. Karena ini mendesak, bisakah kau memeriksanya sekarang?" tanya Tetua.
"Baiklah, ikutlah denganku. Aku akan memeriksamu dikamar," jawab Nyi Anker sambil mengajak Diana kekamarnya untuk diperiksa.
Diana berbaring dan Bayi Anker mulai mengucapkan mantra dan memegang perut Diana.
"Sekarang duduklah,"
"Sudah Nyi?" tanya Diana.
"Ya sudah," jawab Nyi Anker lalu keluar bersama Diana dan duduk kembali berbicara dengan Tetua.
"Bagaimana?" tanya Tetua tidak sabar.
"Maafkan aku. Ini berita yang tidak bagus. Sepertinya kau tidak bisa mendapatkan cucu darinya. Dia tidak bisa mengandung," kata Nyi Anker setelah memeriksa tahun Diana melalui keahliannya.
Diana nampak shock dan kaget.
"Apa!?"
"Ini benar. Aku sudah memeriksanya dan mencari tanda itu. Tapi dia benar-benar tidak bisa hamil."
Andy menatap Diana dan merengkuhnya kedalam pelukannya.
"Tidak papa, jangan khawatir," kata Andy pada Diana.
Tetua nampak shock dan berpamitan pulang setelah tahu hasilnya.
Mereka lalu pulang, dan sampai dirumah Diana berdiam diri dikamarnya karena masih kecewa tidak bisa memberikan anak untuk Andy.
Diruang tamu, Andy sedang berbicara serius dengan Tetua.
"Aku tahu putriku tidak bisa memberikan keturunan. Tapi seperti mimpiku, kau harus memberikan keturunan. Ini sangat penting, kau akan segera pergi lagi."
Andy menjadi bingung dengan maksud Tetua. Putrinya tidak bisa mengandung, tapi dia tetap ingin Andy memberikan keturunan. Bagaimana caranya?
"Kau akan menikah dengan Rossa. Dia satu-satunya gadis yang tersisa dipulau ini. Tidak ada gadis lain lagi, semuanya sudah menikah, dan yang lainya masih dibawah umur. Maka aku akan mempersiapkan besok untuk acara pernikahan kalian."
"Apa!?" Andy nampak shock dan kaget saat disuruh menikah lagi. Janjinya untuk menikahi Naina bahkan masih tertunda karena masa Iddah yang belum selesai.
Tapi sekarang, dia harus menikah lagi dan punya dua istri. Andy menatap Tetua dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan khawatir soal Diana. Dia tahu bahwa pria disini hampir semuanya berpoligami. Dia tidak akan keberatan."
"Tapi," Andy masih ragu dan Tetua bangkit lalu masuk menemui putrinya.
Tetua duduk disamping Diana yang masih bersedih karena vonis Nyi Anker.
"Diana, kau tidak keberatan bukan jika Andy menikah lagi? Dia harus segera meninggalkan keturunannya disini. Kalian akan pergi lagi dan tidak lama berada disini. Keturunan bagi pulau kita sangatlah penting. Tentu kau tahu alasannya," kata Tetua.
Diana mengangguk dan menatap ayahnya lalu mereka berpelukan.
"Kau memang putriku yang cerdas dan setia pada adat dipulau kita. Jika begitu, katakan pada suamimu jika kau tidak keberatan dia menikah lagi," kata Tetua pada putrinya.
Diana mengangguk pelan.
Tetua segera keluar dan tidak lama kemudian Andy masuk kedalam.
Andy berbaring disamping Diana. Andy lalu memiringkan tubuhnya dan menatap wajah istrinya. Hanya dipulau ini setiap wanita rela berbagi kasih demi keturunan. Berbagi suami dan memperbanyak jumlah kelahiran.
Andy membelai rambut Diana dan menatapnya lembut.
"Apa yang dikatakan ayahmu? Dan bagaimana menurut pendapatmu?"
"Aku sedih, tapi aku tahu jika ayah mendapat pesan dari nenek moyang melalui mimpi. Aku akan baik-baik saja. Aku dengar kau akan menikah dengan sahabatku bukan? Kau akan menikah dengan Rossa?"
Andy mengangguk sambil memegang erat tangan Diana.
"Pernikahanya besok,"
"Ya, aku tahu. Aku lahir dipulau ini dan aku melihat para pria punya banyak istri. Awalnya pasti canggung, aku merasakannya, tapi tenanglah Andy, aku bisa mengatasi perasaanku."
Andy lalu mencium kening Diana dan menarik selimut menutupi tubuhnya dan Diana. Rasa cinta untuk Diana mulai mengisi hatinya karena nilai kepribadiannya yang kuat dan mudah ikhlas dan sikapnya yang rela berkorban demi kebaikan semua orang.
__ADS_1
Andy menunaikan kewajibannya sebagai suami untuk Diana dengan penuh kasih. Malam ini Andy benar-benar merasa Diana adalah sebuah permata berharga dari pulau tempat dimana awalnya dia tersesat.
***
Keesokan harinya Tetua dan semua warga desa sudah menyiapkan semuanya untuk pernikahan Andy dan Rossa.
Rossa juga kaget saat tahu jika dia akan menjadi istri kedua Andy. Tapi Rossa juga tidak bisa menolaknya karena Tetua yang melamarkanya untuk menantunya, Andy.
Apalagi ini demi terhindar dari bencana dan keselamatan semua orang dipulau itu.
Rossa belum menemui Andy karena dia merasa canggung untuk menemuinya. Disamping sekarang dia sudah tidak lajang lagi, ada Diana sebagai istri sahnya, dan tidak sesuka hati bisa menemui suami orang, itu yang Rossa pikirkan.
Rasa suka dan cinta yang dia simpan untuk Andy masih sama seperti sedia kala. Dan ternyata Tuhan punya rencana untuk menyatukan dirinya dan membuat cintanya menjadi kenyataan meskipun harus berbagi suami dengan sahabatnya sendiri.
Rossa masih penasaran dengan reaksi Diana sebagai istri pertama Andy. Hingga Rossa terpaksa menanyakanya pada Andy yang tiba-tiba datang menemuinya.
"Andy?" Rossa kaget bercampur canggung pada pertemuanya kali ini.
"Kau sudah siap?" Tanya Andy saat melihat Rossa sudah di dandani layaknya seorang pengantin.
Rossa mengangguk. Andy lalu duduk disebelahnya.
"Aku tidak pernah menyangka kalian berdua akan menjadi istriku," kata Andy.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Rossa.
"Apa yang bisa aku lakukan? Ini sudah tradisi."
"Kau benar, tapi, bagaimana dengan Diana?"
"Dia menerimanya. Dia juga sadar dengan tradisi turun temurun."
"Kita akan hidup menjadi sebuah keluarga. Aku tidak pernah menduganya," kata Rossa tanpa sekalipun berani menatap mata Andy.
"Ya, begitu juga aku." Andy juga menatap ke arah yang lain dan hanya sesekali menatap Rossa.
"Tapi, kenapa dengan badanmu? Kau berubah kuat dan besar," Rossa kaget saat pertama kali melihat perubahan fisik Andy.
Tidak hanya Rossa, Tetua dan semua warga desa juga awalnya kaget melihat dirinya yang tadinya kurus semampai, sekarang menjadi pria yang kekar dan berotot.
"Semua karena batu ini." Kata Andy
***
Setelah itu Diana berbalik dan duduk di kursinya bersama warga yang lainya.
Diana menatap Andy bersanding dengan Rossa yang tidak lain adalah sahabat masa kecilnya. Diana berusaha tersenyum meskipun sebagai wanita dia juga terluka. Tapi dia sadar, ini sudah tradisi dan demi tanah airnya dan kampung halamannya juga nenek moyangnya, dia menepiskan perasaan sedihnya dan berusaha ikhlas.
Ini sudah menjadi konsekuensi setiap wanita yang lahir dipulau ini. Mereka akan berbagi suami setelah dewasa nanti demi memperbanyak keturunan dan karena jumlah pria yang hanya sedikit.
Diana segera kembali kerumah orang tuanya setelah acara adat selesai. Sementara Andy pulang kerumah Rossa makam ini untuk berbulan madu.
Karena tidak bisa tidur, Diana pergi kerumah Naina dan berbicara dengannya untuk menghilangkan rasa gundah dihatinya.
Diana bermain dengan anak Naina dan tertawa demi mengusir kesedihannya.
Sementara dikamar, Andy sedang berbaring bersama Rossa. Andy begitu canggung untuk memulainya. Tapi akhirnya dia memberanikan diri dan memeluk Rossa.
Andypun berbulan madu dengan Rossa malam ini demi mendapatkan keturunan. Meskipun sejak awal sebenarnya Andy sudah menyimpan rasa suka dan cinta pada Rossa. Tapi entah kenapa saat ini dia justru terus memikirkan Diana.
Ketulusan dan keikhlasan Diana sudah membuat hatinya luluh dan membuatnya istimewa dimatanya.
***
Sementara Robert sedang mempersiapkan semuanya untuk tamu barunya dari negara MX yang akan datang untuk memesan kapal pesiar darinya.
Mereka sudah berbicara melalui telepon dan kali ini akan bertemu secara langsung. Mereka sedang dalam perjalanan dan akan sampai sebentar lagi.
Andy sudah berbicara pada Divisi Dua yang dipimpin oleh Teo dan pada Divisi Delapan yang dipimpin oleh Pedro.
Tugas Teo adalah memesan kapal pesiar sedangkan tugas Pedro memesan kapal berukuran sedang.
Mereka akhirnya sampai di pelabuhan dan disambut oleh Robert serta Bondan dengan penuh kehormatan.
Apalagi melihat pakaian dan semua yang mereka pakai yang jelas memperlihatkan jika mereka orang kaya dan bukan orang sembarangan.
Ini adalah ide Andy. Andy ingin agar mereka berpakaian dengan baju yang mewah dan mahal, sepatu bagus, dan terlihat seperti orang kaya raya. Semua ini sangat penting agar mereka dilayani dengan baik oleh Robert.
Robert selalu melihat penampilan untuk pertama kalinya sebelum menilai tamu seperti apa yang sedang dia temui.
Akhirnya Robert membawa mereka keruang yang besar dan privasi. Ruanganya mewah dan indah, dengan karpet merah disepanjang jalan nya. Hanya tamu istimewa yang akan dia ajak ke ruangan ini.
Teo dan Pedro datang dengan rombongan 50 orang. Maka ruangan yang disediakan Robert juga adalah ruangan yang besar dan bisa untuk istirahat semua orang.
__ADS_1
"Mari kita makan dulu. Kalian baru saja menempuh perjalanan jauh pasti sangat lelah," kata Robert yang ditemani Bondan.
Sementara Amaya dan Tom ada diruangan lain disatu gedung yang sama.
Mereka makan dan berbincang, setelah selesai acara makan Robert mengajak mereka untuk melihat koleksi kapal pesiar dan kapal berukuran sedang yang sudah dicetak dalam ukuran besar. Semua gambar itu ada disatu ruangan khusus agar semua tamu bisa melihat dan memilih tanpa berjalan jauh.
Semua dicetak dalam foto yang sangat jelas. Robert menunjukkan pada Teo koleksi kapal pesiar terbaik yang pernah dibuat perusahaanya.
Itu adalah pesanan Raja dari tetangga sebelah.
"Aku tertarik dengan yang ini. Lengkap dengan senjata dan aku ingin yang lebih baik dari Raja yang punya kapal ini," kata Teo.
"Baiklah Tuan, kami akan membuat yang lebih mewah dan canggih dari gambar ini," kata Robert menoleh pada Bondan.
Bondan segera merapikan semua foto itu dan mengambil satu yang sudah dipilih oleh Tuan Teo.
Pedro juga melihat-lihat kapal berukuran sedang dan mulai memilih beberapa untuk dia pesan.
Bondan sudah mencatat semuanya. Setelah itu Robert menyuruh tamunya untuk beristirahat. Besok Robert akan mengantar mereka berjalan-jalan selama mereka menginap dua Minggu disini.
***
Andy terbangun dan menatap tempat disampingnya yang sudah kosong. Rupanya Rossa sudah bangun diawal lagi dan memasak untuknya. Andy mandi dan keluar setelah rapi.
Dia duduk dimeja dan minum air hangat yang sudah disiapkan oleh Rossa.
"Makanlah, sebelum kau pulang," kata Rossa. Dan Andy segera paham jika Rossa juga menyadari waktu yang harus dia bagi antara dirinya dan Diana.
Rossa menemani Andy makan dan kadang menyuapinya. Andy menghabiskan sarapannya karena sangat lelah dan lapar setelah menghabiskan banyak energi dari kemarin dan semalam.
"Aku akan pulang kerumah Diana. Apakah tidak papa aku meninggalkanmu? Nanti malam aku akan kembali," kata Andy yang harus adil membagi waktunya.
Karena beberapa hari ini dia harus bersama Rossa, mereka sedang dalam masa bulan madu, jadi setiap malam, dia tidur dirumah Rossa sebelum pergi lagi keluar dari pulau.
Andy mengecup kening Rossa dan berpamitan padanya. Andy berjalan kerumah Naina sebelum pergi menemui Diana dirumah ayahnya.
Tapi Andy sangat terkejut saat melihat Diana bersama Naina sedang bermain didepan rumah Naina.
"Kau disini?" tanya Andy terkejut.
"Aku menginap disini menemani Naina. Sudah lama kami tidak bertemu kami sangat rindu," Diana berusaha tidak menunjukkan rasa kesepian yang dia rasakan tadi malam.
Tapi Andy sangatlah paham apa yang dirasakan Diana. Andy lalu mengajak Diana pulang kerumahnya yang lama. Rumah yang diberikan Tetua saat mereka berbulan madu.
"Naina, aku pulang dulu," kata Diana berpamitan pada Naina.
Naina mengangguk dan Andy mendekatinya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Andy pada Naina.
"Aku baik."
"Kapan masa Iddah itu selesai?" tanya Andy yang merasa punya janji dengan mendiang suaminya untuk menikah dengan Naina.
"Dua Minggu lagi." Kata Naina.
"Baiklah, aku pergi dulu," kata Andy lalu menggandeng Diana untuk naik kerumah panggung.
Andy mengajak Diana masuk kekamarnya dan duduk disampingnya. Andy merebahkan kepala Diana dibahunya.
"Maafkan aku, aku terjebak dengan tradisi yang rumit," kata Andy.
"Tidak perlu merasa bersalah. Aku memahami semuanya," kata Diana.
"Kau adalah istri yang tangguh dan hebat. Bagaimana aku baru menyadarinya,"
"Aku tidak setangguh itu, kadang aku juga menangis saat aku menginginkannya," aku Diana.
Andy lalu mencium keningnya dan bibirnya berulang kali.
"Kau adalah istriku yang pertama. Dan kau tetap yang paling istimewa diantara semuanya." Kata Andy lalu merebahkan kepalanya dipangkuan Diana.
"Kau beruntung karena tersesat disini,"
"Kenapa?"
"Kau terikat dengan tradisi," Diana mulai menggoda Andy karena dia diuntungkan dari tradisi poligami.
Andy segera mencubit dan menggelitik perut Diana karena gurauanya.
"Sudah! Jangan lakukan itu, aku sangat geli." Kata Diana.
"Berbaringlah disini," kata Andy mengajak Diana berbaring dan menatapnya dengan lekat.
__ADS_1
Mereka saling bertatapan hingga kaget saat pintunya diketuk oleh seseorang. Andy segera melompat dan membukakan pintu untuknya. Orang itu mengetuk pintu sangat keras, dan membuatnya melompat dari ranjang.