Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Polisi datang kekantor


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.....


Haidar sudah menyelesaikan studinya, namun Khan bingung dengan sikap ibunya yang terus menunda untuk mengumumkan Haidar sebagai sang pewaris yang sesungguhnya.


Haidar sampai saat ini belum tahu jika dia sesungguhnya begitu kaya raya dan mewarisi harta serta perusahaan Harun Malik.


Andy masuk keruangan ibunya, dikantor Harun Malik. Ibunya tersenyum dan mempersilahkanya duduk, sampai saat ini, Fina masih menyembunyikan identitas aslinya dan bersikap layaknya Gina, sedikitpun tidak membuat kesalahan dimata Andy.


"Masuklah sayang, ada apa?" sapa Fina lalu mempersilahkan Khan duduk disofa.


Fina bangun lalu duduk disofa disamping Khan, putranya. Fina lama menatapnya dengan bertanya-tanya didalam hati. Apa yang membawa Khan datang kemari menemuinya?


"Ibu, sudah waktunya bukan? Kita tidak perlu menundanya lagi. Aku sudah mempersiapkan aset yang akan diberikan kepada pewaris yang sesungguhnya," kata Khan yang sudah mempersiapkan semua berkas yang akan pindah ke tangan Haidar.


Khan sendiri merasa tidak berhak atas harta yang bukan miliknya. Apalagi dia sudah punya rencana untuk menghabiskan hari tuanya di pulau bersama keluarganya.


Setelah semua masalah dinegara MX selesai maka satu-satunya yang dia inginkan adalah berkumpul bersama keluarganya.


"Kenapa tergesa-gesa? Dia belum berpengalaman. Ibu lebih suka jika kau yang tetap mengambil alih perusahaan meskipun dia adalah putraku," kata ibunya.


"Tidak ibu. Itu tidak adil. Dia masih muda dan bisa belajar, dia akan dibimbing oleh Lewis serta Bondan," kata Khan karena tidak ingin membuat permusuhan dengan saudaranya sendiri, yaitu Haidar hanya karena harta dan tahta.


Jika Khan mengikuti saran ibunya, bukan tidak mungkin suatu saat akan ada pemberontakan dari Haidar. Dia tidak ingin perusahaan ayahnya hancur karena permusuhan antar saudara.


"Ibu, bagaimana jika Minggu depan?" ujar Khan karena tidak ingin menundanya lebih lama lagi.

__ADS_1


"Apakah kau tidak akan mengubah keputusanmu untuk meninggalkan negeri ini?"


"Sepertinya tidak, Diana ingin tinggal dipulau," kata Khan.


"Ibu sangat menyayangkan kalian membuat keputusan dengan begitu cepat," kata ibunya yang tidak menduga Nicolas akan dibawa pergi oleh Diana.


Hal itu membuat satu rencananya gagal, untuk membuat Nicolas sebagai perisai sekaligus kekuatannya dimasa mendatang.


"Panggilkan Haidar jika begitu," kata Fina lalu Khan menelpon Bondan untuk menyuruh Haidar masuk kedalam ruanganya.


tok! tok! tok!


"Masuklah, duduklah kemari," kata Fina mempersilahkan Haidar untuk duduk.


Haidar diam dan menunggu titah dari Presdir serta CEO.


Haidar menatap Presdir dan menunggunya melanjutkan kalimatnya.


"Kau dan Khan tertukar dirumah sakit saat baru saja dilahirkan. Dan kami baru tahu kenyataan itu beberapa tahun lalu. Itulah alasanku agar kau kuliah sambil bekerja. Kami sedang mempersiapkan mu untuk mewarisi perusahaan Harun Malik," kata Fina


Haidar menatap Khan lalu menatap Fina dengan mulut ternganga. Mimpi apa dia semalam, dia mendapat kejutan dan bahkan menjadi pewaris diperusahaan tempatnya bekerja.


Selama ini dia mengira jika dia adalah pria miskin yatim piatu, namun hati ini wanita dihadapanya mengaku sebagai ibunya. Mulutnya masih ternganga dan matanya tidak berkedip.


"Tidak, kalian pasti sedang bercanda. Dan maaf, ini sangat menyakiti perasaan saya. Jika ini hanyalah sebuah candaan," kata Haidar.

__ADS_1


"Tidak Haidar. Ini kenyataan. Aku juga baru mengetahui beberapa tahun yang lalu, ceritanya sangat panjang. Kami mempersiapkan dirimu dengan menyuruhmu bekerja sambil kuliah, agar saat hari itu tiba, kau sudah bisa memegang perusahaanmu."


"Tidak pak Khan,"


"Jangan panggil aku pak. Kita adalah saudara. Aku dibesarkan oleh kedua orang tuamu dan mengira jika mereka adalah orang tuaku. Kenyataanya orang tuaku sudah tiada," kata Khan dengan berkaca-kaca.


"Tidak, ini terlalu kejam. Bagaimana kita bisa tertukar?"


"Haidar......" Khan mengulurkan kedua tanganya dan Haidar lalu memeluknya. Mereka saling berpelukan dan tiba-tiba pintu diketuk dari luar.


Dua orang polisi datang untuk membawa ibunya. Tentu saja Khan dan Haidar sangat terkejut.


"Maaf pak Khan, kami harus membawa ibu anda,"


"Tapi ada apa ini?" tanya Khan bingung.


"Ini surat perintah penangkapanya," kata polisi yang membawa surat dari atasannya.


"Baiklah, Ibu....jangan khawatir, kami akan segera kesana untuk menyelesaikan semuanya. Kami masih tidak mengerti ada masalah apa, tapi pengacara akan segera saya kirim untuk ibu," kata Khan yang tidak bisa melakukan apa-apa saat polisi menunjukkan surat dari atasannya.


"Khan....jangan percaya pada mereka. Percayalah, ibu tidak melakukan apapun, Khan katakan pada mereka untuk tidak membawa ibu ke kantor polisi," pinta Fina dan berusaha untuk menghindar.


"Silahkan ikut kami sekarang. Nanti bisa anda jelaskan setelah sampai dikantor polisi," kata seorang polisi dan lalu memegang lengan Fina.


Khan tidak bisa berbuat apa-apa meskipun ibunya memintanya agar melakukan sesuatu untuk menghalangi tugas polisi.

__ADS_1


Haidar menatap Khan dan bingung dengan keadaan ini.


Baru saja ada berita yang mencengangkan dan sekarang ada berita buruk dari polisi yang membuat semuanya menjadi panik.


__ADS_2