Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Diana menghilang


__ADS_3

Hari ini tiba saatnya untuk perayaan besar. Andy akan menikah dengan Diana. Semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan sesuai adat mereka.


Rossa mendandani Diana dengan sangat cantik. Beberapa meter dari Andy duduk Naina sedang bersama anaknya juga turut hadir disana.


Diana keluar dan ayahnya menyerahkan nya pada Andy. Andy berjanji untuk menjaga dan membahagiakanya.


Setelah mengucapkan sumpah pernikahan dan berjabat tangan dengan ayahnya menurut warga di sana pernikahan mereka sudah sah. Andy mencium kening Diana dan Diana mencium tangan Andy.


Semua orang lalu mengheningkan cipta dan berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaan sepasang pengantin baru itu.


Malam ini Diana tidur bersama Andy. Mereka menempati rumah kosong disamping rumah Andy. Andy sengaja memilih rumah itu agar bisa menjaga Naina juga. Andy keberatan jika mereka tinggal satu rumah.


Diana tinggal dirumah panggung bersebelahan dengan Naina. Ini adalah malam bersejarah untuk Andy dan juga Diana.


Semua warga masih berpesta dirumah tetua. Tapi Andy dan Diana disuruh masuk ke kamar untuk beristirahat. Ini malam bulan madu dan warga tahu apa yang mereka inginkan.


Andy dan Diana terbaring dalam satu ranjang setelah mandi dan membersihkan diri dengan air bunga tujuh rupa. Termasuk didalamnya ada bunga melati yang harumnya semerbak.  Sebagian bunga melati itu dihias dikamar mereka.


Menurut warga disana mandi air tujuh rupa sebelum berbulan madu adalah suatu keharusan agar terhindar dari roh jahat.


Andy memejamkan matanya karena merasa sangat lelah. Diana mendekat dan memeluknya. Andy tidak bisa mengelak lagi karena mereka resmi suami istri.


Tapi ada sesuatu yang mengganjal di benak Andy. Banyak sekali impian besar yang masih ingin dia wujudkan.


"Diana, jangan tersinggung, tapi bisakah kau menunggu beberapa hari lagi?" kata Andy memiringkan badannya berhadapan dengan Diana.


"Maksudmu?" Diana tidak mengerti apa yang akan dibicarakan Andy.


"Ini terlalu cepat bagiku, Sesungguhnya aku masih belum siap. Tapi semua ini terserah padamu, jika kau tidak bisa menunggu, aku tidak bisa memaksamu, itu hakmu, kau adalah istriku," kata Andy menatap Diana lekat.


Diana lalu membenamkan wajahnya di dada Andy. "Jika kau belum siap aku akan menunggu",ucap Diana berbisik.


"Terimakasih," Andy mengecup kening Diana. Mereka lalu tertidur sambil berpelukan hingga pagi hari.


Andy bangun lebih dahulu, dan dia lihat diana masih melingkarkan tangannya didadanya.

__ADS_1


Diana masih memeluknya meskipun terlelap. Perlahan Andy melepaskan pelukannya tanpa membangunkan Diana.


Andy lalu beranjak bangun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Sementara utusan dari tetua menyangka mereka belum bangun, maka dia menaruh kotak makanan didepan pintu rumah Diana dan meninggalkan nya.


Dia tidak ingin mengganggu pengantin baru yang sedang berbulan madu. Diana bangun dan melihat disampingnya kosong, Andy sudah bangun dan tidak ada disampingnya. Andy pergi kerumah Naina karena saat pagi hari Naina mungkin repot dan Andy membantu menjaga salah satu anaknya.


"Apa yang kau buat?" tanya Andy saat dia melihat Naina sedang mengaduk beras di kuali.


"Aku sedang membuat bubur," jawab Naina sambil memasukan beberapa kayu bakar yang sudah kering.


Diana berdiri di pintu dan melihat Andy sedang berbicara pada Naina.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Diana bergabung bersama mereka.


"Naina sedang membuat bubur, aku membantunya. Kau sudah bangun?"


Tanya Andy menatap Diana dengan senyum manisnya.


Merekapun makan bersama, Diana datang dengan sarapan yang dikirimkan ayahnya. Dia mengambilnya didepan pintu rumahnya.


Diana lalu membawanya kerumah Naina dan akan makan bersama dengan Andy disana.


Setelah makan Diana mengajak Andy berjalan-jalan kehutan sekalian mencari kayu bakar. Stok kayu bakar dirumah Naina sudah tinggal sedikit, tersisa beberapa dan masih belum kering, jadi tidak bisa digunakan.


Andy mencari kayu bakar dan berjalan terus kearah depan.  Dia mengumpulkan semua disatu tempat. Sementara Diana memetik sayuran yang mereka tanam didekat pantai.


Setelah memetik sayuran Diana lalu menjaring ikan dengan jaring yang selalu ada dipinggir pantai. Ada danau kecil disana tidak terlalu besar tapi banyak ikan yang mulai besar. Beberapa bulan lalu warga bersama-sama menaruh ikan-ikan kecil disana.


Siapa saja bisa mengambilnya tanpa membayar. Karena mereka hidup bergotong royong dan segala sesuatu dilakukan bersama-sama.


Hasilnya juga dinikmati bersama. Tiba-tiba dua orang mengendap ke arah Diana dan membungkam mulutnya.


Diana meronta dan mencoba berteriak, namun rupanya disapu tangan itu ada obat biusnya. Jika saja tidak dicampur dengan obat bius dan Diana sadar, maka sudah pasti dia akan melawan mereka berdua.

__ADS_1


Diana terkulai dan tidak sadarkan diri. Mereka lalu menyeret Diana ke perahu yang sudah dipersiapkan.


Mereka adalah para perompak yang sudah lama mengintainya. Mereka juga tahu jika Diana sering pergi sendirian kepinggir pantai untuk mengambil sayuran.


Mereka menggunakan kapal kecil dan suaranya tidak terlalu bising.


Andy masih sibuk mencari kayu bakar sambil menunggu Diana kembali.


"Kemana dia? Kenapa lama sekali mengambil sayuran ya?"


Andy tidak menyadari jika Diana diculik oleh para perompak itu.


Diana dibawa oleh para perompak dan matanya ditutup. Para perompak itu menemui seorang pria yang sedang berpesta disebuah kapal pesiar.


Pria itu datang dan melihat postur dan tubuhnya tanpa memperhatikan mukanya. Wajahnya tertutup oleh rambutnya yang tergerai dan juga kain yang agak lebar yang menutupi kedua matanya.


Dia langsung setuju untuk membelinya. Perompak dan pria itu melakukan transaksi. Setelah pria itu membayar sejumlah uang diminta para perompak, pria itu berjala mendekati Diana dan membuka penutup matanya.


"Diana?!" Robert sangat terkejut karena wanita yang dia beli dari para perompak adalah Diana.


"Mereka sudah menculik da menjualmu. Syukurlah aku bertemu dengan mereka dan saat aku tahu itu kau, aku langsung menyerahkan uang yang mereka minta. Aku tidak bisa membayangkan jika kau dijual pada pria yang lain. Mungkin kau....." Robert berpura-pura seolah dia adalah pahlawan yang sudah menyelamatkan ya.


"Perompak? Mereka yang membawaku kesini?"


"Ya."


"Aku ada dimana?"


"Kau ada di kapal pesiar miliku. Kau tidak usah khawatir, kau aman bersamaku."


"Tapi aku harus kembali. Keluargaku ada dipulau itu,"


"Pulau? Pulau yang mana?"


"Aku tidak ingat, aku tidak tahu pulau itu dimana. Disana, tidak, disebelah Utara,. Tidak juga mungkin dibarat, entahlah, aku tidak ingat letak pulau itu,". Diana mulai panik dan menangis.

__ADS_1


Robert merengkuhnya dan memeluknya agar Diana merasa tenang. Robert tersenyum menyeringai, dan dia tidak akan pernah membiarkan Diana kembali pada keluarganya, itu yang Robert pikirkan.


__ADS_2