
Amaya dan Robert sudah setengah perjalanan, tapi anak buahnya yang secara tidak sengaja singgah dinegara MX mendapat kabar jika Andy ada dinegara itu.
Mereka bersembunyi disana. Maka dia segera menelpon Amaya.
"Halo,"
"Sebaiknya anda jangan pergi ke negara MX."
"Kenapa?"
"Andy bersembunyi dinegara itu,"
"Ya, kami akan kembali." Kata Amaya lalu berbicara pada Robert untuk putar arah.
Robert nampak masih bingung karena sebenarnya dia memang sangat ingin ke negara MX. Dia begitu penasaran dengan keadaan disana.
"Kita harus kembali. Andy bersembunyi disana. Terlalu berbahaya jika kita pergi ke negara itu," kata Amaya.
"Baiklah jika begitu,"
Andy sedang mempersiapkan segalanya untuk tamu yang akan datang, tidak lain adalah keluarganya. Tapi mendengar kabar jika mereka tidak jadi datang dan mengurungkan niatnya Andy sangat kecewa.
Andy lalu memerintahkan semua anak buahnya untuk bersiap dan mereka akan pergi untuk membebaskan ayahnya. Semua anak buahnya ikut, hanya kepala divisi yang tidak diperbolehkan ikut karena harus mengurus perusahaan.
Andy bergegas pergi ke gudang untuk mengambil semua senjata dan pergi kepelabuhan untuk memeriksa jumlah kapal. Setelah semuanya ada disana, Andy memerintahkan anak buahnya untuk segera berkumpul dan naik kekapal.
Hari ini semuanya harus selesai, dia tidak akan menundanya lagi.
"Sony, Lewis, kalian ikut, kita akan mengambil alih perusahaan dan membebaskan ayah." kata Andy.
Seteleh semua anak buahnya berkumpul diatas kapal, Andy segera memerintahkan untuk berlayar kenegaraannya. Mereka akan membebaskan ayahnya yang ditahan oleh saudaranya.
Berita tentang gerakan yang dilakukan Andy sampai ketelinga Amaya dan Robert dari anak buahnya yang kebetulan singgah disana.
Amaya dan Robert sangat geram, saat tahu jika mereka datang dengan kapal dan mulai curiga jika yang memesan kapal kemungkinan adalah Andy.
Dan sekarang mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk persiapan, mereka segera memerintahkan anak buahnya untuk berkumpul dirumah besar dan menjaga pelabuhan begitu sampai.
"Kurang ajar! Kita tertipu selama ini!"
"Ya, sekarang Andy dan anak buahnya menuju kemari," kata Amaya dan Tom melihat mereka berdua dengan kesal.
"Tembak semua kapal itu sebelum mendekat!" Teriak Tom pada semua anak buahnya yang sekarang sudah berbaris dipinggiran pelabuhan. Mereka berjaga lengkap dengan senjata tajam dan baju anti peluru.
Andy memakaikan baju anti peluru pada Diana.
"Pakailah ini, kau tetaplah ada disini dan jangan kemana-mana," kata Andy.
"Ya, jaga dirimu baik-baik," kata Diana.
Mereka hampir sampai ketempat tujuan. Dari jauh mereka menggunakan teropong untuk melihat situasi pelabuhan.
"Hati-hati! Mereka mungkin akan melakukan serangan jarak jauh!" teriak orang itu.
Andy mengangguk. Dan mengarahkan para pemanah untuk bersiap.
Kapal mereka semakin mendekat. Andy memerintahkan untuk dlsegera melemparkan panah dengan api di ujungnya. Panah-panah melayang keudara dan jatuh disekitar pelabuhan.
Terjadi kebakaran disekitar tempat itu dan sebagian anak buah Robert terkena panah dan terbakar.
"Tembak sekarang!" teriak Tom saat anak buahnya panik karena tidak menduga mereka akan menyerang dengan panah berapi.
Sebagian kapal terbakar dan mereka mulai menembak kearah kapal yang paling dekat.
Boooommmmm
Tiba-tiba terdengar ledakan sebuah kapal milik anak buah Andy. Sebagian anak buah Robert melemparkan bom kearah mereka.
Dan beberapa kapal Andy meledak saat diserang dengan bom.
Diana terlihat panik saat sebagian kapal anak buah Andy tenggelam dan anak buahnya terlempar kelaut.
"Andy, mereka sudah mendengar kita akan menyerang. Mereka sudah melakukan persiapan juga," kata Diana.
"Sial!" umpat Andy yang tidak menduga jika mereka sudah siap saat dia datang.
Andy melempar bom kearah mereka dan Booommmm! Duaarrrrr!
Beberapa kapal meledak dan anak buah Tom berhamburan menyelamatkan diri.
"Kurang ajar! Mereka juga mempunyai bom! Arahkan Bom kekapal Andy! Dan serang dia hingga dia tidak bisa melarikan diri!" teriak Tom yang sudah mempelajari situasi.
Andy kehilangan beberapa kapal yang meledak karena terkena bom. Asap tebal mengepul di udara. Andy sudah datang dan tidak akan pulang dengan tangan kosong.
Andy memacu kapalnya dan tidak peduli jika mereka terus menembak dan melempari dirinya dengan bom.
Dia harus menyelamatkan ayahnya, itu yang dia pikirkan saat ini.
Andy memacu kapalnya dengan lebih kencang dan menabrakkan pada anak buah Robert yang sedang bersembunyi.
Disana juga ada Robert yang sedang berdiri dibelakang anak buahnya.
Andy segera menyerang semua anak buah Robert dan kali ini setiap pukulan penuh dengan energi tiada ampun.
__ADS_1
Sekali pukul dan sekali tendangan sudah membuat anak buah Robert sekarat.
Andy terus menyerang dan melumpuhkan semua anak buah Robert yang tersisa di bagian selatan.
Andy memutar badannya dan menendang sepuluh orang sekaligus dalam sekali tindakan. Badannya begitu ringan melayang di udara dan menghajar kepala mereka satu persatu.
Kali ini Andy tidak akan mengampuni siapapun yang menghalangi jalannya.
Plak! plak! plak!
Duag! duag! duag!
Pukulan dan tendangan membuat semua anak buah Robert bergelimpangan dan berjatuhan dilantai.
Mereka semua tersungkur dan tidak mampu bangkit lagi karena tenaga dalam yang dimiliki Andy sungguh berbahaya dan mematikan.
Tinggal Robert yang kaget melihat anak buahnya berjatuhan dalam waktu singkat. Anak buah Andy yang lain sedang bertarung dalam jarak dekat melawan anak buah Tom.
Andy berjalan mendekati Robert dan langsung berputar menendangnya. Robert terjungkal saat kaki Andy menendang mukanya.
Robert bangkit dan melawan. Robert akan mengambil senjata didekatnya. Andy segera menendang senjata itu lebih cepat dari tangan Robert.
Kali ini Andy menginjak tangan Robert hingga tulangnya retak.
Aaaaaaa!
Robert menjerit kesakitan dan menendang Andy dengan salah satu kakinya.
Setelah itu Robert bangkit dan ingin melarikan diri. Andy segera mengejarnya hingga berada didekat pintu besar.
Andy menendang Robert dari belakang dan Robert terjungkal. Andy lalu menginjak salah satu tanganya hingga tangan itu mati rasa.
Robert menjerit kesakitan dan merasakan seluruh aliran darahnya serasa terhenti. Kedua tangannya mati rasa, dan sarafnya tidak berfungsi.
Aaaaaaa!
Robert menjerit kesakitan.
Andy lalu mencengkeram kerahnya dan menyeretnya. Kedua tangan Robert sudah tidak bisa digerakkan lagi. Robert tidak bisa melawan.
"Dimana kau sembunyikan ayahku?!" Teriak Andy sambil menyeret Robert keluar dari ruangan itu.
"Di....dirumah besar!"
"Naik kemobil!" Teriak Andy dan segera membuka pintu lalu mendorong Robert masuk kedalam mobil.
Andy segera menyetir kearah rumahnya. Sementara Robert berusaha kabur dan membuka pintu. Tapi tanganya benar-benar terkulai seperti terlepas dari tulangnya.
Tanganya tidak bisa digerakkan sama sekali. Bagaimana pun Andy sedang menyetir dengan kencang dan tiba-tiba Diana muncul dari bagasi.
"Kau ingin kabur hah!"
"Kurang ajar!" umpat Robert yang hampir berhasil menggerakkan pintu dengan salah satu kakinya.
"Aku pikir kau pria baik. Ternyata kau sangat kejam dan jahat!"
Diana segera mengikat kedua tangan Robert dan membiarkan kakinya.
Setelah itu Diana melompat ke jog depan dan duduk disamping Andy.
Mereka sampai dirumah besar dan segera menurunkan Robert dan menggunakanya sebagai tawanan.
"Turunkan senjata kalian!" teriak Robert pada semua anak buahnya yang berjaga dengan senjata ditangan mereka.
Andy lalu masuk kedalam dan Amaya sangat terkejut saat melihat putra kesayanganya terikat seperti itu.
"Ibu," teriak Robert pada ibunya.
"Andy! Lepaskan Robert! Apa yang kau lakukan!"
"Dimana ayah?"
"Dia baik-baik saja. Lepaskan Robert maka aku akan menyerahkan ayahmu," kata Amaya.
"Cepat! Jalan!" Teriak Andy pada Robert.
Mereka lalu berjalan kesebuah kamar paling belakang dan dijaga dengan ketat.
"Buang senjata kalian!" Teriak Andy dan mengarahkan pistol pada kepala Robert. Amaya bergetar saat Andy menodongkan pistol dikepala putranya.
"Jauhkan pistol itu dari putraku!" teriak Amaya.
"Suruh mereka membuang senjatanya!" Teriak Andy pada Amaya.
"Buang senjata kalian! Cepat!" Hardik Amaya pada semua anak buahnya. Andy segera berjalan mengikuti Amaya.
Amaya membuka gembok pada pintu pertama. Pintu pertama terbuka, ada beberapa anak buahnya yang berjaga disana.
"Turunkan senjata kalian!" Titah Amaya dan segera diikuti oleh anak buahnya. Apalagi saat melihat yang berdiri dibelakangnya adalah Andy, anak dari tuan Malik.
Mereka segera patuh dan menurunkan senjata mereka lalu mundur kebelakang dan memberi jalan pada keluarga itu.
Amaya membuka gembok pada pintu kedua. Ayahnya benar-benar diasingkan dan disekap diruangan khusus. Pantas saja sulit menemuinya seperti kata Bondan. Penjagaan sangat ketat.
__ADS_1
Andy benar-benar tidak bisa memaafkan ibu tirinya dan Robert atas perbuatannya pada ayahnya. Tapi saat ini dia masih menunggu hingga bertemu dengan ayahnya.
Pintu ketiga dibuka dan Andy melihat ayahnya sedang berbaring dengan lemah. Tatapanya kosong melihat kelangit-langit kamar. Dan saat pintu dibuka ayahnya menoleh.
Ayahnya sangat terkejut melihat kedatangan Andy. Diana segera mendekat dan Andy tidak mengampuni Robert. Andy segera menarik pelatuk dan peluru panas mengenai dada Ribery diiringi teriakan oleh Amaya.
Dor!
Dor!
Andy menembak jantung Robert dari jarak dekat. Timah panas menembus dadanya dan membuat darah segar mengalir membasahi bajunya.
Diana tersentak saat Andy menghabisi Robert dan Amaya berteriak.
Robert tersungkur dilantai dengan bersimbah darah. Dia masih bernafas dan Amaya segera berlari memeluknya dan menangisinya.
Tuan Harun Malik lalu mencoba duduk dan melihat Andy. Diana membantunya duduk. Tuan Harun Malik yang tiba-tiba menemukan kekuatan segera mengambil pistol ditangan Diana dan menembak Amaya.
Dor!
Amaya memegang dadanya yang tertembak oleh suaminya sendiri.
"Wanita jahanam! Kau sangat jahat! Kau benar-benar iblis!"
Hhhhhhj
Amaya masih berusaha bernafas dengan tersengal-sengal dan menatap wajah suaminya. Tak ingin mati tanpa balas dendam, maka Amaya mengatakan perkataan yang akan membuat suaminya terluka.
"Kau pria tua tak berguna. Aku menghabiskan malam ku dengan Tom saat kau berbaring lemah dan tidak bisa apa-apa. Dia sungguh pria yang menyenangkan!" Kata Amaya seperti bisa ular yang segera membuat darah Tuan Harun Malik terbakar dan hatinya terluka.
"Wanita iblis!" Teriak Tuan Harun Malik dan diikuti senyuman oleh Amaya. Amaya sadar jika dia akan mati dan di habisi. Tapi sebelum itu dia ingin membuat hati suaminya itu hancur.
"Aku juga menyiksa putramu saat dia masih kecil. Aku tidak pernah menyayanginya. Andy, aku membencinya, aku juga membencimu! Aku kemari hanya untuk balas dendam. Dan sudah kulakukan. Perusahaanmu hancur dan kau menjadi pesakitan. Setiap hari aku menyuntikan racun pada tubuhmu!" Kata Amaya sambil menahan sakit ditubuhnya.
"Wanita Kejam! Kau tidak pantas hidup!" Teriak Tuan Harun Malik.
"Dor!" Tuan Harun Malik menembak Amaya sekali lagi.
Amaya memegang dada dan perutnya tanganya penuh dengan darah. Dia masih belum puas untuk menyakiti suaminya.
"Aku berselingkuh dengan Tom bahkan saat kau masih berkuasa. Jika Tom dan aku pergi keluar kota, sebenarnya kami sedang berbulan madu," Amaya sungguh puas mengatakan hal itu untuk menyakiti hati suaminya sebelum dia tiada.
Dor!
Tuan Harun Malik menenbak Amaya dan kali ini dia sudah tersungkur dilantai tak bernyawa.
Tiba-tiba Tom datang dan kaget saat Amaya sudah tersingkir bersimbah darah dilantai. Tom segera membaik Tuan Harun Malik dan Andy terlambat mencegahnya.
Ayahnya tersungkur karena tertembak oleh Tom. Andy segera melompat kearah Tom dan menendang senjata ditanganya.
Andy menghajar Tom dan mereka saling beradu kekuatan. Tom lebih kuat dari Robert. Dia juga punya kekuatan dan Andy tidak menyadarinya.
Bertubi-tubi Andy mengajar Tom, namun dia tidak bergeming. Andy menyadari jika Tom punya kekuatan sama seperti dirinya.
Mereka terus saling menendang dan memukul. Kali ini Andy terlempar karena tendangan Tom dan menimpa pintu.
Braaakkkk!
Tom mendekat dan Andy menendangnya. Tom terlempar keatas dan mengenai plafon hingga plafon itu hancur karena saking kerasnya. Tapi Tom tidak terluka sedikitpun.
Tom juga menyadari jika Andy punya kekuatan sama seperti dirinya.
Andy tidak mempan oleh senjata dan juga pistol kali ini. Karena amarahnya yang memuncak maka kekuatan Andy bertambah bahkan kulitnya menjadi kuat dan keras seperti baja.
Sementara Tom juga sama. Mereka terus bergulat dan saat ada kesempatan, Tom melompat dari jendela dan melarikan diri.
"Sial!"
"Bagaimana keadaan ayah, kita harus segera membawanya kerumah sakit," kata Andy.
"Ayahmu sudah tiada," kata Diana pelan saat dia memeriksa detak jantungnya dan memang sudah tidak bernyawa karena tertembak oleh Tom.
"Ayah," Andy menangisi ayahnya dan memeluknya.
***
Banyak kerusakan dan kerugian akibat pertarungan ini. Sekarang Andy sedang berduka dan menguburkan semua kerabatnya yang meninggal.
Termasuk Amaya dan Robert. Mereka sudah tiada, begitu juga ayahnya. Permusuhan ini sudah berakhir, maka tugasnya hanya satu saat ini, yaitu menguburkan mereka semua.
Seorang wanita dengan baju serba hitam muncul di pemakaman. Dia memakai kacamata hitam dan berjalan mendekati Andi.
"Putraku, maaf, ibu datang terlambat," kata wanita itu dan Andy segera menoleh.
Dan Andy sangat terkejut saat wanita itu membuka kacamatanya.
"Ibu,"
Wanita itu memeluk Andy. Dan Andy yang sedang berduka merasa senang akhirnya ibunya datang menemuinya setelah sekian lama menghilang.
Mereka berpelukan dan wanita itu memeluk Andy lalu mengusap wajahnya.
"Kau sudah sebesar ini, maafkan ibu nak,"
__ADS_1
Andy tidak tahu jika ibunya punya saudara kembar. Dan kali ini yang datang adalah saudara kembar ibunya. Bukan ibunya yang asli.