Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Rumah sakit jiwa


__ADS_3

Khan sedang pulang dari kantor sore ini, tapi dia melewati jalan lain. Tiba-tiba dia melihat ibunya keluar dari supermarket dengan barang-barang belanjaan yang banyak.


"Ibu? Kenapa tidak menyuruh pelayan saja yang berbelanja? Kenapa harus repot membelinya?" Khan menghentikan mobilnya dan melihat ibunya masuk kemobil yang dia parkir didepan supermarket.


Mobil itu berjalan berlawanan arah dari yang seharusnya. Rumah Khan disebelah selatan supermarket, tapi ibunya justru mengambil jalan sebelah utara supermarket.


"Aku akan mengikuti ibu, mungkin ibu tersesat, aku khawatir terjadi apa-apa denganya," gumam Khan lalu mengikuti ibunya.


Sampai disebuah perumahan, kepada penjaga Khan meninggalkan identitas lalu masuk.


Ibunya berhenti disebuah rumah paling ujung. Khan juga memarkirkan mobilnya disebuah bangunan rumah yang sedang dibangun.


Agar ibunya tidak tahu jika dia sudah mengikutinya maka Khan turun dari mobil dan memakai topi mandor.


Tidak lama kemudian ibunya keluar dan masuk lagi kedalam mobil. Dia hanya masuk untuk menaruh barang belanjaannya dan setelah itu keluar dengan tangan kosong.


Khan ingin menegurnya, tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya karena ibunya begitu cepat masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Siapa disana?"


"Kenapa meninggalkan belanjaanya disana?"


"Ibu bilang tidak punya saudara?"


"Baiklah, sebaiknya aku melihatnya,"


Saat Khan akan kesana tiba-tiba mobil ibunya balik lagi, dia masuk kedalam dan tidak lama keluar lagi mengambil handphone miliknya yang tertinggal.


"Ohh, untung saja aku belum kesana."


Khan membalikkan tubuhnya dan menghadap pada bangunan rumah. Ibunya lewat dan Khan segera berbalik setelah ibunya meninggalkan tempat itu.


Khan lalu masuk kedalam mobilnya dan melakukanya kedekat rumah yang dikunjungi ibunya.


Khan memarkir mobilnya diantara rumah itu dan rumah sebelah. Kedua rumah itu terlihat tidak terawat dan seperti ditinggalkan penghuninya.


Khan perlahan membuka gerbangnya dan menghancurkan gemboknya dengan kekuatan tangannya, karena rumah itu digembok dari luar.


Tek!


Gemboknya bisa dibuka, Khan lalu menarik gerbangnya perlahan dan melihat lingkungan sekitar.


Khan menarik gerbang itu lagi hingga rapat lalu masuk kedalam.


Sreeekkk!


Dia menginjak dedaunan kering yang berjatuhan akibat tidak disapu sama penghuninya.


Kretek!


Khan menunduk dan menginjak ranting kering. Khan segera menyingkirkannya.


"Sialan," umpatnya.


Khan mendekati pintu rumah yang besar. Pintunya juga dikunci dari luar. Jika dikunci dari luar, artinya didalam tidak ada orang. Tapi kenapa ibunya membawa makanan yang dia beli dari supermarket. Untuk siapa dia membawa sebanyak itu?


Khan menggunakan kekuatanya untuk mendorong pintu itu hingga akhirnya terbuka dan kuncinya terlepas.


"Gelap,"


"Ck," dia mencium aroma uang tidak sedap.


Didalam sangat gelap dan pengap. Banyak debu dimana-mana. Khan menempelkan jarinya diatas meja, lalu mengusapnya. Debu tebal menempel pada jadinya.


"Aneh,"


Bagaimana orang bisa tinggal didalam rumah kotor dan berdebu seperti ini?


Khan lalu masuk kedalam dan membuka setiap pintu ruangan. Tidak ada siapapun yang dia temukan.

__ADS_1


"Tidak ada siapapun. Dimana belanjaan ibu?" Khan bergumam.


Dia membuka kamar dan itu seperti kamar bekas ibunya. Terlihat dari dekorasi dan beberapa baju yang digantung tapi tidak dipakai.


"Disini sangat pengap,"


Ruangan itu seperti sudah berbulan-bulan tidak ditempati. Khan segera keluar karena bau pengap yang tidak enak.


Khan masuk kedapur. Dapur itu juga sangat kotor dan berdebu. Tidak ada jejak bekas dipakai untuk memasak.


"Dapur ini sepertinya sudah lama tidak digunakan,"


Lalu untuk apa dia membeli makanan dan meninggalkanya dirumah ini? Khan mulai memutar otaknya. Dia terus berjalan ke ruangan demi ruangan dan tidak menemukan barang belanjaan yang dibeli ibunya.


"Jelas, aku melihat jika ibu membeli dan membawanya masuk. Saat keluar ibunya tidak membawa apapun. Dimana dia menyimpan semua makanan itu?" Khan berbicara seorang diri.


Khan lalu membuka setiap lemari didapur dan diruang makan. Tidak menemukan satupun makanan yang masih layak dimakan.


Semua botol dan bekas biskuit kalengan sudah kadaluarsa.


Khan lalu menutup semua lemari kembali setelah tidak menemukan barang belanjaan yang di beli ibunya.


Braak!


Dia berjalan sekali lagi ke setiap ruangan dengan lebih teliti. Dia kembali dengan tangan kosong dan tidak menemukan apapun.


Khan sungguh menjadi putus asa. Mungkinkah aku salah lihat? gumamnya.


"Sepertinya aku berfikir terlalu jauh,"


Khan lalu melihat lemari yang sangat mencurigakan. Dia berjalan mendekatinya dan lemari itu sedikit tergeser dan tidak tertutup sempurna.


Rupanya Gina lupa menutupnya dengan rapat saat tadi mengambil handphone yang tertinggal.


Khan mendorong lemari itu dan dia sangat terkejut. Ada tangga keruang bawah tanah dibalik lemari itu.


"Ruang bawah tanah?"


Khan lalu berjalan perlahan menuruni tangga. Tuang bawah tanah itu begitu luas. Seluas lantai satu diatasnya.


"Sangat luas, tapi tidak terawat, sangat disayangkan," gumamnya.


Khan berjalan dan menyusuri setiap ruangan. Dan saat akan melihat ruangan yang terakhir, Khan mendengar suara tangisan.


Khan segera memasang telinganya dan mendengar suara itu dari sebuah ruangan yang terlewati olehnya.


Khan berjalan perlahan mendekati ruangan itu dan suara itu semakin jelas.


Khan berhenti didepan pintu. Pintu itu terkunci dari luar. Padahal jelas Khan mendengar suara tangisan dari dalam ruangan itu.


Aneh, pikir Khan. Mana mungkin ada Sura dari dalam sementara ruangan itu terkunci dari luar.


Oh, tidak! tidak! Tiba-tiba Khan berfikir jika mungkin ada hal gaib dari dalam kamar tersebut. Tapi sudah lama hidup didunia modern, Khan segera menepis pikiran tentang suara gaib.


Suara tangisan itu tidak terdengar lagi. Padahal jelas Khan mendengar dari ruangan yang terkunci.


Tidak ada jendela, sehingga Khan tidak bisa melihat kedalam.


Akhirnya daripada penasaran, maka Khan menghancurkan gembok itu.


Takk!


Gemboknya terbuka.


Braaakkkk!


Khan membuka pintunya. Dia melihat ruangan itu sungguh kotor dan pengap. Tapi bau biskuit segera tercium dari ruangan itu.


Khan terpana dan kaget. Khan menyapu seluruh ruangan dengan matanya dan sangat terkejut saat melihat seorang wanita dengan rambut sangat panjang dan wajah menua dan sulit dikenali.

__ADS_1


Matanya sangat satu dan dia sedang makan biskuit yang dibeli ibunya.


Khan terpana dan berdiri tidak percaya pada apa yang dia lihat. Wanita itu diikat dengan rantai yang panjang. Didalam ruangan itu ada kamar mandi didekatnya. Sampah biskuit berserakan seakan wanita itu baru saja mengamuk.


Khan berjalan mendekati wanita itu dan wanita itu ketakutan. Pakainya sungguh lusuh dan kulitnya sangat kusam. Rambutnya menutupi sebagian mukanya yang tidak terawat.


Khan mendekati wanita itu dan berjongkok didekatnya.


Wanita itu ketakutan lalu sesaat setelahnya dia tertawa.


"Hahahaha!"


"Kalian berdua orang jahat!"


"Kalian berdua menipu suamiku!"


"Orang-irang serakah!"


"Matilah kalian!"


Wanita itu marah dan mengumpat dengan sumpah serapahnya. Nampak kebencian dari wajah wanita itu.


Andy merasa iba padanya.


"Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu. Siapa kau?" Tanya Andy dan melepaskan rantai yang terikat pada wanita didepanya.


"Hahahaha, aku? Aku? Siapa aku?"


Sesaat wanita itu nampak termenung dan lupa dengan namanya. Dia lalu tiba-tiba menangis sambil menggelengkan kepalanya.


Dia lalu mengambil susu dan meraih giling didekatnya.


"Minumlah sayang, bayiku, jangan menangis, ibu akan segera kembali, minumlah susunya."


Wanita itu memberikan susu pada guling seakan dia sedang menyusui anaknya.


Khan segera tahu jika wanita ini mungkin gila. Terlihat dari matanya yang tidak fokus dan kelakuannya yang menganggap guling seperti anaknya.


"Mereka orang jahat. Mereka menculik ibu, anakku sungguh malang,"


Wanita itu lalu tertawa dan sesaat menangis.


Andy lalu berbicara padanya.


"Aku akan membawamu kerumah sakit. Kau akan lebih baik jika tinggal disana."


"Rumah sakit? Bayiku ada diruang sakit. Suamiku, menukar bayi kita, apakah kau tahu?"


Wanita itu lalu berdiri dan mengagetkan Andy.


"Ya, ayo kerumah sakit. Kau harus mandi dan makan. Kau bisa sembuh disana?"


"Sembuh? Hahaha, aku tidak sakit. Mereka yang sakit. Orang orang itu, jiwanya yang sakit,"


"Baiklah, kau tidak sakit, tapi kita harus keluar dari sini. Disini kotor dan pengap," kata Andy lalu mengajak wanita itu keluar dari ruang bawah tanah.


"Hahaha, kau orang baik? Kau akan mencarikan bayiku?"


"Ya, aku akan mencarikan bayimu,"


"Hahaha,"


Andy berkata hanya demi menenangkan wanita itu.


Andy segera menutup gerbangnya kembali dan membawa wanita itu kemobil mewahnya.


Andy membawanya kerumah sakit jiwa terdekat. Ada kenalan dokter disana. Andy akan minta padanya untuk merawat wanita ini. Siapa tahu dia bisa sembuh dan kembali pada keluarganya.


Mereka akhirnya sampai dirumah sakit jiwa.

__ADS_1


"Rumah sakit, suster, dimana bayiku? suster kau melihatnya? suster, wanita itu menukar bayiku," wanita itu terus saja berbicara setiap kali bertemu dengan suster dirumah sakit jiwa.


Andy dengan sabar membawanya masuk keruangan dokter yang dia kenal.


__ADS_2