Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Malam pertama


__ADS_3

Andy mengajak Diana masuk kedalam kamar yang sudah dia pesan. Setelah resepsionis menyerahkan kuncinya maka merekapun masuk kedalam.


Kamar yang mewah dan indah terpampang jelas didepan Diana. Andy memegang tangannya dan menariknya masuk kedalam. Setelah itu andy mengunci pintunya.


Entah kenapa perkataan Diana soal pria sejati masih terngiang di telinganya. Andy lalu melepaskan pakainya dan tersisa pakaian dalam. Dia lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur king size yang sangat empuk.


Diana keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Andy telanjang seperti itu dan hanya mengenakan pakaian dalam.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku ingin menjadi pria sejati." Kata Andy dan menatap langit-langit diatasnya.


"Kau minum tadi?"


"Tentu saja tidak. Pria sejati tidak harus minum minuman memabukkan bukan?"


"Hemm, ya, kau benar."Diana lalu duduk disamping ranjang.


Jantung Diana berdebar sangat kencang kali ini. Sedangkan Andy terlihat biasa saja dan nampak santai. Mungkin ini efek dari rasa frustasinya. Dia merasakan hal yang terbalik dari sebelumnya.


Andy duduk dibelakang Diana dan mulai melepaskan tali gaun Diana dibagian belakang. Pelan-pelan bajunya merosot dan terlihat tubuhnya yang putih dan seksi terpampang jelas dan begitu melekat.


Tidak ada sedikitpun bekas luka maupun tato di tubuhnya yang indah. Kulitnya putih dan kaki panjangnya terlihat sangat indah saat baju itu benar-benar terlepas dari tubuhnya.


Keduanya saling melempar senyum. Setelah semua baju terlepas merekapun saling memagut dan ini sangat mendebarkan.

__ADS_1


Andy menggenggam kedua tangan Diana tatapan cinta masih berpendar dari binar mata beningnya.


"Makasih sayang,"


"Makasih untuk apa?" Diana seakan tenggelam dalam pandangan mata suaminya.


"Untuk semua ini." Kata Diana dan duduk dipangkuan Andy.


"Kamu adalah pria sejati. Ini adalah moment yang sangat indah dan tidak terlupakan." Andy mengecup kedua tangan Diana.


Diana tersenyum tipis. "Untukku juga, ini sangat indah dan menakjubkan."


Andy kembali mencium bibir Diana dan selalu saja ada debaran setiap kali melalui momen romantis.


"Dari kita masuk kemari sampai detik ini, kita sudah ciuman berapa kali?"


Andy tertawa pendek,"Ngga kehitung. Yang jelas sudah berkali-kali dan aku sangat menikmatinya."


Andy lalu memeluk Diana dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut.


Mereka masih larut dalam romantisme yang hangat dan menggelora.


Berulang kali terdengar erangan dan ******* dari Diana hingga mereka benar-benar berbulan madu dan melewatinya dengan penuh gairah.


Pagi harinya Diana terbangun dan membuka tirai kamarnya.

__ADS_1


Diana sudah mandi dan rapi, tidak lama kemudian Andy berdiri dibelakangnya.


Andy lalu membalikkan tubuh Diana dan mereka berdiri saling berhadapan.


"Maafkan aku. Aku sudah membuatmu menunggu bulan madu kita,"


"Ehm, eh,"


Diana tidak berbicara karena Andy sudah menciumnya dan memeluknya. Sekarang Andy benar-benar menjadi Andy yang berbeda dan bersikap lebih dewasa dari sebelumnya.


Mereka lalu turun kebawah dan menikmati sarapan yang sudah tersedia.


Pemandangan laut di pagi hari sangat indah. Diana terus menatap Andy dan membuat Andy menatap kearah lainya.


"Mereka datang! Ayo kita segera keluar dari sini!" Andy segera bangun dan memasukkan makanan kedalam kotak yang ada didekatnya.


Mereka segera naik kekapal dan mulai bertolak dari sana. Mereka pergi dengan cepat menyalip setiap kapal yang berlalu lalang.


Untunglah Andy melihat kedatangan anak buah Robert saat mereka masih jauh. Sehingga mereka tidak tahu jika Andy singgah disana.


Anak buah Robert istirahat dipulau wisata itu. Mereka makan dan menatap kelautan luas.


"Aku tidak yakin mereka sampai kemari." Kata salah seorang anak buahnya.


"Bos Robert menyuruh kita mencarinya sampai ketemu tidak peduli jika harus mencari ke lobang semut sekalipun." Jawab seorang disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2