Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Langkah ketigabelas


__ADS_3

Satu dari kawanan geng itu nampak tidak terima dan memukul Andy.


Plak! Satu pukulan mendarat di kepala Andy. Sebenarnya Andy tidak bergeming, tapi dia sengaja menjatuhkan dirinya dan tidak akan melawan.


Andy tersungkur dilantai dan sudut bibirnya berdarah. Andy berusaha bangkit namun tiba-tiba dua orang temanya membantu anggota gengnya dan menendang perutnya.


Andy diam dan tidak melawan. Dia saat ini bukanlah Andy, melainkan penjual perabotan. Jika dia melawan dan melumpuhkan semua orang geng itu maka akan menarik perhatian Robert.


"Ampun Tuan. Saya tidak sengaja," kata Andy memohon ampun.


Plak!


"Lain kali pakai mata kalau jalan!"


Satu orang menamparnya sekali lagi kemudian datang anak buah Robert melerai mereka.


"Ada apa ribut-ribut disini?" Tegur anak buat Robert. Para anggota geng itu tidak menghiraukan dan berlalu begitu saja. Anak buah Robert lalu mendekati Andy.


Andy yang dalam penyamaran menundukkan wajahnya.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Saya tidak apa-apa Tuan," jawab Andy dan berjalan mendekati motornya.


"Ya sudah! Jangan sampai kau berurusan dengan mereka kalau kau masih ingin berumur panjang," Kata Anak buah Robert lalu patroli lagi memeriksa kapal.


Andy perlahan menjauh lalu mencari kapal boatnya.


Setelah tidak ada yang melihat, dia meninggalkan sepedanya dan naik kekapal boatnya.


Andy lalu kembali ke pulau terpencil lebih cepat. Dia sudah bertemu dengan Bondan, maka dia tidak perlu berlama-lama ada disana.


Jika saja terlambat satu hari dan Bondan menginap ditempat kerjanya maka dia tidak akan pulang secepat ini.


Keesokan harinya Andy sampai dipulau dan pulang kerumah Diana. Diana sedang duduk sambil memilih buah yang baru saja dia petik dari hutan bersama Rossa.


"Diana,"


"Andy? Kau sudah pulang, masuklah, aku baru saja dari hutan memetik buah ini,"


Kata Diana dan melihat wajah Andy yang lebam.


"Kenapa wajahmu?"


"Aku bertemu anggota geng dan mereka memukulku."


"Kenapa kau sampai terluka? Apakah mereka sangat hebat?"


"Tidak, bukan begitu, aku terluka karena tidak melawan. Jika melawan maka urusannya akan panjang, aku ada di pelabuhan dan Robert juga ada disana saat itu. Aku tidak ingin memicu keributan dan menarik perhatian orang jika aku bisa mengalahkan semua anggota gang itu,"


"Ohh, begitu, baiklah, sebaiknya aku obati lukamu. Kau terlihat aneh dengan wajah seperti itu," kata Diana lalu Andy melepaskan kalungnya.


Diana mengoleskan kalungnya pada wajah Andy yang lebam dan bibirnya yang berdarah. Keajaiban dari batu itu membuat wajahnya pulih seperti sedia kala. Luka itu sudah sembuh. Andy lalu memakai kalungnya kembali.


***


Dua Minggu kemudian masa Iddah Naina sudah berakhir. Tetua membuat persiapan untuk pernikahan Andy selanjutnya. Andy akan menikah dengan Naina sesuai janjinya pada mendiang suami Naina.


Naina sudah dirias dengan sangat cantik oleh Rossa dan Diana. Begitu juga dengan anaknya, yang saat ini bersama seorang warga yang turut membantu.


Naina dan Andy duduk ditempat raja dan ratu sehari, setelah mereka mengambil sumpah pernikahan.


Sumpah yang diucapkan bersama untuk hidup dalam suka dan duka, tidak akan berpisah dan terus mempertahankan pernikahan sampai titik darah penghabisan. Mereka juga bersumpah hanya maut yang akan memisahkan mereka.


Setelah ritual pernikahan selesai dan dilanjutkan dengan pesta makan-makan, maka Tetua menyuruh Andy dan Naina untuk beristirahat dan berbulan madu.


Sementara anak Naina di asuh oleh Rossa dan Diana, yang merupakan istri pertama dan kedua Andy.


Naina masuk kekamar lebih dulu baru disusul oleh Andy. Andy membantu Naina melepaskan semua hiasan dikepala dan rambut Naina.


Andy sungguh gemetar saat menyentuh rambut Naina dan melihat Naina dari pantulan kaca. Sementara Naina yang sudah sah menjadi istri Andy, hanya tertunduk menatap lantai saat Andy melepaskan semua hiasan dikepalanya.


Andy menarik nafas dalam dan panjang, dia menatap Naina dan menyisir rambutnya.


"Sudah aku lepaskan semua. Kau bisa istirahat," kata Andy menatap Naina dikaca. Mereka tanpa sengaja beradu pandang dan Naina cepat menundukkan kepalanya.


Andy mengulurkan tanganya pada Naina. Dengan gemetar Naina yang masih mencintai mendiang suaminya jantungnya berdebar sangat kencang, membayangkan malam bulan madunya dengan suami keduanya.


Andy mengajak Naina berbaring dan menatap Naina sangat lama. Naina memejamkan matanya dan tiba-tiba menangis.


"Naina, kau menangis?"

__ADS_1


"Andy, aku tiba-tiba teringat pada Ali," kata Naina.


"Karena itukah kau menangis?" tanya Andy.


"Aku, aku masih belum siap," ungkap Naina pelan dan lirih.


Andy lalu mengalihkan pandanganya dan menatap langit-langit kamar.


"Sejujurnya, aku tidak akan memaksamu. Jika kau belum siap, aku menghargainya. Aku akan menunggu sampai kau siap. Jangan kau risaukan masalah itu. Kau sekarang adalah istriku, aku tidak ingin melihatmu menangis atau sedih," Kata Andy berusaha menghibur Naina.


Andy juga sangat paham, jika Naina pasti masih sangat mencintai suaminya yang sudah tiada. Begitu juga Andy, dia juga belum siap melakukan tugasnya untuk memberinya nafkah batin.


Bagaimanapun, Naina adalah istri sahabatnya, bayangan Ali masih teringat jelas dikepalanya. Dan Ali begitu mencintai Naina hingga ingin agar Andy menjaganya dan menggantikan posisinya.


"Terimakasih, Andy, jika begitu, bolehkah jika mulai besok anak-anak ku tidur disini,"


Andy mengangguk.


"Kau bisa mengajak mereka kemari besok pagi. Sekarang sudah larut, biarkan mereka bersama Diana dan Rossa," kata Andy.


"Baiklah,"


Mereka melewati bulan madu dan tertidur hingga pagi hari.


Pagi-pagi sekali Naina sudah bangun lalu pergi mengambil anaknya dirumah Rossa.


***


Setelah hampir empat Minggu berada didalam pulau, Andy berniat untuk kembali ke negara MX nanti malam. Dia akan melakukan perjalanan pada malam hari.


Andy lalu berpamitan pada Tetua dan membawa dua peti berisi emas yang dia simpan dirumah tetua.


Diana ikut bersamanya dan Naina serta Rossa tidak ikut bersamanya. Mereka tetap berada dipulau, apalagi Rossa sudah mulai merasa mual. Dan setelah diperiksa dirumah Nyi Anker, ternyata Rossa sedang hamil.


Andy dan Diana diantar oleh Tetua mengambil kapal boat yang disimpan di goa. Mereka lalu menyeretnya dan membawanya ke tepi laut.


Andy menaikkan dua peti berisi emas, sementara Diana berpelukan dengan ayahnya sambil berpamitan


"Berhati-hati lah dijalan, saat malam hari, banyak perompak dimana-mana," ujar Tetua.


"Ya, kami akan menjaga diri dengan baik," jawab Andy lalu naik kekapal dan mengulurkan tanganya pada Diana.


"Perasaanku tidak enak," kata Diana.


"Tenanglah, ini bukan pertama kalinya kita keluar masuk pulau," kata Andy.


"Aku akan merapikan busur ini. Mungkin kita akan bertemu perompak," kata Diana yang entah kenapa dari tadi dia seperti merasakan sesuatu seperti akan terjadi.


Andy tetap tenang dan duduk diatas kapal sambil menatap sekelilingnya.


"Tidurlah, jika kau mengantuk, aku akan menjagamu," kata Andy dan meraih kepala Diana agar bersandar padanya.


Tiba-tiba dari segala arah bermunculan kapal perompak dan sepertinya sudah mengintai Andy sejak lama.


Hanya perompak yang sering mendekati pulau terpencil itu. Mereka tidak pernah menyerah untuk mencari keberadaan harta Karun.


Jika biasanya hanya satu kapal, kali ini lebih dari lima kapal yang mendekatinya.


"Hahahaha! Anak ini lagi. Rupanya kau senang sekali keluar masuk pulau!" Diana yang hampir tertidur kaget dan terbangun oleh teriakan seorang kapten kapal.


"Apa yang kau bawa anak muda?"


"Kami tidak membawa apa-apa. Menyingkirkan dari kami, dan biarkan kami lewat!" Teriak Andy dan mulai mencari cara agar bisa keluar dari kepungan kapal para perompak.


"Kapalmu sangat bagus! Jika kau tidak membawa apapun, maka terjunlah ke laut dan tinggalkan kapal kalian!" Teriak kapten yang disambut dengan tawa terbahak-bahak dari awak kapal yang lainya.


Hahahaha


hahaha


Jika terjun, sama saja artinya bunuh diri.


Andy berfikir keras agar bisa keluar dari kepungan kapal para perompak dalam sekali tindakan. Saat ini dia tidak ingin mengundang keributan dan perhatian dari kapal anak buah Robert yang rajin berpatroli.


Andy mencari titik lemah dan mulai menarik gas pada kapal boatnya. Dengan sekali tindakan kapal boatnya melayang dan melompati dua kapal milik para perompak.


"Ayo kejar! Dia berhasil melarikan diri!"


Teriak kapten kapal yang tidak menduga Andy bisa kabur dari kepungan mereka. Andy mencari rute yang jauh dari pelabuhan agar tidak terlihat oleh kapal patroli.


Andy terus mempercepat kapal boatnya dan dan kapal para perompak yang terus mengejarnya tidak bisa melampauinya.

__ADS_1


Mereka saling kejar-kejaran ditengah laut, tapi Andy memiliki kapal terbaik yang kecepatannya seperti pesawat terbang, sehingga kapal para perompak tidak bisa menyusulnya.


Mereka menembaki Andy dari jarak jauh, tapi Andy terus menghindar agar tidak terkena tembakan. Diana mengambil busurnya dan mulai menembakkan anak panah ke kapal milik mereka.


Satu persatu para awak kapal terkena panah Diana. Kapal boat Andy melaju terus semakin cepat dan jauh.


Semakin lama, kapal para perompak itu seperti kehabisan energi dan tidak menyusulnya. Andy mulai bernafas lega.


Namun saat Andy bernafas lega karena lepas dari kapal perompak, kapalnya justru menabrak kapal patroli milik anak buah Robert.


"Kejar kapal itu!" Teriak orang yang melihat Andy tanpa penyamaran.


"Itu adalah orang yang kita cari!" Teriaknya dan kapal segera putar arah mengikuti danengejar Andy.


"Sialan! Mereka mengenaliku!"


Andy lalu menyiapkan pistol dan akan dia gunakan jika kapal itu semakin dekat.


"Diana, gunakan ini," Kata Andy memberikan pistol untuk Diana.


"Ya," jawab Diana dan segera mengambil pistol dan membidiknya kearah kapal yang mengikutinya.


Terjadi tembak menembak antara Diana dan anak buah Robert. Sementara Andy terus meningkatkan kecepatan kapal boatnya dan saat ini kapal anak buah Robert tidak bisa mengejarnya.


Kapal boat yang dipakai Andy adalah yang terbaik, dan tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya.


Andy berhasil lolos dari kejaran kapal patroli anak buah Robert.


Andy sungguh merasa lelah, mereka lalu singgah disebuah penginapan sebelum sampai di negara MX.


Andy menyimpan peti pada ruang tersembunyi dibawah tempat duduk nya dan tidak akan ada yang mengetahuinya. Kapal boat itu punya tempat penyimpanan khusus. Dari luar sungguh tidak nampak jika itu adalah ruang penyimpanan barang, terlihat hanya seperti tempat duduk.


Begitu masuk ke penginapan mereka segera memesan minuman dan makanan. Nanti baru akan melanjutkan perjalanan lagi setelah beristirahat sebentar.


Tidak lama kemudian pesanan datang, Andy segera meminumnya dan sedang makan makananya, tiba-tiba dua orang mendekatinya.


Orang ini adalah anggota geng yang sering sok jagoan dan membuat para tamu ketakutan. Dia adalah anggota geng Jaguar. Anak dari penguasa dikota itu sering membuat gaduh dan ditakuti semua orang.


Tidak ada yang berani melawannya termasuk pemilik restoran dan pemilik penginapan.


"Kalungmu sangat bagus kawan! Boleh aku melihatnya?" Kata pria itu dan duduk sembarangan bergabung dengan Diana dan Andy.


Andy tetap makan tanpa mempedulikan dua orang itu. Sementara Diana menginjak kaki Andy dan menyuruhnya berhenti makan. Diana memberi isyarat agar segera pergi dari tempat ini.


Kalung itu begitu berharga, Diana takut jika dua pria tadi merampasnya dari Andy.


"Tuan, biarkan aku makan dulu, baru nanti bicara, aku sangat lapar," kata Andy sambil tetap makan dengan lahap.


Diana gregetan dengan sikap Andy. Diana menginjak sekali lagi kaki Andy. Tapi Andy tidak menghiraukanya dan tetap makan dengan tenang.


"Kau rupanya menantang kami hah!"


Andy diam saja dan tetap makan.


"Serahkan kalung itu. Kami ingin melihatnya. Setelah itu kau bisa makan sepuasnya,"


Andy diam saja dan tetap makan dengan tenang.


Dua orang yang mendekati Andy mulai hilang kesabaran.


"Anak muda ini rupanya sengaja menantang kita. Dia tidak tahu siapa kita," kata Pria didekat Diana dan mencoba mencolek dagu Diana.


Andy yang sedang makan segera melemparkan garpu dan melukai tangan pria itu hingga berdarah. Andy tetap melanjutkan makanya dan seakan tidak peduli pada dua pria yang mengganggunya.


Kali ini Diana benar-benar hilang kesabaran. Diana menginjak kaki Andi lebih keras dan penuh tekanan.


Andy menyelesaikan makanya hingga tidak tersisa dan menenggak minumanya. Andy lalu menatap dua pria didekatnya.


Satu pria yang terkena garpu segera melayangkan pukulan pada Andy.


Tanpa melakukan banyak gerakan Andy memutar tangan pria itu hingga pria itu menahan sakit dan Andy mendorongnya hingga para tamu berlarian keluar dan tidak menyelesaikan makananya.


Satu pria menyerang lagi, dan tanpa bangkit dari kursinya Andy memutar kepala orang itu hingga lehernya berbunyi, kretek-kretek!


"Kurang ajar! Kami akan kembali! Tunggulah, kami akan memanggil bos kami! Akan kami hancurkan tempat ini!" teriak dua pria itu lalu segera pergi dengan motornya.


Pemilik penginapan dan restoran itu sungguh ketakutan. Dia segera akan menutup penginapan dan juga restorannya.


Tapi Andy masih duduk disana dan tak bergeming. Sementara tamu yang lain sudah pergi semua.


Diana sungguh tidak mengerti dengan apa yang Andy pikirkan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2