
Khan berjalan dan melihat detektif yang tersungkur, dan dia kecewa karena dia sudah tiada.
"Dia sudah mati," manatap pada ibunya.
"Aku ingin membiarkanya hidup, dan tahu segalanya," kata Khan menatap pistol yang dipegang ibunya.
"Dia pantas mati, Itu yang terbaik untuknya," Sambil menatap pada detektif yang sudah tak bernyawa.
Khan mengambil koper berisi uang dan membukanya, dia sangat terkejut melihat isinya.
"Uang?" Khan menoleh pada Ibunya. Sony hanya menatapnya tanpa bergeming. Sementara ibunya meletakkan pistol dan berjalan kearah Khan untuk mengambil koper itu.
"Ibu akan jelaskan semuanya," Ibunya berfikir keras memikirkan apa yang harus dia katakan pada Khan.
Di satu sisi ada kembaranya, disisi lain uang yang tadinya akan dia gunakan untuk membayar para detektif itu. Ada Sony juga disana yang mengetahui jika dia mengambil uang dalam jumlah banyak.
"Siapa mereka? Kenapa mereka datang kemari? Dan siapa dia?" Khan menatap ibunya dan berharap mendapatkan jawaban dari semua ini.
"Dia....," belum sempat berkata apapun.
Saat ibunya akan berbicara tiba-tiba Gina asli sadar dan duduk diranjang. Kesadarannya mulai pulih meskipun belum sempurna. Dia menatap semua orang satu persatu. Dan saat menatap Gina palsu, maka dia segera bangun.
Plak!
Gina asli menampar kembaranya. Rupanya saat ini dia sedang dalam keadaan tenang.
Khan lalu menahan badan ibunya yang hampir tersungkur dilantai.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa menampar ibuku?" Khan memegang kedua bahu ibunya dan menatap bingung pada wanita yang dia tolong.
"Dia orang jahat. Dia harus dihukum!" Teriak Gina asli.
Sesaat Gina palsu berfikir untuk melarikan diri karena ternyata kembaranya sembuh dari depresinya.
Khan masih terbengong dan bingung melihat mereka.
"Ibu, siapa dia? Wajah kalian kembar." kata Khan dan Gina palsu mulai ketakutan.
"Dia....," Gina terbata saat akan menjelaskan tentang keadaan ini.
Dan saat itu polisi datang, karena mendapat laporan dari dokter yang menangani Gina. Nama asli dari kembaranya adalah Fina. Gina adalah istri dari Tuan Harun Malik. Sedangkan Fina adalah kembaranya yang sejak kecil tinggal bersama orang lain.
"Dia penjahatnya pak, dia selama ini sudah menyekap anak saya dan menukar anak saya dan menggantinya dengan anak orang lain. Tangkap dia pak, dia adalah penjahat," kata Gina.
Dan saat itu juga polisi membawa keduanya untuk membuat laporan dikantor polisi. Sony membawa uang juga sebagai barang bukti.
"Kalian semua ikut kami ke kantor polisi, kita akan selesaikan masalahnya dikantor,"
Andy kaget saat ibunya dituduh menyekap dan menukar anak wanita yang sudah dia tolong. Dan siapa yang dia tukar, maksudnya? Andy benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah terjadi.
Mereka sampai dikantor polisi. Gina dan Fina duduk dan mereka disuruh menjelaskan apa yang terjadi.
Gina lalu membuat laporan jika dirinya selama puluhan tahu disekap oleh wanita yang yang tidak lain adalah kembaranya.
"Saya bisa menceritakan semuanya, wanita ini adalah kembaran saya. Dia menukar bayi saya dirumah sakit dan menyekap saya selama puluhan tahun," ujar Gina.
"Apakah benar yang dikatakan ibu Gina?"
"Nama anda ibu Fina bukan?"
"Benar pak, dia namanya Fina, tapi dia mengaku kepada semua orang jika namanya adalah Gina, bahkan dia menemui suami saya berulang kali dan mengaku sebagai Gina." Kata ibunya Khan dan Khan shock saat mendengarnya.
"Apa? Ibu? Apakah yang dia katakan benar? Siapa kalian? Siapa ibuku?" Khan menatap mereka bergantian.
Gina tersungut dan bernafas dengan cepat lalu meraih pistol polisi.
"Jangan ada yang bergerak! Jika satu langkah saja kalian bergerak maka, aku akan menembaknya lalu menembak diriku sendiri," ancam Fina.
Fina panik dan mengakui segalanya.
"Iya, baiklah, aku adalah Fina. Dia adalah Gina. Kami kembar. Tapi aku selalu iri dan benci melihatnya. Dia mendapatkan segalanya sementara aku diasingkan dan diserahkan pada pria psikopat. Itulah mengapa aku sangat membenci wanita ini," kata Fina sambil menodongkan pistol ke pelipis Gina, kembaranya.
Gina hanya diam dan gemetar. Saat dia tertekan, pikiranya menjadi terguncang. Dan dia lalu pingsan.
Khan berusaha menenangkan Fina.
__ADS_1
"Siapa kau?" Tanya Khan dan tetap menjaga jarak dengan Fina demi wanita yang sedang dijadikan sandera.
"Aku bukan ibumu, tapi aku kembaranya. Minggir, biarkan aku lewat, jika kau ingin dia selamat," karena tak punya pilihan lain maka terpaksa Fina mengakui semuanya. Dia ingin kabur dan tidak ingin dipenjara.
Khan nampak shock.
Fina sadar, setelah pernyataan Gina maka dia akan ditahan dan dilakukan penyidikan. Dia tidak mau dipenjara dan menderita.
Sekali lagi dia tidak akan membiarkan kembaran nya bahagia diatas penderitaannya.
Sekarang semuanya sudah terbongkar, kembaranya akan menjadi nyonya besar atau bahkan Presdir diperusahaan Harun Malik, sementara dia akan meratapi nasibnya didalam penjara.
"Kita akan mati bersama. Itu lebih baik," Fina bergumam sambil terus menyeret kembaranya.
"Berhenti, kita akan memproses semua ini dan jika memang kau tidak bersalah maka kau akan bebas. kembalilah, dan turunkan pistol itu," Kata inspektur polisi berusaha tetap tenang.
Khan berusaha mencari cara agar Fina, bibinya tidak membawa ibunya pergi.
Khan baru akan bergerak.
"Diam! Aku bilang jangan ada yang bergerak. Atau kami akan mati bersama,"
"Oke, oke, kami tidak akan bergerak,"
"Buka pintunya!" Teriak Fina masih dengan menodongkan pistol pada pelipis Gina.
Seorang polisi membukakan pintu untuk Fina. Fina laku keluar dan matanya awas menatap sekeliling. Kali ini Khan akan menggunakan kecepatanya dan tidak boleh meleset.
Jika meleset maka nyawa mereka berdua akan hilang sia-sia.
Saat Fina akan masuk kemobil, Khan dengan cepat mengambil pistol dari tangan Fina dalam sekali lompatan jarak jauh.
"Sial! Berikan pistol itu!" Fina kaget dan berteriak.
Khan segera melompat dan polisi mendekati Fina lalu memborgol tanganya.
Gina segera dibawa kerumah sakit jiwa untuk diberikan obat penenang. Dia sepertinya mengalami tekanan dan Khan khawatir keadaanya akan memburuk.
Gina diborgol dan di bawa ke sel tahanan.
"Lepaskan aku! Lepaskan!" Fina berteriak sampai polisi membawanya ke dalam sel dan akan memproses semuanya.
"Ada apa dengannya? Aku yang memanggil polisi," kata Dokter pada Khan.
"Penjahatnya sudah mati, Bibi sudah ditangkap polisi, tapi ibu mengalami tekanan dan aku khawatir dengan keadaanya,"
"Ayo kita bawa kedalam,"
Gina lalu dibawa masuk kedalam dan dokter memeriksanya. Dokter membuka matanya satu persatu. Setelah itu memeriksa jantungnya.
Gina tiba-tiba terbangun dan mencari seseorang.
"Dimana dia? Dimana Fina?"
"Tenang, dia sudah ada didalam sel tahanan," dokter mengatakan sambil menyuntikan obat penenang. Tidak lama kemudian Fina tertidur.
Khan masih ada diluar, menunggu dokter selesai memeriksanya. Dari jauh terlihat Sony berjalan kearahnya. Dan menceritakan segalanya.
"Aku mencurigai ibumu saat mengambil uang dalam jumlah banyak dari perusahaan, aku lalu mengikutinya hingga ke apartemen."
"Kau melakukan yang benar. Aku bahkan tidak curiga sedikitpun padanya, dan ternyata dia adalah bibi,"
"Berarti, ibu yang sebenarnya ada didalam bukan?"
"Ya, bibi menyekapnya selama puluhan tahun. Tadi dia mengakuinya, selama ini yang ditemui ayahku adalah kembaranya, pantas saja ibu tidak pernah kembali,"
"Bagaimana keadaanya?"
"Dokter sedang memeriksanya,"
Dan saat itu terdengar pintu dibuka. Dokter keluar dan mendekati Khan serta Sony.
"Keadaanya tidak terlalu mengkhatirkan, setelah istirahat, maka dia akan pulih. Dia tidak boleh terlalu banyak berfikir atau tertekan," kata dokter.
"Baik dok," Khannl mengangguk lalu masuk kedalam. Sony menunggu diluar.
__ADS_1
***
Diana sedang tiduran dikamar Andy dan membayangkan masa indah dan manis yang mereka lewati bersama. Dari awal pertemuan hingga akhirnya mereka menikah.
Karena terbuai oleh kenangan, akhirnya Diana tertidur dikamar Andy.
Andy pulang dari rumah sakit jam 11 malam. Dia langsung kekamarnya untuk mandi. Dia terkejut saat melihat Diana tertidur dengan baju pelayan di ranjangnya.
Andy berdiri dan menatap Diana sambil tersenyum.
"Maafkan aku, aku harus bersandiwara di depanmu dan menjadikanmu pelayan. Sekarang semua sudah berakhir, semua sudah terungkap, maka kita akan hidup seperti yang seharusnya,"
Andy berkata lalu mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Diana. Setelah itu Andy mandi dan memakai piyama.
Dia berbaring disamping Diana. Dan pagi harinya Diana terbangun dengan kaget. Dia melihat Andy tidur disebelahnya. Diana sangat ketakutan karena Andy pasti akan marah.
Diana menyingkirkan selimut ditubuhnya lalu berangsur pelan akan meninggalkan ranjang.
Tapi tiba-tiba sebuah tangan kekar memegang pergelangan tangannya.
"Ohh," Jantung Diana hampir copot karena ketahuan jika dia ketiduran dikamar Andy. Dia berfikir pasti akan mendapat hukuman.
"Kau mau kemana?" Tanya Andy masih dengan mata terpejam.
Deg.
Jantung Diana seakan terlepas dari dadanya.
"Aku...akan keluar, maaf aku ketiduran dikamarmu,"
"Kembali, tidurlah, semua sudah selesai. Kau bukan pelayan. Aku sudah ingat jika kau adalah Diana. Gadis dari pulau, kau istriku," kata Andy lalu memeluk Diana dari belakang.
Diana menoleh dan jantungnya mengembang penuh dengan kebahagiaan. Dia tidak berkata apapun lagi dan airmatanya menetes. Dia awalnya benar-benar takut jika seumur hidupnya Andy tidak akan pernah ingat padanya.
"Maafkan aku," kata Andy sambil membalikan tubuh Diana. Mereka kini duduk berhadapan. Kemari Andy mengusap pipi Diana yang basah.
"Maafkan aku, kau harus menjadi orang asing karena...."
"Sudah...jangan diteruskan. Aku tidak ingin mengingatnya lagi. Aku hanya senang, akhirnya kau ingat jika aku adalah istrimu, itu saja..."
Andy lalu merengkuh Diana kedalam pelukannya, "maafkan aku...kau pasti mengalami hari yang sulit karena aku..."
"Sudah...aku tidak ingin mengingat hal yang telah berlalu...aku hanya ingin terus disisimu...aku tidak ingin mengingatnya..." Diana tidak ingin mengingat hari-hari yang sulit dan berat saat Andy melupakan dirinya.
"Ya, aku mengerti, aku tidak akan mengingatkanya lagi...aku sungguh mencintaimu..." Andy mencium kening istrinya dan memeluknya erat.
***
Sementara dikantor polisi Fina sedang bersedih karena nasibnya. Lagi dan lagi, dia harus menderita dan terkurung sementara saudaranya hidup dalam kebahagiaan.
Dia menatap keluar sel penuh amarah dan dendam. Dia akan berusaha keluar bagaimana pun caranya, dan dia akan membalas sakit hatinya kembali pada kembaranya.
Sifat iri dan dengki sudah mendarah daging dan membuat hatinya mati rasa. Dia bahkan tidak memaafkan kedua orang tuanya yang dengan alasan tidak masuk akan menyerahkannya untuk di asuh orang lain.
Demi sebuah kepercayaan kuno, orang tuanya panik dan khawatir saat Fina kecil sakit-sakitan sejak bayi. Maka Fina lalu diserahkan pada orang lain untuk dibesarkan, atas anjuran nenek mereka.
Dan akhirnya Fina kecil menjadi sehat dalam asuhan keluarga barunya. Awalnya Gina kecil tidak tahu jika dia punya kembaran. Sampai akhirnya mereka remaja dan sekolah disekolah yang berhadapan. Sekolah Gina yang elit dan sekolah Fina yang biasa.
Menyadari wajah mereka kembar, Fina lalu mencari tahu segalanya. Tapi Gina pindah keluar negeri dan kembali lalu menikah dengan Harun Malik. Dan saat Gina menemukan kembaranya, dia sedang hamil besar.
Maka dia lalu menukar bayinya dan ingin hidup menjadi Gina.
"Kau penyebab aku diasingkan. Jika kau tidak pernah dilahirkan maka aku akan bahagia, berumah tangga dan punya anak. Tapi karena dirimu, aku mengalami hari yang sulit dan berat," kenang Fina dari dalam penjara.
Rupanya ayah Fina adalah seorang psikopat. Ayah kandungnya tiada dan tidak tahu jika dia menyerahkan putrinya pada seorang psikopat.
Dia adalah orang yang punya dua kepribadian, jika didepan umum dia layaknya orang baik dan ramah. Tapi saat didalam rumah, dia adalah seorang pemarah dan bahkan tidak segan melakukan kekerasan pada anggota keluarganya.
Gina tumbuh dalam kekerasan yang dilakukan ayahnya. Dia menjadi gadis yang memiliki sikap hampir sama dengan ayah yang sudah mengasuhnya. Ibunya yang mengasuhnya meninggal ditangan ayahnya. Dan Fina membunuh ayahnya, dan itu adalah pembunuhan pertama yang dilakukan Fina.
Polisi tidak tahu dan Fina membuat laporan palsu tentang kematian ayahnya. Fina kecil sering melihat kekerasan setiap hari dirumahnya. Dan itu adalah pemicu dirinya menjadi orang jahat.
Dia juga melakukan kekerasan pada kembaranya dan tega menukar anaknya serta menyekapnya, tanpa rasa bersalah hingga saat ini.
Pagi harinya dia terjaga semalaman dan seorang petugas polisi memberikan sarapan padanya.
__ADS_1
Fina menatap polisi itu dengan acuh tak acuh.
Tapi setelah polisi itu pergi dia makan dengan santai. Tersenyum sinis. Memikirkan cara untuk keluar dari sel dan akan balas dendam kembali.