Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Bertemu Perompak


__ADS_3

Udara dingin terasa sangat berbeda kali ini. Laut bahkan seperti tidak tenang. Beberapa ombak sempat membuat kapal Andy bergoyang dan bayinya mulai menangis.


"Tenanglah Nicolas...kita akan segera sampai...." kata Diana menenangkan anaknya yang terus saja rewel.


Ternyata dari jauh ada sebuah kapal perompak yang mendekati kapal mereka. Mungkin itulah yang menyebabkan anaknya menangis.


"Ada kapal mendekat," kata Andy mulai bersiaga dan menyiapkan pistol yang dia bawa didalam kapal boatnya.


"Tenanglah sayang....ada ayahmu disini....dia akan menjagamu dan mengalahkan para perompak itu..." kata Diana dan tidak lama kemudian bayinya mulai tenang dan tidak rewel.


Pelan-pelan setelah Diana memberinya susu sapi, maka diapun tertidur.


Diana segera membaringkan bayinya ditengah antara dirinya dan Andy. Diana lalu mengambil busur dan anak panah. Dia mulai bersiap untuk membantu Andy mengalahkan para perompak agar kapalnya tidak mendekati kapal mereka.


"Dia sudah tidur," kata Diana mengarahkan busurnya kearah kapal perompak.


"Syukurlah, bersiaplah...." kata Andy.


"Sekarang!" Kata Andy memberi aba-aba Diana untuk melepaskan anak panah kearah para perompak itu.


Ternyata para perompak juga melepaskan anak panah karena tujuan mereka untuk merebut kapal boat milik Andy.


Mereka sudah sering memperhatikan kekuatan serta kecepatan kapal milik Andy. Maka merekapun ingin memilikinya. Dan mereka ingin membunuh awak kapal dari jarak jauh setelah itu baru merebut kapalnya.


Andy melepaskan tembakan jarak jauh dibantu Diana yang terus melepaskan anak panahnya tanpa henti.


Beberapa perompak mulai berjatuhan dan sebagian keluar dari kapal. Dan darah segar yang tercampur air laut akan memicu kedatangan kawanan hiu.


"Hati-hati Diana, hiu mungkin akan datang sebentar lagi," kata Andy memperingatkan Diana agar melihat sekeliling. Karena sekuat apapun kapal milik Andy, saat sekawanan hiu menerjangnya beramai-ramai maka kapal itu bisa oleng dan tenggelam.

__ADS_1


"Ya, aku akan terus memperhatikan pergerakan mereka," kata Diana.


Andy terus menyerang dengan senjata yang sengaja dia simpan didalam kapal. Beruntung dia menyimpan banyak amunisi sehingga dia bisa mengisi ulang saat peluru didalam senjatanya habis.


Terjadi tembak menembak yang sengit dengan jarak jauh antara Andy dan para perompak itu. Malam sangat gelap, dan suara tembakan seakan seperti kembang api yang diledakkan tanpa henti.


"Mereka mulai mencium aroma darah. Aku merasakan kehadiran mereka," kata Diana sambil melepaskan anak panah kearah kapal perompak.


"Kita harus segera menjauh dari tempat ini." Kata Andi.


"Bersiaplah, aku akan mengatur kecepatan agar mereka tidak mengejar kita" kata Andy lalu memberikan pistolnya pada Diana.


"Baiklah," Sekarang Diana yang bergantian menembaki mereka dengan pistol.


Sementara Andy duduk didekat kemudi dan mengatur kecepatan kapal agar bisa melesat meninggalkan Medan pertempuran.


"Aaaaaaa" Jerit Diana dan Andy segera menoleh padanya.


Namun kapalnya sudah otomatis melesat jauh dan tidak terkejar oleh para perompak itu.


Andy segera merobek bajunya dan membalut lengan Diana. Beruntunglah, peluru itu tidak masuk kedalam, sehingga tidak perlu mengeluarkannya.


"Gunakan ini...." Kata Andy menyerahkan kalungnya pada Diana dan dia menggendong Nicolas yang mulai rewel karena kecepatan kapal itu yang membuat telinganya terasa sakit.


Diana segera mengoleskan kalung itu sambil meringis menahan sakit. Dan tidak lama kemudian sebuah cahaya kebiruan membuat lukanya tidak nampak. Setelah cahaya itu menghilang, lukanya sudah sembuh.


"Bagaimana?" tanya Andy sambil fokus menyetir dan menggendong Nicolas.


"Sudah sembuh." kata Diana lalu memakaikan kalung permata itu pada leher Andy.

__ADS_1


"Lihatlah kebelakang, apakah mereka masih mengejar kita?" Tanya Andi pada Diana.


Diana lalu menoleh kebelakang dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Mereka mungkin tidak sempat melarikan diri dari kawanan hiu. Mereka mendekat secara diam-diam mendekati darah," kata Diana lalu mengambil Nicolas dari gendongan Andy.


"Tidurlah," kata Andy saat air laut mulai tenang dan tidak ada badai yang mengancam.


"Mana bisa," kata Diana.


"Aku akan memperlambat kapal ini agar kau dan Nicolas bisa tidur, aku akan menjaga kalian berdua. Tidurlah...." kata Andy lalu mulai menyetel agar laju kapal melambat.


Cahaya bintang menyinari kapal Andy dan langit nampak indah malam ini. Andy tersenyum saat melihat mereka berdua mulai tertidur setelah kapal melambat.


Andy membelai pipi dan rambut Diana. Lalu dia menyentuh pipi Nicolas yang gembul. Andy tidak sabar untuk membawa Nicolas pada ibunya. Karena Andy tahu, jika ibunya sudah lama ingin mendapatkan cucu dari Andy.


Beruntung Rossa sangat bermurah hati dan memberikan bayinya pada Diana. Ini sungguh diluar dugaan....


***


💖💖💖


Terimakasih untuk kakak2 semua yang setia baca novel dari awal hingga saat ini,


novel ini akan tamat akhir bulan ini, dan jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata,


penulis mohon maaf, karena masih belajar juga,


Sekali lagi terimakasih atas dukungannya 🙏

__ADS_1


__ADS_2