
Andy terkejut dan memeluk mereka berdua.
"Kamu sangat merindukan ayah, ibu bilang ayah berlayar, kami juga ingin berlayar," kata Alvian.
"Ibu bilang begitu?" tanya Andy mengusap kepala Azam.
"Iya....kami juga ingin berlayar seperti ayah,"
"Baiklah, lain kali ayah akan mengajak kalian," kata Andy lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah.
"Dimana ibumu?"
"Menimba air," kata mereka berdua. Andy lalu pergi kebelakang rumah dan melihat Naina sedang menimba air. Tanganya sedang memegang tali dan Andy langsung ikut memegang dan membuat Naina menoleh.
"Andy?" Naina melepaskan pegangannya dan memeluk suaminya. Ini adalah moment pertama kali, Naina mau memeluknya setelah sekian tahun menjadi istrinya.
Andy menahan air dan menuangkannya di ember besar karena tiba-tiba Naina melepaskan tali itu.
Andy lalu berbalik dan sekarang mereka berpelukan.
"Kau hampir membuat airnya kembali ke sumur,"
"Aku tidak peduli, aku sangat kaget karena kau datang. Aku pikir kau tidak akan pernah kembali," kata Naina masih memeluk suaminya.
"Mereka sering menanyakan dimana ayahnya...." kata Naina pada Andy.
"Aku sudah bertemu dengan mereka, mereka sudah besar sekarang,"
"Ehm, ya...kenapa kau lama tidak datang?"
"Ada beberapa masalah diperusahaan."
"Apakah kau hanya akan dua Minggu disini?" tanya Naina melepaskan pelukannya.
Andy lalu memegang tangannya dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
"Kita bicara didalam, aku baru sampai tadi malam, dan setelah itu kemari," kata Andy.
"Apakah kau tidak merindukan kami?" tanya Naina dan akan bangkit mengambil minuman untuk suaminya.
Andy menarik tangannya agar dia duduk kembali.
"Duduklah, aku sudah sarapan bersama Diana."
"Ohh, "
"Bagaimana kabarmu?" tanya Andy menatap wajah Naina yang cantik semakin dekat. Kali ini Naina tidak menghindar seperti biasanya. Lama menahan rindu dan berpikir Andy tidak kembali, membuatnya sadar jika benih cinta mulai tumbuh dihatinya untuk suaminya.
__ADS_1
Meskipun agak terlambat, namun kali ini Naina sudah siap menjadi istrinya sepenuhnya dan melupakan masa lalunya bersama Ali.
Naina memejamkan matanya, dan membuat Andy mendekat dan hidungnya menyentuh hidung Naina,
Andy mencium keningnya dan memeluknya, Andy sudah tahu, jika kali ini diapun siap untuk memulai lembaran baru sebagai suami istri pada umumnya, karena Naina sudah membuka hatinya.
"Maafkan atas sikapku kemarin dulu," kata Naina.
"Jangan membahasnya lagi, sekarang mari kita mulai lembaran yang baru," kata Andy.
***
Malam ini Andy tidak pulang, dia akan menginap dirumah Naina.
"Ayah menginap disini?" tanya Azam anak yang paling kecil menoleh kearah ibunya.
"Ehm, iya..." jawab Naina pelan. Kedua anak Naina sudah tahu jika ayahnya punya tiga istri dan tidak setiap hari bisa bersama mereka. Mereka sudah diberi tahu sejak kecil dan sekarang sudah paham saat besar.
"Asyiiikkk bisa main sama ayah sampai pagi,"
Andy dan Naina saling berpandangan lalu tersenyum. Andy menggenggam tangan Naina dan begitu sebaliknya.
"Jangan sampai pagi, ayah kalian juga harus istirahat, katanya kalian besok akan berburu kehutan," kata Naina pada Azam. Andy mengedipkan matanya pada Naina dan membuat Naina tersipu malu.
Dia terpaksa menyuruh anaknya tidur cepat karena tidak ingin mengecewakan Andy yang berkunjung kerumahnya.
"Jangan dik, ayah kan harus istirahat, ayo dik, kita main dikamar," ajak Alvian.
"Ibu....Azam tidur sama ibu ya.." Naina lalu menoleh kearah Andy.
"Ehmmm....."
"Tidur sama kakak saja dik, kakak akan ajak kamu main semua mainan kesukaan kamu. Tapi jangan ganggu ibu sama ayah ya," kata Alvian yang sudah lebih besar. Dia tahu ibunya pasti sangat merindukan ayahnya setelah bertahun-tahun. Makanya dia tidak ingin Azam mengganggu kemesraan mereka berdua.
"Ya sudah kalau begitu, tapi janji ayah besok bangun pagi-pagi terus kita berburu kehutan," kata Azam tersungut dan berjalan kekamarnya.
"Iya, ayah janji" kata Andy dan mengajak Naina kekamar mereka.
"Sudah malam Naina, ayo kita tidur," ajak Andy dan menggandeng tangan Naina.
"Kau terlihat agak kurusan, bisakah aku menggendongmu?" tanya Andy dan dijawab anggukan kepala oleh Naina.
Andy yang badanya sekarang kekar begitu merasa ringan saat menggendong Naina.
Dan kedua anaknya yang sudah besar lupa menutup pintunya,
"Kak lihat ibu digendong sama ayah, hihihi...." Azam tertawa lalu kakaknya dengan cepat menutup pintu lalu menguncinya.
__ADS_1
"Kok dikunci?" tanya Azan tersungut.
"Sudah malam, kita harus menguncinya lalu tidur," kata Alvian.
"Katanya mau nemenin main kok malah tidur?"
"Hehe...kakak sangat mengantuk dik, main sendiri saja ya...." kata Alvian sambil menguap.
"Kakak selalu begitu...."
"Kakak mangantuk sekali....."
Dan tiba-tiba terdengar suara berdecit dari kamar ibunya.
"Kak! bangun! Kak bangun! Azam takut, suara apa itu?"
"Apaan sih dik?"
"Dikamar ibu kak, ada suara aneh," kata Azam.
"Sudahlah dik, tidur saja jika takut," kata Alvian lalu tertidur kembali. Azam lalu naik keranjang karena suara berisik dikamar ibunya. Dia berusaha memejamkan matanya dan akhirnya tertidur setelah mengucapkan beberapa doa.
Di kamar Naina, Andy sedang membetulkan ranjangnya karena hampir lapuk. Maka diapun tersenyum pada istrinya. Belum digunakan tapi ranjangnya malah sudah rusak, gumam Andy dalam hati.
"Kita tidur dilantai saja," kata Andy.
"Baiklah, aku akan merapikannya dulu," kata Naina lalu mengambil selimut dan bantal.
"Kau terlihat cantik malam ini Naina," kata Andy sambil menatap lekat wajah istrinya.
Naina tersipu malu dan menundukkan wajahnya ke kasur.
Andy lalu menyentuh dagunya dan menegakkan kepalanya.
"Menatapmu lekat seperti ini, aku seperti sedang menatap rembulan dan kau lebih cantik darinya malam ini," kata Andy yang mengagumi kecantikan Naina dan baru malam ini dia bisa melihatnya dengan leluasa.
"Apakah kau merindukan aku?" tanya Andy lirih.
"Ehm, ya....aku merindukan suamiku," tegas Naina dan membuat Andy semakin yakin jika malam ini akan menjadi malam yang panjang dan indah bersama Naina.
Andy merengkuh Naina kedalam pelukannya dan menyentuh lehernya, membuat Naina menatapnya lekat lalu mengedipkan matanya.
"Aku sangat merindukanmu," kata Andy lalu mematikan lampu dan melakukan yang seharusnya dia lakukan sejak malam pertama.
Bulan purnama menjadi saksi indah penyatuan mereka. Dan setelah sekian lama baru bisa melihat dan menikmati keindahannya.
Naina menarik selimut dan menutupi tubuhnya hingga kedadanya. Andy bahagia akhirnya bisa melupakan masa lalu dan menjadi suami seutuhnya bagi Naina dan anak-anak nya.
__ADS_1