
Andy menyiapkan busur dan tombaknya. "Kita tidak membawa barang berharga, apa yang mereka inginkan dari kita?" tanya Diana.
"Mereka pasti meminta pajak dari setiap kapal yang melintas. Mungkin saja ini wilayah operasi mereka," ujar Andy terlihat berfikir sambil mengerutkan dahinya.
Kapal perompak itu sekarang semakin dekat dan salah seorang diantara mereka melompat ke kapal milik Andy.
"Mana pajak kalian? "teriak pria bermata satu, ada lima anak buah buahnya dibelakangnya.
"Kami tidak membawa apa-apa, kami juga tidak tahu jika harus membayar pajak. Kami tersesat," kata Andy berusaha tenang. Sebisa mungkin menghindari bertarung jika masalah yang dia hadapi bisa diselesaikan baik-baik.
Hahahaha!
Kepala perompak itu tertawa lebar setelah itu menyeringai meremehkan Andy lalu melirik pada tubuh Diana.
"Jika kau tidak membayar pajak maka serahkan wanita itu sebagai pengganti pajak yang harus kau bayar!" hardik perompak dengan suara keras.
"Dia gadis yang cantik dan seksi, tidak masalah jika dia bersenang-senang dengan kami, sebagai pengganti pajaknya!"
Hahahaha!
Tangan perompak itu akan menyentuh dagu Diana. Dengan cepat Andy memukul dengan tombaknya.
Darah Andy mendidih mendengar apa yang diucapkan kepala perompak itu.
"Aku tidak akan menyerahkannya! Dia bukan barang yang bisa diambil atau diberikan pada siapapun."
Hahahaha!
"Nyalimu sungguh besar anak muda!" gertak kepala perompak itu.
"Jika kau tidak mau menyerahkanya secara baik-baik maka aku akan mengambilnya secara paksa dan mengirimu ke neraka!" teriak kepala perompak itu penuh kemarahan.
"Mari bertarung dan kita lihat, siapa yang akan ke neraka lebih dulu!"
Andy sangat kesal dan tidak mau membuang waktu lama karena dia harus segera mencari Naina.
"Serang pria sombong ini! Lemparkan kelaut hingga ikat hiu akan membuat mulut besarnya diam selamanya!"
Teriak perompak itu pada anak buahnya dengan kesal. Kelima anak buahnya maju bersama dan menyerang Andy.
Andy tidak bisa menggunakan busurnya jika musuh berada didekatnya, dia lalu mengambil tombak dan mulai memutarnya.
Badanya begitu lentur tapi setiap gerakanya mematikan. Andy mahir dalam menggunakan senjata tombak. Dia terus memutar tombaknya hingga lawan hanya bergerak ditempatnya dan tidak bisa maju mendekatinya.
Kecepatan nya seperti lompatan tupai. Kretek!
Satu pukulan membuat salah satu leher perompak itu patah dan tersungkur. Dari jarak aman, Diana membantu Andy dengan busurnya.
__ADS_1
Diana melepaskan anak panahnya dan satu orang terlempar kelaut. Darahnya membuat gerakan ikan hiu mulai terlihat dari jarak jauh. Satu orang lagi tercebur kelaut setelah kakinya terkena sabetan tombak milik Andy.
Andy memutar lagi tombaknya dan matanya menatap musuh dengan ancaman. Sekarang tinggal tiga orang tersisa. Kepala perompak mendekati Diana dan akan menekan Andy melalui wanita itu, pikirnya.
"Diana awas!" Teriak Andy dan melemparkan tombak untuk dipakai Diana.
Andy membuat gerakan dengan kecepatan yang tidak terlihat dan menendang ketiga lawannya. Mereka tidak bisa melihat kecepatan gerakan Andy dan tahu-tahu tendangan dan pukulan membuat mereka terlempar dari kapal.
Diana bertarung melawan kepala perompak itu, Anda datang membantunya setelah mengalahkan semua anak buahnya. Diana mundur dan membiarkan Andy yang menghadapinya.
Diana melihat gerakan anak buah perompak yang berusaha naik kekapal lagi, dengan cepat Diana mengarahkan busurnya pada mereka dan mereka langsung terapung karena terkena panah.
Siingggg dreettt!
Dari jauh kawanan ikan hiu semakin mendekat dengan cepat. Begitu mencium bau darah, mereka langsung datang bersama kawanannya.
Diana melihat sirip yang terus mengarah kekapalnya. Diana mulai ketakutan saat membayangkan kawanan ikan hiu mungkin bisa memangsanya juga.
"Kawanan Hiu menuju kemari!" Teriak Diana memperingatkan Andy. Diana berfikir untuk membantu Andy dengan mengarahkan busurnya pada perompak yang saat ini dengan bertarung dengan Andy.
Diana belum melepaskan busurnya karena gerakan mereka yang cepat berubah. Mereka sedang bertarung tanpa senjata. Senjata perompak itu terlempar kelaut saat terkena tendangan Andy.
Akhirnya sebagai pria sejati Andy juga melempar tombaknya. Dia tidak mau menggunakan senjatanya saat lawannya tidak memegang senjata.
Badan perompak itu sungguh besar berhadapan dengan badan Andy yang semampai dan lentur. Dengan kelenturannya berulang kali pukulan perompak itu meleset. Dan sekarang giliran Andy untuk membalasnya. Dia membuat gerakan cepat dan nyaris tak terlihat, lalu menendang kaki perompak itu hingga dia berlutut didepan Andy.
Busur tertancap di jantung perompak saat Andy menendangnya. Dia sekarat ditengah laut dan kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.
"Mereka sangat dekat! Cepat pergi dari tempat ini!" Teriak Andy saat melihat kawanan Hiu sangat dekat dengan kapal mereka.
Bekas yang mereka tinggalkan berwarna merah oleh darah segar yang bercampur air laut. Kepala perompak itu terlihat masih hidup saat kawanan hiu menariknya dan dia sudah tidak terlihat lagi oleh Diana dan Andy yang menjauhi tempat berdarah itu.
"Syukurlah kita akhirnya berhasil menjauh. Mereka menjadi makanan para Hiu. Aku tidak menyangka banyak kawanan hiu disekitar pulau ini," kata Andy sambil menahan sakit dipunggungnya akibat terkena sabetan pedang saat bertarung tadi.
"Mungkin ini juga yang menyebabkan kapal tidak ada yang singgah di pulau kami. Kecuali para perompak yang sesekali datang mencari harta Karun," kata Diana mendekat kearah Andy. Dia akan melihat apakah Andy terluka?
"Kau terluka Andy!" Kata Diana saat melihat punggung Andy berdarah.
"Aku akan mengobatinya, lepaskan kalungnya, batu itu akan membuat lukamu cepat pulih." Diana lalu menggeser duduknya dan sekarang menghadap ke punggung Andy.
"Buka bajumu," ujar Diana sambil memegang batu yang akan dia gunakan untuk mengobatinya.
Andy perlahan membuka bajunya dan luka itu terlihat lumayan dalam dan panjang. Pantas saja Andy meringis kesakitan.
Diana dengan lembut mengoleskan batu ajaib itu diluka Andy. Dan keajaiban pun terjadi, luka Andy sembuh seketika.
"Sudah selesai. Lukamu sudah tertutup sempurna tanpa bekas. Entah bagaimana ini bisa terjadi, simpanlah kalung ini baik-baik. Ini sangat berharga. Jangan sampai hilang."
__ADS_1
Diana lalu duduk didepan Andy dan berhadapan dengan Andy. Saat itulah Andy melihat bibir Diana terluka. "Kau terluka, biarkan aku mengoleskan batu ini di bibirmu," kata Andy sambil mendekatkan wajahnya untuk melihat luka dibibir Diana.
"Ini hanya luka kecil," Diana enggan untuk mengobati lukanya sendiri. Andy lalu menyeka darah di bibir Diana dengan jarinya. Diana tersenyum dan menatap Andy dengan romantis.
Diana mulai berkhayal lagi mengingat adegan romantis di novel yang pernah dia baca. Ini adalah adegan yang membuat jantungnya berdegup kencang. Dia menatap Andy dengan hangat. Dia terobsesi cerita manis dan romantis didalam novel.
Andy terhenyak, "Apa yang kau pikirkan?" Andy bingung saat Diana menatapnya lekat tak berkedip sangat lama.
"Aku...bolehkah aku memelukmu...." mendengar perkataan Diana Andy berfikir mungkin Diana shock dan merasa cemas saat ini.
Andy lalu merengkuh Diana dalam pelukannya. "Aku senang dan tidak merasa takut saat kau memelukku seperti ini,"
Andy terdiam dan membiarkan Diana bersandar pada dadanya.
"Bolehkah aku menciummu? Kata orang saat kita cemas maka berciuman dengan pasangan akan menghilangkan rasa cemas,"
"Siapa yang mengatakan hal itu padamu?"
"Aku membacanya di novel,"
"Kita belum menikah," kata Andy.
Naif sekali, batin Diana.
Tapi kemudian Andy sadar jika dia tidak bisa terus mengabaikan perasaan Diana dan menyakitinya. Apalagi mereka akan menikah setelah Naina ditemukan.
Andy lalu merengkuh Diana mendekat pada wajahnya dan menciumnya dengan lembut. Diana kaget karena akhirnya pria naif ini melakukanya.
"Maafkan aku," Kata Andy berbisik ke telinga Diana.
"Kau sungguh ingin menikah denganku?" kata Andy menatap mata Diana lebih dalam lalu beralih menatap lautan tanpa batas.
"Kenapa kau bertanya begitu?" diana menjadi malu dengan pertanyaan Andy.
"Karena kau tidak akan memiliki aku sepenuhnya, kau juga tahu jika ada wasiat Ali yang dia tinggalkan sebelum meninggal."
"Ya, aku mendengarnya. Kau harus menjaga dan menikahi Naina bukan? Aku sama sekali tidak keberatan. Selama kau perlakukan kami dengan adil, jangan pilih kasih."
"Jika kau mengerti, aku sangat berterima kasih padamu. Aku akhirnya bisa menepati janjiku pada kalian berdua jika nanti Naina ditemukan."
Andy menjadi lega mendengar keikhlasan Diana untuk berbagi kasih sayang.
"Aku masih tidak mengerti, aku masih muda, aku masih suka berpetualang, tapi tanggung jawabku begitu besar. Menikah dengan dua wanita sekaligus, sedikit tidak masuk akal dan tidak pernah terlintas dalam pikiranku sebelumnya,"
"Kenapa berbicara seperti itu? Kau seperti sedang mengeluh?"
"Tidak. Aku hanya merasa waktu cepat sekali berubah," kata Andy dan Diana memegang pipinya dengan lembut.
__ADS_1
"Jalani saja, jangan dipikirkan."