
Andy dan Diana sampai dipulau. Karena handphone Andy tidak ada signal maka selama berada dipulau dia menyimpanya didalam kopernya. Lewis berusaha menghubunginya untuk mengatakan apa yang terjadi dengan Sony.
Tapi Andy sudah mematikan ponselnya karena jika dinyalakan pun akan percuma. Dipulau tidak ada satu signalpun dan tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar.
Sampai dirumah Tetua, Andy langsung menaruh kopernya dan akan mengunjungi Rossa. Mereka bilang Rossa sudah melahirkan. Maka Andy tidak sabar untuk melihat anaknya yang sudah lahir. Kata Tetua, anaknya adalah laki-laki.
"Syukurlah, apakah saya bisa melihatnya?" tanya Andy menatap pada Tetua.
"Ya, lihatlah," kata tetua mempersilahkan Andy dan Diana untuk melihat bayi Rossa. Tapi Diana menyuruh Andy yang pergi kerumah istrinya, Diana akan datang besok saja bersama Naina.
"Baiklah, jika begitu, aku akan kesana," kata Andy lalu pergi kerumah Rossa sendirian.
Disana dia disambut oleh Rossa dan Nyi Anker yang duduk disamping Rossa dan bayinya.
"Kau datang...." Kata Rossa lemah karena dia batu saja melahirkan. Proses melahirkanya memakan waktu yang sangat lama. Dan seluruh tubuhnya seakan seperti lemas tak bertulang.
"Ehm, bagaimana keadaanmu?" tanya Andy menatap Rossa sebelum melihat bayinya. Andy mencium kening Rossa dan tersenyum hangat padanya.
"Dia laki-laki bukan?" tanya Andy yang sudah mendengar dari tetua jika anak yang dia lahirkan laki-laki. Rossa mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.
"Ya, tapi.....dia tidak sempurna."
"Maksudmu?" Andy nampak bingung sembari menatap wajah Rossa.
"Dia lahir dengan satu tangan. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu, anaku hanya memiliki satu tangan...." Kata Rossa dengan kesedihan yang mendalam.
Deg.
Andy tidak kalah terkejutnya. Mungkin itu yang membuat Tetua nampak berbeda saat mengatakan tentang bayinya. Aura kebahagiaan jelas seperti dibayangi dengan kesedihan yang mencoba ditutupi.
"Memang kenapa jika lahir dengan satu tangan? Itu diluar kuasa kita. Yang diatas sana yang membuat skenario ini. Apa yang bisa kita buat? Kita hanya manusia dan harus sabar serta iklhas menerima anugerahnya dalam keadaan apapun. Jangan bersedih, dia akan menjadi pria yang kuat, meskipun hanya dengan satu tangan," kata Andy menghibur Rossa.
Andy lalu duduk disamping Rossa dan menyandarkan kepala istrinya dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aku akan tetap menyayanginya meskipun orang akan berkata jika dia cacat dan pria tidak sempurna. Tapi bagiku, dia tetap sempurna," kata Andy dan diikuti anggukan serta isakan tangis kebahagiaan Rossa.
Rossa sempat berfikir Andy akan sangat kecewa karena dia melahirkan anak yang cacat. Tapi ternyata kecemasannya tidak terbukti. Andy berbesar hati dan tetap bahagia meskipun bayinya hanya memiliki satu tangan.
"Aku pikir kau akan sangat kecewa, aku sangat tertekan," keluh Rossa.
"Tidak. Aku bukan pria seperti itu. Aku menerima apapun keadaan dan kekurangan putraku. Suatu saat nanti, dia akan memiliki dua tangan setelah besar. Diluar sana, banyak anak-anak yang terlahir cacat bahkan tanpa kedua tanganya, dan mereka tumbuh menjadi anak yang kuat tanpa menyalahkan keadaanya."
"Aku harap, bayi kita juga akan menjadi pria yang kuat suatu saat nanti,"
"Kita akan mendidiknya dengan penuh cinta dan penerimaan. Kita tidak akan melihat kekuranganya, tapi kita akan menganggapnya sama dengan anak lain pada umumnya,"
"Semua orang dikampung ini terkejut saat melihatnya hanya memiliki satu tangan. Bahkan tetua tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Aku melihat setiap ekspresi rasa kecewa dari semua warga dipulau ini. Sebagai ibu, aku sangat sedih melihatnya."
"Aku tahu. Dipulau ini belum pernah ada yang terlahir seperti ini. Mereka pasti kaget dan berpikir macam-macam,"
Rossa mengangguk dan mengusap airmatanya.
Khan lalu bangkit dan berjalan untuk melihat putranya yang tertidur lelap. Khan lalu membuka selimutnya dan tersenyum saat melihat lengan anaknya yang berbeda.
"Hanya saja, kita akan mengadakan acara adat dihari ketujuh," kata Nyi anker.
"Untuk apa?"
"Untuk menyelamatkan warga disini dari bencana," kata Nyi anker.
"Bencana apa maksudnya?" Andy bingung.
"Karena belum pernah ada bayi yang terlahir cacat. Maka kita akan meminta perlindungan dan membawa bayi itu untuk dibersihkan dari segala pengaruh jahat,"
Andy hanya menggelengkan kepala dan tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini adalah keyakinan masyarakat dipulau tempat istrinya berada. Bagi Andy semua itu dirasa tidak perlu, tapi bagi mereka itu adalah keharusan dan Andy tidak bisa menolaknya.
***
__ADS_1
Andy akan mengunjungi Naina, karena dia juga istrinya, tapi Naina memberikan jatah kunjungan Andy pada Rossa, karena dia baru saja melahirkan dan lebih membutuhkan perhatian dari Andy.
"Kau menginaplah dirumah Rossa. Lain kali jika kau berkunjung lagi, kau baru menginap disini. Rossa saat ini lebih membutuhkan kehadiranmu dan juga dukungan darimu," kata Naina dengan bijak.
Andy mengangguk lalu memeluk Naina. Dia mencium kening Naina dan berpamitan padanya untuk pergi lagi kerumah Rossa.
***
Rossa sudah satu Minggu melahirkan dan semua warga sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara adat. Rossa gelisah dirumah sambil menggendong bayinya.
"Kau terlihat sangat gelisah?" tanya Andy.
"Ya, acara ini untuk anak kita, aku sangat takut, terjadi apa-apa denganya..." kata Rossa sambil melihat bayinya yang sedang menguap.
"Jangan cemas. Tidak akan terjadi apa-apa dengan anak kita," kata Andy lalu memeluk Rossa yang sudah mulai pulih pasca melahirkan.
Diana dan Naina datang bersama. Andy segera melepaskan pelukannya saat melihat mereka datang.
Rossa senang melihat kedua istri Andy datang kerumahnya. Diana, Naina dan Rossa lalu duduk bersama dalam sebuah ruangan.
Mereka menghibur Rossa dan bergantian menggendong anak Rossa. Mereka terlihat akrab tanpa rasa iri dan dengki satu dengan yang lainya.
Tetua datang dan mengajak mereka berkumpul ditengah kampung dimana acara itu diadakan. Mereka semua lalu berdiri dan berjalan dibelakang tetua. Andy menggendong putranya dan ketiga istrinya berjalan disampingnya.
Acara itu dipimpin oleh Tetua dan mempersembahkan bayi Andy pada nenek moyang. Dan tiba-tiba sebuah petir menggelegar dari atas langit.
Tetua lalu membawa bayi itu kepada Andy. Setelah acara selesai, tetua berbicara pada Andy dan mengatakan jika Andy harus punya anak lagi. Karena anaknya yang pertama ini cacat, maka nenek moyang ingin anak yang tidak cacat dari Andy, sebagai pemilik batu permata.
"Ini tidak masuk akal," keluh Andy.
"Diana tidak bisa mengandung, Naina sudah punya dua anak, dan Rossa baru saja melahirkan,"
"Tidak usah buru-buru. Setelah tiga bulan kau datanglah kemari. Dan kau bisa membuat Rossa hamil lagi," kata Tetua.
__ADS_1
"Tapi...." Andy keberatan dengan perkataan mertuanya.