
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan mereka sampai dipulau. Mereka pulang kerumah Diana sendiri, yang rumahnya ada didekat rumah Naina.
Besok pagi baru akan datang kerumah mertuanya setelah lelahnya hilang. Diana mulai menyalakan lentera untuk penerangan. Suasana akan jauh berbeda dengan lampau dirumah besar yang menyala dengan terang.
Dirumah panggung milik Diana, jauh dari kata terang, dan agak redup. Andy lalu menidurkan Nicolas dan berbaring ditempat tidur. Diana juga merebahkan dirinya disamping suaminya.
"Syukurlah, kali ini Nicolas tidak rewel selama dalam perjalanan," ucap Diana sambil membelai rambut Nicolas.
Andy menatap mesra wajah Diana. Andy lalu meletakkan tangannya pada perutnya dan Diana mengenggamnya erat.
"Kita akan tinggal disini, mulai sekarang," ucap Diana sambil menatap atap rumah mereka yang tanpa plafon dan ukiran indah.
"Ehm...." kata Andy.
"Apakah kau tidak akan menyesali keputusanmu?"
"Tidak, demi kebahagiaan istriku, maka dimana istriku merasa bahagia, aku akan menurutkanya," kata Andy dan membuat hati Diana berdebar meskipun sudah menjadi istri Andy.
Diana lalu menggenggam erat tangan Andy.
"Terimakasih...." kata Diana dan diiringi anggukan pelan serta senyuman tipis dari Andy.
"Anak kita sudah besar, aku sudah melewatkan beberapa tahun ulang tahunya," kata Andy.
"Ya, saat dia mulai berbicara, aku memberikan fotomu dan dia memanggil namamu, kau masih ada dinegara MX."
"Menyesal sekali aku, tidak melihatnya ketika dia berjalan pertama kali dan berlari ke arahku untuk memelukku,"
"Kau akan sering bersamanya setelah disini. Kau akan menjalani cara hidup yang berbeda mulai besok," ulang Diana mengingatkan Andy. Tidak ada bisnis dipulaunya. Dan mereka hanya akan bertani untuk bertahan hidup.
"Kau akan menjadi petani,"
"Aku sudah siap," jawab Andy.
"Aku akan mengajarimu naik pohon untuk memetik buah,"
__ADS_1
"Ya...."
"Aku mulai mengantuk," kata Diana merasakan matanya semakin berat.
"Jika begitu tidurlah, dan bermimpi lah yang indah,"
"Hemmm...."
Andy mencium kening Diana dan mengusap dahi lalu rambut dikenangnya. Dan Diana langsung terpejam tanpa berkedip lagi. Dia sudah tertidur pulas.
Andy juga merasa mengantuk, diapun tidur dan bangun keesokan harinya.
***
Saat Andy bangun, Diana sudah bangun dan memasak sarapan dari beberapa sayuran yang dia petik dihalaman rumah.
Dia juga menemukan seekor kelinci saat pagi-pagi pergi kepinggir hutan. Dia langsung memasaknya setelah membersihkan bulunya.
Dia membawa beberapa rempah-rempah dari dapur rumah besar yang dia simpan di kotak. Dia ingin mencoba keahlianya memasak setelah lama belajar dengan chef dirumah besar.
Didalam kamar, Andy mencium aroma masakan seperti yang dimasak dirumah besar, maka diapun terbangun dan mencari asal aroma itu.
Dia melihat kesekeliling ya dan aroma itu berasal dari dapur.
Asap nampak mengepul dari dapur karena Diana baru saja menggunakanya.
"Aku pasti berkhayal. Aroma ini biasanya ada dirumah besar. Dan sekarang aku ada dipulau. Bagaimana ada aroma masakan yang sama?"
Begitu sampai didapur Diana batu saja akan berdiri dan Andy segera tahu jika Diana mungkin belajar dari chef dirumahnya.
Andy lalu memeluknya dari belakang, dan membuat Diana kaget dan menoleh.
"Kau sudah bangun? Aku memasak seperti cara memasak dirumahmu,"
"Tentu, aromanya membangunkanmu, dan membawaku kemari, aku merasa lapar sekarang," kata Andy melepaskan pelukannya dan menatap Diana dengan rasa lapar.
__ADS_1
"Mari kita sarapan jika begitu," kata Diana lalu mematikan api didapur. Dan menaruh air hangat untuk mandi Nicolas. Jika dirumah besar tinggal memutar kran maka, dipulau dia harus memasak dulu baru bisa mendapatkan air hangat untuk mandi Nicolas.
Diana dan Andy duduk lalu mulai sarapan. Andy makan dengan sangat lahap dan menghabiskan masakan istrinya. Diana merasa puas karena suaminya menghabiskan masakanya. Hatinya merasa bahagia, dan Andy menatap meja lalu sedikit terkejut karena ternyata dia menghabiskan semua makananya,
"Ohh, aku menghabiskanya,"
"Tidak papa, nanti aku akan memasaknya lagi, " kata Diana.
"Kau mendapatkan kelinci pagi-pagi?"
"Ehm, ya, mungkin dia baru akan mencari makan kehutan, aku lalu manangkapnya,"
"Sungguh malang nasib kelinci itu,"
"Ehm, apa?"
"Tidak, aku akan mencari kelinci yang banyak dihutan lalu kita akan membuat kandangnya,"
"Kau menyukai daging kelinci?"
"Ya, masaklah seperti tadi," kata Andy.
"Ehm, baiklah..." Diana lalu membereskan tempat mereka makan, setelah itu dia melihat anaknya yang sudah bangun.
Andy berpamitan akan pergi kerumah Naina dan Rossa untuk melihat mereka berdua serta anaknya. Diana mengangguk.
Andy pergi kerumah Naina lebih dulu karena lebih dekat.
Saat akan masuk ke halaman dua bocah tiba-tiba berlari kearahnya dan memanggilnya ayah.
"Ayaaaaaahhhh!"
Andy terkejut dan menoleh.
"Alvian....Azam...." Andy segera memeluk anak yang berlari kearahnya. Mereka adalah anak Ali sahabatnya yang sekarang menjadi anaknya.
__ADS_1
"Ayah, kenapa baru datang, lama sekali tidak kemari?"