
Saat ditengah lautan luas, mereka bertemu kapal perompak. Ada tiga kapal seukuran milik Ali dan Andy mendekat dan mengepung mereka.
"Kurang ajar! Mereka mendekat!" Kata Ali dan sudah menyiapkan busur untuk memanah mereka sebelum mereka berhasil mendekati kapal mereka.
"Andy! Ambil ini!" Teriak Ali.
Andy segera menangkap busur yang dilemparkan Ali dan mulai mengarahkan kearah para perompak itu yang semakin mendekat.
Andy sudah terlatih menggunakan busur, sasarannya tidak pernah meleset. Satu persatu para awak kapal itu berjatuhan dan mereka tersungkur kebawah. Sebagian jatuh di laut dan airnya berubah menjadi merah.
Tersisa tiga orang yang berhasil melompat kekapal yang dinaiki Ali dan Andy. Andy melawan dua orang berukuran besar dan Ali melawan satu orang sambil melindungi Naina dan anaknya.
Duaaggg
Ali menendang kepala orang itu hingga dia terjungkal kelaut.
Sementara Andy melawan dua orang bersamurai dan dengan gesit dia mematahkan kaki salah satu perompak itu. Saat dia hampir tersungkur, Andy menendangnya keluar dari kapal, diapun terbawa arus air laut.
Tinggal satu lagi masih tersisa dan terus berusaha menyerang Andy dengan samurai ditanganya
Andy mengambil tombak dan menghajar kakinya hingga Samurai itu terjatuh dan dengan cepat, Andy menendangnya keluar kapal.
Dari jauh nampak beberapa ikan Hiu mulai datang karena mencium bau darah.
"Ada Hiu! Arahkan kapal menjauhi mereka!" Teriak Andy pada Ali.
Merekapun lalu mengarahkan kapal menjauhi darah dan juga Hiu yang mulai datang.
__ADS_1
Hiu itu mulai mendekat dan memangsa para perompak itu yang sudah sekarat.
Ali dan Andy terus berusaha melakukan kapalnya menjauhi kawanan Hiu yang kelaparan.
"Habislah mereka!" Teriak Andy dan Ali juga melihat bagaimana Hiu itu menelan mereka dan membawanya pada kawanannya.
"Naina? Kau tidak apa-apa?" Tanya Ali dan melihat Naina sangat ketakutan.
"Aku takut,"
"Tidak papa. Kita sudah aman sekarang. Perompak itu sudah dimakan olel kawanan Hiu,"
"Maafkan aku Naina, kau jadi seperti ini karena diriku." Kata Ali.
Naina menggelengkan kepalanya dan memeluk suaminya. Ali merengkuh Naina dan menyandarkan kepalanya dibahunya.
Andy memalingkan mukanya dan entah kenapa ada rasa tidak nyaman didalam hatinya.
Ali tersadar jika mereka tidak hanya berdua tapi bertiga, akhirnya Ali melepaskan pelukan Naina dan mendekati Andy.
"Kau tidak papa? Apa kau terluka?"
Andy menatapnya dan tersenyum masam.
"Aku tidak papa. Aku hanya ngilu melihat para Hiu itu memangsa para perompak."
"Biarkan saja. Jika bukan mereka maka kitalah yang akan dimakan oleh kawanan Hiu itu." Kata Ali lalu melempar sesuatu kelaut. Dan ikan-ikan kecil bermunculan dan berebut untuk memakannya.
__ADS_1
"Ambil jaringnya, kita akan menangkap mereka semua," Kata Ali dan dengan cepat menjaring ikan kecil itu dan menaruhnya ditempat yang sudah dia sediakan.
"Untuk apa ikan ini?" Tanya Andy pada Ali.
"Kita akan memasaknya dengan ini," Ali mengeluarkan batu bara yang dia bawa dari goa.
Setelah kedua batu itu digesekan maka api keluar dan mereka memanggang ikannya dengan alat yang sudah disiapkan olah Ali.
"Kau memang hebat kawan. Kau bahkan sudah mempersiapkan semuanya," Kata Andy memuji Ali.
"Aku dan Naina sering mengarungi satu pulau ke pulau yang lainya. Dan kami terbiasa dengan cara memasak seperti ini,". Andy menoleh ke arah Naina.
Dalam hati dia sebenarnya kasihan dan trenyuh dengan kehidupan Naina yang nomaden.
Dia begitu cantik dan rupawan, tapi kehidupan begitu keras padanya.
"Hidup seperti ini yang hanya bisa aku berikan padanya. Pria miskin ini begitu beruntung mendapatkan istri sepertinya dirinya. Tidak pernah mengeluh dan tabah. Tapi aku pria yang tidak berguna. Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar bisa membuatnya hidup layak dan bahagia? Nasibnya begitu menyedihkan setelah jatuh cinta padaku...." Ali melempar pandanganya jauh kelaut lepas.
Penyesalan dan kesedihan jelas terlihat diwajahnya. Sesekali dia menoleh kearah Naina yang sedang menyuapi putri mereka. Wajahnya tenang dan tidak terlihat duka di matanya.
"Lihatlah dia? Dia berhak hidup layak dan bahagia...." Kata Ali lirih.
Andy merangkul sahabatnya.
"Dia wanita yang tegar dan tabah. Dia punya cinta yang kuat untukmu. Kau harusnya bersyukur mendapatkan istri seperti dirinya, tapi lihat dirimu? Kau mengeluh dan terlihat lemah setiap kali kau mengeluh. Datanglah padanya, dan peluklah dia. Itu akan membuatnya bahagia," Kata Andy lalu dia yang memasak ikan untuk mereka santap.
Ali lalu pergi kearah Naina dan memeluknya. Andi memalingkan wajahnya lalu menatap air laut.
__ADS_1
Andy sedang membayangkan Rossa dan Diana saat melihat gemericik air laut. Dia lalu tersenyum sendiri membayangkan nasip yang menimpanya.