Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Kehilangan jejak Naina


__ADS_3

Mereka terus berlayar mencari Naina. Tapi rupanya arah kapal Andy tidak sama dengan kapal yang ditumpangi Naina. Tidak ada petunjuk apapun yang bisa Andy gunakan untuk mengetahui jejak Naina.


Andy justru bertemu kapal pesiar milik ayahnya, dan beruntung karena didalam kapal itu tidak ada anak buah Robert.


Andy merapatkan kapalnya dan mengulurkan tangannya pada Diana untuk melompat ke kapal pesiar itu. Mereka masuk melalui bagian parkiran mobil. Mereka berjalan melewati beberapa mobil dan bertemu dengan anak buah ayahnya yang setia.


Dia sedang berjalan melintasi beberapa mobil dan melihat Andy tanpa sengaja.


Sonypun mengedipkan matanya seakan tidak percaya pada penglihatannya.


"Tuan muda kau kembali, kami mencari anda dan tidak menemukan anda di manapun," kata Sony.


Mereka lalu dibawa ketempat yang luas, dengan karpet merah sebagai alasnya. Diana mengikuti Andy disampingnya dan takjub dengan pemandangan yang sangat indah. Desain dan interior ruangan sangat modern dan mewah.


"Siapa dia?" Tanya Sony berbisik pelan saat Diana pergi ke kamar kecil. "Dia berasal dari pulau tidak dikenal. Dia namanya Diana."


"Dia cantik tapi pakaianya akan membuatnya menjadi pusat perhatian."


"Ya, dan aku tidak ingin orang melihatnya dan bertanya-tanya tentang asal usulnya. Berikan baju untuknya," kata Andy pada Sony.


Sony segera keluar dari ruangan itu dan mencari beberapa baju untuk Diana. Tidak lama Sony masuk dan memberikan baju itu untuk Diana.


"Pakailah ini, baju ini adalah model terbaru dan cocok untukmu."


"Baiklah, terimakasih," Diana segera masuk keruang ganti. Diana juga merasa asing di dunia Andy, semua wanita di kapal itu tidak ada yang berpakaian seperti dirinya.  Diana menyadari jika dia mungkin akan terlihat aneh saat bersama mereka.


Sementara Diana berganti baju, Andy berbicara pada Sony." Sebaiknya anda temui Tuan besar, beliau jatuh sakit saat anda menghilang," kata Sony memberitahu Andi.


Saat itu pembicaraan mereka terpotong dengan beberapa pelayan yang datang dengan jus dan makanan yang lezat.


"Apa!? Ayah sakit?"


"Iya dan sangat merindukan anda. Sejak anda menghilang banyak pegawai yang mengeluh karena ulah Robert dan ibunya, mereka mengubah banyak aturan dan banyak yang mengeluh tentang mereka," Andi menatap Sony dan tersenyum kecut.


"Mereka berdua pasti senang karena aku tidak ditemukan, ada konspirasi dari dalam,"

__ADS_1


"Apakah kau tidak ingat siapa yang sudah berkhianat padamu?" tanya Sony.


"Aku tidak ingat apapun, gimana Bondan? Bagaimana kabarnya?"


"Beberapa kali aku melihatnya bertemu dengan Robert dan ibumu, entah apa yang direncanakan Robert kali ini," Sony sudah lama curiga jika Robert berada dibalik setiap kejadian yang menimpa Andy.


"Aku akan segera menangani ini, tapi sebelum itu, aku harus menemui ayah dulu,"


"Ya, aku akan mengatur perjalananmu," Sony lalu berpamitan. Pada saat yang sama Diana keluar dari sebuah ruangan.


Andi tersenyum saat melihat Diana dengan gaun berwarna merah.


"Bagaimana penampilanku? Apakah aku terlihat aneh?" Diana tersenyum nakal pada Andy.


"Tidak, kau cantik dengan gaun itu," puji Andy.


"Ini bagus sekali, apakah kau membelinya? Kau punya banyak uang untuk membeli baju sebagus ini?"


"Bukan, itu hadiah dari temanku," kata Andi yang masih menyembunyikan identitasnya.


Diana tampak mengangguk dan matanya berpindah pada makanan yang tertata dia atas meja.


Diana tidak sabar ingin memakan semua hidangan yang tersedia.


"Ini juga hadiah untuk kita, mari kita makan bersama," kata Andi lalu duduk bersama Diana.


"Kamu mengenal pria tadi?" tanya Diana sambil mencicipi makanan yang paling dekat dengannya.


"Ya,"


"Apakah kapal besar ini milik temanmu itu?" tanya Diana melihat cara berpakaian Sony yang rapi dan seperti orang kaya.


"Ehm, mungkin," Andy menatap Diana sekilas lalu beralih pada makanan yang ada di piringnya.


"Apa rencanamu selanjutnya?"

__ADS_1


"Aku akan mencari Naina, tapi sebelum itu aku akan menemui keluarga ku dulu."


"Baiklah, aku juga ingin bertemu dengan keluargamu."


"Kita akan naik kapal yang lain setelah makan."


"Ok"


Saat Andy sudah selesai makan, Sony berbisik di telinganya.


"Kapalnya sudah siap. Aku sudah memberitahu ayahmu jika kau kembali, kecuali Robert dan ibumu, aku tidak mengatakan pada mereka berdua,"


"Ya. Aku akan bersiap. Aku sudah selesai makan. Diana, ayo kita pergi sekarang! Kita akan pindah kekapal yang lain."


Diana lalu berdiri dan mengangguk pada Sony. Diana berjalan disamping Andy dan mereka segera menuju tangga.


Mereka berjalan dengan tangga untuk berpindah kekapal yang lebih kecil. Ada empat orang disana. Mereka adalah orang yang setia pada ayahnya.


"Bos, berangkat sekarang."


"Jangan panggil aku bos didepannya." Kata Andy pada Lewis.


"Bagaimana kabarmu? Ayah menyuruhmu untuk mencariku. Kenapa kau tidak menemukan aku?" Tanya Andy yang duduk disamping Lewis.


Sementara Diana sedang menikmati indahnya berlayar dan menikmati bintang dari atas kapal.


"Kami sudah mencarimu dimana-mana. Kami bertanya pada semua duta besar diluar negeri. Dan tidak ada paspor atas namamu."


"Aku ada di pulau terpencil. Dan aku selamat dari orang yang ingin mencelakaiku," Andy terkenang saat dia bersenang-senang dengan Bondan, dan bagaimana mungkin dia bisa keluar dari kapal dan terbawa arus hingga kepulau terpencil.


"Dimana pulau itu? Kami mancarimu di pulau yang pernah kau temui."


"Pulau itu sangat terpencil dan tidak ada dipeta, kau tidak akan menemukannya.


"Aku senang kau kembali. Jika tidak ada kau maka aku kasihan pada ayahmu."

__ADS_1


"Kenapa dengan ayah, apakah ada masalah?"


"Jika usahanya jatuh ke tangan yang salah maka apa yang dia upayakan menjadi sia-sia." kata Lewis yang tetap setia pada ayahnya.


__ADS_2