
Andi baru saja pulang dari penguburan keluarganya, dia berjalan bersama Diana dan Gina, ibu dari Andy yang menghilang saat Andy baru saja dilahirkan.
Andy sungguh menyesal dengan peristiwa berdarah yang baru saja terjadi. Dia kehilangan ayahnya, kedatanganya untuk menyelamatkan ayahnya berakhir dengan kematian seluruh keluarganya.
Batu dileher Andy saat ini menjadi hitam pekat. Tidak ada sinar yang menyala seperti biasanya dari batu dileher Andy.
Batu permata yang dipakai Andy sangat menarik perhatian ibunya. Tapi dia hanya memperhatikan tanpa bertanya.
"Aku sangat menyayangkan peristiwa ini. Aku tidak bermaksud menghancurkan semuanya. Aku hanya ingin datang untuk menyelamatkan ayahku," Andy tertunduk penuh penyesalan.
"Sudahlah Khan, semuanya sudah terjadi, jangan kau sesali, itu memang harus terjadi,"
"Jika aku tidak datang maka ayahku masih ada."
"Ada ibu. Ibu sudah kembali. Kemarilah, ibu sangat merindukanmu," kata ibunya meraih kepala putranya dan menyandarkannya dibahunya.
"Tom membunuh ayah, aku tidak akan mengampuninya, aku akan mencarinya hingga ke ujung dunia sekalipun," kata Andy penuh dendam.
Gina mengangguk.
Diana datang dengan dua gelas minuman segar diatas nampan. Dia sengaja tidak menyuruh pelayan untuk melakukanya. Dia ingin menyenangkan ibu mertuanya.
"Kau istri Khan bukan? Maaf, ibu tidak datang dihari pernikahan kalian," kata Gina.
Diana mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Putraku sudah dewasa dan bahkan sudah menikah, tapi aku melewatkan banyak kesempatan untuk bersamanya," kenang Gina pura-pura sedih.
Dia datang dengan maksud terselubung. Dia datang tidak tiba-tiba, semua sudah diatur, dan dia datang karena ditelepon seseorang. Mereka sudah bekerja sama sejak dulu.
__ADS_1
Gina adalah kembaran ibunya yang diasuh oleh orang lain. Orang yang mengasuhnya sudah lama tiada, dan selama itu Gina telah berbuat jahat terhadap kembarannya. Kembarannya tidak lain adalah ibunya Khan, istri dari Tuan Harun Malik.
Saat ibunya Khan menghilang, Gina terlambat datang hingga Tuan Harun Malik sudah menikah dengan Amaya. Ginapun tidak bisa mendekati Tuan Harun Malik karena Amaya menutup akses kedatanganya.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan orang yang pernah dia tolong saat dia masih kecil, dia adalah Tom, karena hutang budi, tom merahasiakan segalanya dari Tuan Harun Malik.
Khan akhirnya tertidur dipangkuan ibunya, dan ibunya menyelimutinya dengan selimut.
Ibunya lalu berjalan mendekati Diana. Mereka berbicara dan kepada ibunya Khan, Diana tidak bisa berbohong lagi tentang asal usul nya dan tentang pulau dimana Khan menemukanya.
"Jadi Khan tersesat dipulau? Kau berasal dari sebuah pulau?" Gina sangat tertarik dengan cerita Diana.
Diana sangatlah polos, dia tidak tahu siapa sebenarnya Gina, dia bukanlah ibu kandung Khan, melainkan kembaran ibunya.
"Benar, kami bertemu dipulau. Dan kami akhirnya menikah. Ada dua istri lainya yang tinggal disana."
"Istri? Dua istri lainya? Artinya putraku punya tiga istri?"
"Benar Bu," jawab Diana tersenyum.
"Haha, aku sangat terkejut. Aku tidak menduganya, tapi baiklah, apapun itu, anakku pasti melakukan yang terbaik untuk masa depannya," kata Gina lalu berpamitan pergi kekamarnya.
Diana menunggu Khan hingga malam hari. Dan saat tengah malam, tepat jam 12 Khan terbangun.
Lama sekali Khan memegang kepalanya lalu mengucek matanya. Diana yang hampir terlelap didekatnya akhirnya terbangun.
"Kau bangun? Apakah kau akan pindah kekamar kita?"
Khan menatap Diana sangat lama.
__ADS_1
"Kamar kita? Siapa kau?"
"Andy, jangan bercanda, aku Diana, istrimu,"
"Hahahaha, kau pasti sedang bergurau. Aku akan kekamarku. Kau pergilah kekamarmu, kau bukan istriku, aku tidak mengenalimu," kata Andy dan membuat Diana kebingungan.
"Andy, sekarang malah kau yang bergurau. Kenapa kau pura-pura lupa jika aku adalah istrimu. Kau bahkan mengatakan jika kau tidak mengenaliku?"
Diana meraih tangan Andy. Namun dengan kasar Andy menghentakkanya.
"Andy?" Diana sangat terkejut dengan sikapnya.
Andy tidak menghiraukan Diana dan dia segera masuk kekamarnya. Diana mengikutinya dari belakang.
"Kenapa kau ikut masuk? Ini kamarku! Pergilah dari kamarku. Aku mau tidur." Hardik Andy seraya menutup pintunya. Namun dengan cepat Diana menahanya.
"Tunggu Andy, ini kamar kita, jika tidak tidur disini, lalu aku akan tidur dimana?"
"Terserah padamu!"
Duar!
Andy menutup pintunya dan diikuti Diana yang tersentak, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Andy?" Diana masih terbengong dan berdiri didepan pintu kamar Andy.
"Apa yang terjadi padamu? Ini sungguh tidak lucu. Membiarkan istrimu tidur diluar. Apa maksudmu?" Diana mencoba mengetuk pintunya namun Andy tidak juga membukanya.
Diana lalu pergi dan tidur disofa malam ini.
__ADS_1