
Andy pergi kerumah sakit akan melihat ibunya. Karena ternyata orang yang selama ini Andy anggap sebagai ibu dia adalah bibinya, kembaran ibunya.
Andy sekarang sudah tahu segalanya karena semua kebohongan Fina, bibinya sudah terbongkar. Sekarang Andy hanya ingin bertemu ibunya dan melihat keadaanya. Dia begitu merindukan ibunya itu. Dan sesaat dia tertegun saat teringat saat pertama kali dia menemukan ibunya yang dirantai dan disekap diruang bawah tanah sendirian.
Andy tidak pernah menduga jika wanita yang dia tolong dan dia selamatkan ternyata adalah ibu nya sendiri.
Andy sampai dirumah sakit dan suster baru saja mengganti baju ibunya dengan baju yang bagus. Sekarang rambut ibunya juga sudah dirapikan dan di sanggul dengan cantik. Dia membawa tas bermerk dan bersepatu high heels.
Saat baru masuk, Andy tertegun melihatnya dan tidak percaya dengan penglihatan nya. Wanita yang didepanya beberapa hari yang lalu seperti orang tidak waras, dan tidak mengenali dirinya sendiri, dan saat ini Andy melihatnya dia seperti wanita karir dan bergaya modern.
"Lihatlah, kau pasti terkejut saat melihat semua ini bukan?" tanya dokter saat melihat Khan tertegun melihat penampilan baru Gina.
"Duduklah," kata ibunya sambil tersenyum dengan ramah.
"Terimakasih suster, kau boleh pergi," kata Gina sambil mengangguk pada suster yang melayaninya.
"Kau Khan bukan? Aku adalah ibumu. Aku istri Harun Malik ayahmu, tapi ada yang harus aku katakan, sebenarnya kau dan putraku telah tertukar," kata Gina yang ingin segera mencari keberadaan putra kandungnya.
"Apa? Tertukar? Aku tidak mengerti. Aku sangat merindukan ibu. Dan sekarang ibu mengatakan jika aku tertukar?" Khan tidak kuasa menahan perih dihatinya. Matanya berkaca-kaca.
"Benar, bahkan ayahmu juga tidak tahu. Yang menukar kalian berdua adalah bibimu, Fina. Dan sekarang ibu juga tidak tahu, dimana putra ibu berada. Di panti asuhan mana, Fina telah menaruhnya," kata Ibunya yang ingin Khan segera tahu kenyataan pahit ini. Dia tidak bisa menunda lebih lama lagi.
"Jadi aku, aku bukan darah daging kalian? Ayah, bukan ayahku, dan kau bukan ibuku?" Serasa terjatuh dari tebing dan badan hancur berkeping-keping saat mengetahui kenyataan pahit ini.
"Maafkan ibu, tapi meskipun kita tidak ada hubungan darah, kau tetap putraku, aku menyusuimu saat kau masih bayi, aku juga menyayangimu seperti anaku. Tapi aku ingin kau mencari saudaramu, temukan putra kandungku, dan kalian bersaudara karena kalian berdua adalah putraku," kata Gina sambil merentangkan tangannya pada Khan.
Tapi Khan justru bangun dan tidak mampu menguasai dirinya. Dia benar-benar terguncang karena kenyataan yang sangat menyakitinya.
"Khan, kau juga putraku, kemarilah, ibu juga sangat merindukanmu,"
"Tidak...." Khan berjalan mundur.
"Tidak mungkin...ini pasti hanya tipuan bibi. Aku tidak mungkin anak yang tertukar, Tidak...." Khan semakin mundur dan dia berlari keluar sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
Hatinya remuk dan hancur berkeping-keping. Jika dia tertukar lalu siapa orang tuanya yang sesungguhnya?
Khan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan pergi ke tepi pantai. Menyendiri disana sambil menatap ke laut yang yang tidak berujung. Teriknya matahari bahkan tidak mampu menghangatkan hatinya .
Dia berulang kali hanya bisa mengusap airmatanya dan memejamkan matanya berfikir ini hanya mimpi. Dan dia ingin segera bangun dari mimpi buruk hari ini.
"Ini pasti mimpi,"
"Ini pasti tipuan bibi,"
"Aku sangat mencintai ayah. Tidak mungkin aku bukan anaknya. Aku juga sangat merindukan ibu, mana mungkin aku adalah anak yang tertukar?"
"Siapa aku?"
"Siapa aku!?"
Khan berteriak dan menjerit ditengah debutan ombak. Hanya kesunyian dan tidak ada siapapun.
Dia tertunduk dan menggenggam pasir lalu menekanya kuat. Tidak ada pasir yang tersisa ditanganya.
"Seperti ini? Ya aku seperti pasir ini? Semuanya terlepas dan hilang dari genggamanku...."
Khan menangis dan setelah puas, dia mengatur nafasnya lalu bangkit. Dia akan menemui Fina, bibinya dan mencari tahu jati dirinya.
Dirumah sakit, Gina sudah pulih lebih cepat dari dugaan dokter spesialis psikologi yang menangani dirinya. Semua suster berdecak kagum pada semangatnya untuk sembuh dan kembali pada keluarganya.
Gina sekarang sudah keluar dari rumah sakit dan segera ke kantor polisi. Dia meminta ijin untuk bertemu dengan kembaranya. Mereka lalu berbicara disebuah ruangan.
"Dimana putraku?" tanya Gina dengan tatapan tajam.
"Ck, aku tidak tahu. Kejadian itu sudah dua puluh tahun yang lalu. Dia ada dimana sekarang aku tidak tahu," jawab Fina dingin.
"Dipanti asuhan mana kau menitipkan putraku?" Gina bertanya lagi.
__ADS_1
"Untuk apa aku mengatakanya? Kau begitu hebat dan banyak uang sekarang. Kau bisa cari sendiri," jawab Fina acuh.
"Aku tidak menduga punya saudara sejahat dirimu,"
"Aku memang jahat. Dan aku tidak akan pernah mengatakan padamu dimana putramu berada?" Fina tampak angkuh.
"Dia bukan hanya putraku, dia adalah keponakanmu. Kau bibinya, bagaimana kau bisa berfikir sejahat itu?"
"Hh, ck, bibi? Kita bahkan bersaudara. Tinggal di rahim yang sama. Lalu kenapa ayah dan ibu tega memberikanku pada orang lain? Orang tua macam apa mereka itu? Mereka bahkan tidak tahu apa yang sudah aku alami selama tinggal bersama psikopat itu!"
"Saat itu kau masih kecil. Mereka pasti punya alasan kenapa kau dititipkan pada orang lain,"
"Alasan? Alasan apa? Apa karena aku sakit-sakitan? Kenapa tidak diobati, malah diserahkan pada orang lain?"
"Fina, kau sadarlah, semua itu sudah berlalu. Kesalahan mereka adalah mereka tidak tahu jika menyerahkanmu pada orang yang salah. Sekarang jangan mendendam lagi pada mereka,"
"Tidak. Aku sangat membenci mereka, dan dirimu, juga putramu. Aku ingin kalian hidup menderita dan merasakan apa yang aku derita selama ini."
"Cukup Fina. Akhiri permusuhan kita. Aku akan membantumu keluar dari sini. Tapi katakan dimana putraku,"
"Hh, tidak. Aku tidak akan mengatakanya. Bahkan meskipun aku membusuk dipenjara. Kau tidak akan aku biarkan bertemu dengan putramu,"
"Fina, kau..." Gina benar kesal dengan sikap saudara kembarnya yang hatinya sudah penuh dengan kebencian.
Polisi datang dan mengatakan jika Fina harus kembali ke sel tahanan.
Gina keluar dari kantor polisi dengan kecewa. Fian tetap tidak mau buka mulut. Dia tidak mau mengatakan panti asuhan tempat dia membawa putra kandungnya.
Gina lalu berfikir untuk pergi ke rumah sakit yang dimana dulu dia dilahirkan. Dia mencari nama suster dua puluh tahun lalu uang menangani kelahirannya.
Namun sayangnya suster itu sudah pindah keruang sakit lain. Maka Gina mencari rumah sakit tempat dia bekerja saat ini.
Gina mendapatkan semua fasilitas dari Sony karena dia adalah istri asli tuan Harun Malik.
__ADS_1