
Khan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Dia baru saja mencari tahu soal rumah lama yang ditempati kakek dan neneknya. Namun rumah itu sudah dijual dan dibangun mall, dan tidak ada tetangga yang bisa memberikan informasi apapun.
Kakek dan neneknya adalah orang kaya dan keluar masuk rumah dengan mobil, meskipun familiar tapi mereka tidak ada yg tahu kehidupan mereka dimasa lalu.
Alamat itu sudah berubah menjadi mall dan perkantoran. Bahkan para tetangga juga sudah banyak yang pindah ke perumahan dan hanya tersisa sedikit yang masih bertahan disana.
Khan terpaksa pergi dengan rasa kecewa karena tidak bisa mendapatkan informasi tentang kembaran ibunya.
Khan mengendarai mobil sambil berfikir langkah selanjutnya, hal itu membuatnya menjadi tidak fokus saat menyetir.
Tepat didepan sebuah panti asuhan, Khan menabrak seorang pria yang akan menyeberang dengan terburu-buru. Pria itu terpental dan Khan membawanya kerumah sakit.
Sebuah map berhamburan dijalan raya. Itu seperti map lamaran pekerjaan. Pria itu terkapar di trotoar dan Khan segera turun dari mobil untuk meminta pertolongan pada warga sekitar.
"Pak, tolong bantu saya angkat pria ini. Saya akan membawanya kerumah sakit."
Beberapa warga yang sedang minum kopi diwarung, diseberang panti asuhan segera memberikan pertolongan. Mereka mengangkat pria yang tertabrak dan membawanya ke mobil Khan. Dua orang ikut bersama untuk menjaga pria itu.
Khan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Dua pria yang membantunya ikut masuk mengangkat pria itu.
"Suster, tolong pria ini. Dia mengalami kecelakaan," kata Khan dan beberapa suster segera datang membawanya keruang UGD.
Khan kembali menemui dua pria dan memberikan sejumlah uang padanya. Lima lembar uang seratusan untuk masing-masing.
"Tidak usah pak, kami ikhlas menolongnya," ujar seorang pria setengah baya.
"Tidak papa. Ini karena kalian sudah membantu saya. Ambillah, saya juga iklhas memberikanya." ujar Andy.
Dua pria itu nampak saling berpandangan. Satu pria berbisik, aku punya hutang banyak pada warung itu, aku akan mengambilnya, bisik pria yang lebih muda.
"Terimakasih pak, sebenarnya kami iklhas, tapi kami juga sedang butuh untuk membayar hutang," kata pria satunya sambil mengambil uang itu.
Pria yang lebih tua juga galau. Dia juga punya hutang pada warung tempatnya minum kopi. Sudah ditagih, tapi karena sedang sepi orderan maka, belum dibayar.
"Saya juga punya hutang, terimakasih, saya akan segera membayar warung dengan uang ini," kata pria yang lebih tua.
"Terimakasih pada kalian yang sudah membantu saya dan pria yang tertabrak tadi. Sekarang saya akan masuk kedalam," kata Andy akan melihat seberapa parah pria yang dia tabrak.
"Dokter, bagaimana keadaannya?"
__ADS_1
"Kakinya mengalami cedera, butuh beberapa Minggu sampai benar-benar sembuh,"
"Baiklah, lakukan yang terbaik untuknya, saya akan menanggung semua biayanya,"
"Baiklah Tuan, kami akan melakukan yang terbaik, silahkan jika akan masuk ke dalam. Pasien sudah sadar,"
Andy lalu masuk kedalam dan duduk disamping pria yang dia tabrak. Pria itu terbaring dengan bantalan lebih tinggi.
Kakinya di angkat lebih tinggi dari badanya. Pria itu menoleh kearah Andy.
"Maafkan saya, saya tidak hati-hati sehingga membuat anda celaka." Kata Andy penuh penyesalan.
"Saya juga bersalah karena tidak konsen saat menyeberang, sesungguhnya saya sedang terburu-buru karena panggilan kerja." kata Pria itu.
"Apakah kau sedang magang?"
"Saya melamar pekerjaan, dan datang untuk interview,"
"Jika kau sangat butuh pekerjaan, kau bisa bekerja di perusahaan ku. Aku akan mencarikan posisi yang sesuai dengan keahlianmu,"
"Terimakasih, tuan. Saya mau, saya baru saja mengalami PHK. Dan butuh pekerjaan untuk makan sehari-hari."
Meskipun dia ditabrak, tapi ada hikmah dari kecelakaan ini, dia mendapatkan pekerjaan dan bertemu dengan bos nya langsung dari perusahaan yang akan menerimanya bekerja.
Andy berpamitan dan pulang kerumahnya.
***
Diana tidak ada dirumah, ternyata dia sedang pergi dengan Sony dan Caroline yang datang menemuinya tadi.
Mereka sekarang sedang makan disebuah restoran dipinggir pantai.
"Dimana Diana?" tanya Andy pada seorang pelayan.
"Nyonya pergi bersama tuan Sony dan istrinya,"
Andy mengangguk dan duduk bersantai sambil menonton berita internasional.
Dia mengirim pesan pada Jones dan menanyakan perusahaannya. Jones mengatakan semua berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti, jadi Andy bisa tenang dinegaranya.
__ADS_1
Ibunya baru saja datang dari luar, dan Andy tersenyum padanya.
"Kau pulang lebih awal?" sapa ibunya sambil duduk disampingnya.
"Iya, tadi aku menabrak seorang pria, untunglah dia hanya mengalami cedera ringan," ujar Andy.
"Kau harus hati-hati saat berkendara,"
Andy mengangguk dan menatap sekilas ibunya. Mungkinkah dia menyembunyikan sesuatu dari dirinya, dia berkata dalam hati.
Haruskah aku mencurigainya? Sudah lama dia menghilang dan sekarang telah kembali, haruskah dia merusak hubungan dan kedekatan ini?
Andy terus mengalami perang batin didalam hatinya, antara percaya pada ibunya atau gambar yang dia lihat digudang.
"Ibu, kenapa ibu tidak bercerita tentang bagaimana semua ini terjadi? Kemanakah ibu selama ini?"
Gina tersenyum dan sudah menduga jika Andy akan bertanya seperti itu.
"Ibu merasa bersalah pada ayahmu, kami bertengkar dan kami sama-sama keras kepala, saat ibu ingin kembali, ayahmu sudah menikah dengan Amaya. Dan wanita itu tidak pernah mengijinkan aku mendekati rumah besar ini,"
Gina mengarang cerita yang masuk akal dan membuat andy tidak mencurigainya.
Andy mengangguk dan merasa jika dia telah salah mencurigai ibunya.
"Oh, ya, kenapa aku tidak pernah bertemu bibi atau paman? Apakah aku tidak punya semua itu?"
"Ibu anak tunggal dan tidak punya saudara," jawab ibunya dan justru Andy yang tadinya yakin jika dia harus mempercayai ibunya malah menjadi goyah karena pengakuan ibunya, jika dia tidak punya saudara.
Lalu, kenapa ada foto kembaranya? Wajah mereka begitu mirip. Dan kenapa ibunya tidak mengatakan jika dia punya saudara kembar. Apakah ibunya juga tidak tahu jika punya saudara kembar? itu yang Andy pikirkan.
Dia berusaha tetap memikirkan kemungkinan positif dari jawaban ibunya.
"Apakah ada yang ingin kau tanyakan lagi tentang ibu?" tanya ibunya tersenyum hangat pada Andy.
Andy menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Tidak ada, aku hanya berfikir mungkin aku punya bibi atau banyak keponakan, ternyata aku sama seperti ibu, anak tunggal."
Ibunya lalu berpamitan untuk kekamarnya, sedangkan Khan masih memikirkan banyak hal dari teka-teki kehidupanya.
__ADS_1
Masa kecil yang kesepian dan tidak bahagia, dan setelah bertemu dengan ibunya, kenapa harus ada keraguan setelah nya. Khan sangat menyesal karena tidak banyak bercerita pada ayahnya saat dia masih hidup. Mereka seperti dua orang asing, setelah ayahnya menikah dan Robert menjadi kebanggaanya.