Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
SEASON 2-4


__ADS_3

Saat ini, Eduardo masih duduk diatas batu didalam goa. Sementara teman-temannya mencari kemungkinan ada lorong bawah tanah yang menghubungkan goa dengan jalan keluar hutan.


"Booommmm!"


Terdengar suara ledakan beberapa kali.


Mereka pasti sedang bertarung sekarang. Dua kubu yang sedang berkonflik. Beberapa anak buah Roky saling berpandangan dan terus mencari jalan keluar dari dalam goa itu.


"Gua ini sangat dalam. Kita semakin kedalam goa, ruangan ini sangat gelap dan bau amis," kata Roger.


"Dindingnya basah. Ada air disebelah sana," Julio juga merasakan aroma tidak sedap.


"Buat obor. Aku tidak bisa melihat apapun. Disini sangat gelap dan pengap," titah Roky.


Roky ada dibelakang Julio.


"Dimana Eduardo?" tanya Roky.


"Sepertinya dia masih duduk didekat bebatuan."


Roky nampak mengangguk lalu menempelkan tangannya pada dinding.


Tiba-tiba Eduardo sudah ada dibelakangnya.


"Ikut aku," kata Eduardo pada Roky.


"Kita mau kemana?"


"Aku mendapatkan bisikan gaib, ada jalan keluar dari sini," kata Eduardo.


"Teman-teman, ayo berkumpul. Kita berjalan ke arah sana," kata Roger pada semua temannya.


Ada persimpangan lubang goa disana. Mereka bingung, dari salah satu jalan itu, yang mana yang akan mengantarkan mereka keluar dari sana.


"Kamu sebaiknya berjalan paling depan." kata Roky pada Eduardo.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Eduardo namun saat dia akan melangkah ada satu orang yang keberatan.


"Kenapa harus dia yang didepan. Anak itu masih ingusan, sebaiknya jangan terlalu percaya padanya, di sini ada dua jalan, bagaimana jika jalan yang dia pilih salah?" kata Orang yang memang dari awal tidak menyukai Eduardo.


Roky menatap semua anak buahnya. Dan sebagian dari mereka rupanya tidak setuju jika Eduardo yang didepan.


"Baiklah, aku yang didepan," kata Roky agar tidak terjadi keributan didalam goa.


"Tidak, kami akan mengambil jalan ini," kata orang itu dan di ikuti anggukan oleh lima temannya.


"Maksudmu kita akan berpisah?" tanya Roky terkejut karena anak buahnya harus terpecah menjadi dua.


"Ya, feeling ku mengatakan jalan ini akan mengantarkan kita keluar dari sini." kata lima orang itu.


Roky menarik nafas dalam. Eduardo lalu mendekati lima orang itu.


"Sebaiknya kita jangan terpecah. Jika bersatu, maka kita akan lebih kuat dan bisa menghadapi segala ancaman," kata Eduardo.


"Jika begitu, ikutlah dengan kami," kata lima temannya itu.


Eduardo dan Roky saling berpandangan.


"Aku tetap akan memilih jalan yang kau katakan tadi, lewat sini," kata Roky.


Beberapa anak buah Roky mengangguk dan tetap ikut apa kata pemimpinnya.


"Jika begitu, sangat disayangkan, kita akan berpisah sampai disini," kata Bison beserta kelima temannya.


"Ayo kita jalan," ajak Roky tanpa menoleh lagi pada Bison beserta teman-temannya.


Hatinya sungguh kesal dan jengkel, karena anak buahnya harus terpecah disaat seperti ini.


Bison dan lima temannya memilih jalan disebelahnya. Mereka memisahkan diri dari rombonganya.


Sampai didalam goa, keadaan lebih gelap dan udara semakin pengap.

__ADS_1


Tiba-tiba, Eduardo menemukan lubang seukuran setengah meter membentuk lingkaran yang ditutupi rumput liar.


Eduardo segera menghentikan langkahnya dan diikuti oleh semua anak buah Roky.


Eduardo meletakkan kalungnya pada pintu itu dan pintu itu tergeser dengan kekuatan gaib dari kalung ayahnya.


Eduardo segera memakai kembali kalungnya dan tidak diketahui oleh anak buah Roky yang lainnya.


Hanya Roky yang tahu, kekuatan dari kalung Eduardo itu. Karena dia pernah melihat bagaimana Eduardo memperlihatkan kekuatanya.


Semua anak buah Roky terpana saat melihat ada lubang yang kemungkinan bisa mengantarkan mereka keluar dari goa.


"Ayo kita masuk," kata Roky dan mulai masuk kedalam lubang itu. Dan betapa mereka sangat terkejut, karena begitu masuk, ternyata didalam ya lumayan lebar.


Mereka masuk satu persatu lalu menutup lubang itu kembali.


"Ternyata disini sangat luas," kata Julio.


"Mungkin ini jalan evakuasi," kata Roger.


"Bagaimana dengan kawan kita yang tertinggal?" kata Eduardo.


Roky diam sesaat. Mereka saling berpandangan.


"Mereka akan tertangkap jika tidak berhasil keluar," kata Roky terlihat sedang khawatir.


"Jangan khawatir, aku akan menyusul mereka. Aku akan membawa mereka kemari" kata Eduardo.


"Kau akan menyusul mereka?"


"Ya, kau bilang mereka bisa tertangkap, jangan sampai mereka tertangkap," kata Eduardo.


"Baiklah jika begitu, kami akan menunggu disini, kau cepatlah kembali." pesan Roky lalu duduk dan di ikuti teman-temannya yang juga duduk karena lelah.


Eduardo segera membuka lubang itu dan keluar. Dia akan balik kejalan semula untuk mencari dan menyusul teman-temannya.

__ADS_1


Eduardo berjalan dengan waspada. Dia terus berjalan ketempat sebelumnya.


Sampai di tempat awal berpisah, Eduardo lalu mengambil jalan berbeda. Dia berjalan lebih cepat kali ini untuk menyusul teman-temannya setelah dia mendengar langkah kaki mendekati Goa.


__ADS_2