Pewaris Yang Tersesat

Pewaris Yang Tersesat
Penyekapan


__ADS_3

Zafira diikat dikamar. Dia sedang hamil dan akan dijadikan umpan untuk menangkap suaminya sendiri yang dikenal sebagai tangan kanan Andy.


Thomas sudah menyusun semua rencananya dibantu beberapa mafia yang dendam dengan Andy serta Lewis.


Zafira benar-benar tidak menduga jika kakak iparnya tega menyakitinya.


"Kau berkhianat!"


"Kau sedang mengandung bukan?"


"Sudah kubilang untuk tidak bermain hati saat menjadi mata-mata. Kau bahkan baru kehilangan suamimu tapi kau sudah mengkhianati adikku!"


Mulut Zafira disumpal dengan kain sehingga dia tidak bisa berbicara. Sedangkan anak Tom, dibawa pulang oleh Thomas dan direbut dari tangan Zafira.


Eehhhhmmm


Eehhhhmmm


Zafira berusaha berbicara tapi percuma. Mulutnya penuh dengan kain dan dia tidak bisa mengatakan sepatah katapun untuk membela diri.


Sementara ibu Andy disekap dikamar sebelah. Dia juga diikat dan disumpal mulutnya dengan kain. Dia dalam posisi duduk dan terkulai karena pingsan. Rupanya aksi penculikan dan penyekapan yang dilakukan musuh anaknya, Andy, membuatnya teringat pada trauma saat disekap oleh kembaranya.


Seketika dia jadi kehilangan kesadarannya dan membuatnya linglung.


Mereka disekap dikamar terpisah. Ada cctv dari setiap kamar.


Kejadian sebelum penyekapan itu terjadi.

__ADS_1


Ibunya mendapat telepon jika kembaranya sakit, dan karena itulah dia segera meninggalkan kantor dan segera pergi kerumah sakit. Dia pergi dengan empat pengawal.


Namun ditengah jalan sepi setelah rawa-rawa, dua buah mobil dengan dua puluhan pria berjas hitam sudah menghadangnya dijalan dan menodongkan pistol kearahnya.


Para pengawalnya langsung keluar dan bersiap untuk melindunginya. Pengawalnya kehabisan peluru dan satu persatu terkena tembakan oleh anak buah Thomas yang jumlahnya lima kali lipat lebih banyak.


Dan saat itu, Gina mulai ketakutan dan gemetar. Dia lalu akan segera mengemudikan mobilnya, namun para preman berbaju hitam itu segera dapat membuka pintunya dan memaksanya keluar.


"Siapa kalian?"


"Jangan banyak tanya! Ikut dengan kami!"


Gina langsung pingsan saat seorang dari mereka menodongkan pistol ke pelipisnya. Yang lainya lalu mengikat kedua tanganya kebelakang punggungnya.


Gina dibawa ke markas besar milik Thomas. Namun Thomas sendiri tidak ada disana, hanya tangan kanannya yang sering terlihat keluar masuk markas. Bosnya tidak pernah datang ke markas.


"Apakah mereka sudah datang?" tanya Thomas pada Tedi, yang merupakan tangan kanannya.


"Belum bos. Tapi tidak lama lagi mereka akan datang," kata Tedi.


"Mereka pasti datang untuk menyelamatkan keluarganya," kata Thomas.


"Betul bos."


"Kalian sudah menyiapkan minyak untuk membakar gudang?" tanya Thomas.


"Sudah bos."

__ADS_1


"Rekam jeritan suara dua orang itu. Dan rekamannya lemparkan kedalam gudang. Lalu nyalakan saat mereka datang. Maka tanpa berpikir panjang, mereka akan langsung masuk.Begitu masuk, lakukan tugas kalian dengan rapi. Jangan sampai meninggalkan jejak," pesan Thomas lalu pergi meninggalkan markas.


Semua urusan dia serahkan pada orang kepercayaannya.


Andy sedang dalam perjalanan pergi ke gudang yang dimaksud musuhnya. Andy sudah menduga apa yang akan dilakukan oleh mereka setelah dia dan Lewis masuk kedalam.


Dia juga datang tanpa anak buah. Seperti pesan yang mereka kirimkan untuk datang sendiri tanpa anak buahnya.


Namun Detektif sudah menyusun strategi lain, dia sudah melacak keberadaan bos besar pimpinan mereka. Dengan membawa banyak anak buah, maka detektif siap untuk pergi melawan mereka semua.


Dengan meretas ponsel pemilik nomor itu, maka dia segera tahu kemana saja pemilik handphone itu singgah.


Detektif mengirimkan pesan alamat yang disinggahi pemilik ponsel itu pada Andy. Andy lalu membacanya dan menimpanya dalam ingatannya.


"Apakah ada kabar baik?" tanya Lewis.


"Ya. Dia berhasil meretas ponselnya. Dia mengirimkan beberapa alamat yang disinggahi pemiliknya," ucap Andy.


"Jika kita selamat maka semua alamat itu akan berguna. Jika kita mati didalam gudang, maka siapa yang akan menyelamatkan mereka?" kata Lewis.


"Kita pasti selamat. Sekarang kita tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan mereka. Kita harus pergi ke gudang itu. Detektif belum menemukan dimana ibu dan istrimu disekap. Maka nyawa mereka masih dalam bahaya jika kita tidak segera datang,"


"Mereka sungguh licik." Umpat Lewis.


"Aku akan membunuhnya dengan cara menyakitkan jika sampai sesuatu terjadi pada Zafira," imbuhnya.


"Kita masih belum tahu siapa musuh kita. Itulah yang membuat kita sulit untuk melawan secara langsung. Semua dikendalikan secara estafet dari orang perorang," kata Andy.

__ADS_1


"Kau benar, jika kita selamat, maka saat itu juga mungkin detektif sudah bisa menemukan persembunyian mereka, dan kita bisa pergi membebaskan ibu dan istrimu. Mereka pasti disekap ditempat yang berbeda. Semua ini sudah terbaca dari setiap gerakan- gerakan yang terencana dengan baik."


__ADS_2